I Love Uncle Hot

I Love Uncle Hot
Lamaran Rey



3 bulan telah berlalu dengan setia Rey membawa Tuan Alex berobat agar ia segera pulih seperti biasanya. Benar saja lelaki yang matang yang sedari kecil menjaga Alma itu telah terlihat sangat banyak perkembangan tentang kondisi kesehatan yang setahun terakhir sangat memburuk.


Tuan Alex telah terlihat bisa berjalan walau masih dengan kondisi tertatih. Ia juga dapat berbicara dengan lancar. Hal itu membuat Alma sangat senang.


Karena kondisi Alex yang sudah membaik, Alma tentu tidak membiarkan Perusahaan Besar milik papa yang selama ini di kelola oleh Alex lambat laun mungkin hanya tinggal nama itupun Rey harus memeras tenaga dan juga pikirannya agar Perusahaan Teguh Brahmajaya itu tetap berjalan sebagaimana mestinya.


Hari ini adalah momen dimana Alma merayakan ultahnya yang ke 23. Gadis cantik itu terlihat sangat senang apalagi saat ini Sang Uncle dalam kondisi yang semakin membaik.


Perayaan Ulang Tahun itu dilaksanakan pada Hotel bintang lima dengan perayaan yang sangat megah. Para undangan dan rekan bisnis juga terlihat di sana.


Rey mengenakan baju dengan warna silver dengan stelan jas yang sangat rapi. Ia sungguh terlihat seperti pangeran yang ada di Negri dongeng sementara itu Alma juga seperti Cinderella dengan gaun dengan warna yang sama dengan Rey.


Tidak jauh dari tempat Alma berdiri juga terlihat Alex yang pada malam itu juga tidak kalah tampannya. Ia juga menjadi pusat perhatian dari para kaum hawa yang ada di sana. Selain tampan, lelaki itu terlihat sangat matang serta dengan sinar matanya yang sangat tajam dan bentuk rahang yang sangat kokoh.


Acara demi acara telah selesai, tiup lilin dan doa selamat telah selesai sudah. Para undangan menikmati jamuan dan cemilan yang tersedia acara itu.


Tidak sedikit para undangan yang memuji kecantikan Alma dan ketampanan Rey.


"Mereka adalah pasangan yang sangat serasi." Komentar dari para undangan yang hadir.


Sambil menikmati jamuan yang disuguhkan pada acara itu. Mereka juga menikmati alunan musik yang mengalun merdu oleh artis ternama yang diundang Rey. Sungguh pesta yang besar dan sungguh meriah bukan?


Ketika alunan musik sejenak berhenti, tiba-tiba saja sang hots memberitahukan untuk para hadirin untuk mendengarkan sambutan dari tuan rumah yang diwakilkan oleh Rey.


lelaki gagah itu kemudian mengambil mikropon yang di serahkan oleh hots padanya.


Para tamu undangan sejenak menghentikan sejenak aktivitas mereka, ia menatap Rey dengan yang sangat antusias rupanya ingin menyampaikan sesuatu.


"Terimakasih para rekan, sahabat dan handai toulan yang telah meluangkan sedikit waktu untuk berkunjung hadir di sini. Dan terimakasih banyak juga untuk doa dan ucapan selamat untuk Alma."


Hening sejenak


"Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengutarakan niat dan maksud saya. Karena saya menunggu moment yang sangat tepat untuk ini."


Rey menatap Alma yang kali ini juga tidak melepaskan pandangannya pada Rey.


Kemudian lelaki tampan itu berjalan mendekati Alma. Di iringi musik yang mengalun merdu


Semua orang kemudian sangat paham akan maksud Rey. lelaki itu membawa sesuatu di balik punggungnya sebuah kotak kecil.


Alunan musik mengiringi langkah Rey menuju Alma lirik dan lagu yang populer dibawa oleh Alvian Dwi. "Melepas Lajang"


Mungkin sudah saatnya


Kan kuakhiri masa kesendirian


Mempersiapkan hati tuk melamarmu


Terimalah diriku


Mungkin saat ini


Ku akan melepas masa lajangku


Kan kupersunting dirimu


Jadilah pasanganku


Dan hidup menua bersamaku


Mungkin sudah saatnya


Kan kuakhiri masa kesendirian


Mempersiapkan hati tuk melamarmu


Mungkin saat ini


Ku akan melepas masa lajangku


Kan kupersunting dirimu


Jadilah pasanganku


Dan hidup menua bersamaku


Mungkin saat ini


Ku akan melepas masa lajangku


Kan kupersunting dirimu


Jadilah pasanganku


Dan hidup menua bersamaku


Mungkin saat ini


Ku akan melepas masa lajangku


Kan kupersunting dirimu


Jadilah pasanganku


Dan hidup menua bersamaku


Alma terasa sangat terpana dan terkejut dengan lamaran Rey yang terasa sangat tiba-tiba untuknya.


Tidak ada waktu rasanya untuk berpikir lagi barang sejenak untuk Alma. Wajar saja jika Rey menyatakan cintanya karena Rey sedari dulu menyukai gadis itu.


Tetapi apakah Alma benar mencintai Rey atau hanya sekedar tempat untuk berbagi dan berlindung? atau benar adanya jika Alma juga merasakan hal yang sama dengan pria itu.


Musik masih mengalun merdu, sorak para undangan memenuhi undangan saat Rey membukakan kotak cincin dan berjongkok di depan Alma untuk menerimanya.


Sorak para tamu dan pengunjung agar Alma menerima Rey riuh terdengar.


Alma terlihat ragu dengan keputusan yang ia ambil dengan sangat cepat saat ini, walau Rey begitu sangat berjasa padanya, sangat perhatian walau demikian apakah ia harus membalas semua perlakuan Rey padanya dengan sebuah cinta.


Alma terdiam sesaat dan saat ini ia melihat Alex. Ia ingin meminta jawaban dari pria itu. Dan ternyata Alex memberi isyarat juga agar Alma menerima lamaran pria Rey.


Alma kau berhak untuk bahagia bersama dengan pria yang akan menjadi imammu, pria yang akan bertanggung jawab dengan melimpah peehatian dan kasih sayangnya seumur hidupnya untuk dirimu. Bahagialah sekarang sayangku, aku akan pergi setelah ini karena tugasku sudah berakhir di sini.


Alex berujar dalam hati dengan mata yang berkaca-kaca. Walau ia tersenyum namun di lubuk hatinya terdalam juga akan merasa sangat kehilangan sesuatu yang berharga yang ia miliki selama ini. Namun ia harus iklas Alma juga berhak bahagia dan menentukan masa depanya.


Isyarat dari Alex pada Alma membuat gadis itu membuat keputusan menerima lamaran Rey.


Rey kemudian mengeluarkan kotak kecil yang berisi cicin berlian yang kemudian ia masukan pada jari manis milik Alma. Cicin itu ternyata sangat pas pada jari Alma tidak kebesaran dan juga tidak kesempitan.


Semua orang kemudian yng semula memberikan selamat pada Alma untuk hari jadinya tetapi sekarang, semua tamu yang ada juga memberikan ucapan kembali pada Alma dan Rey akan hari jadi mereka.