
Hari ini adalah hari dimana peninjauan lokasi proyek yang sedang berjalan. Para rombongan dan staf karyawan telah mulai berangkat. Jam 9 agi waktu setempat mereka telah tiba pada daerah Milano. Daerah pembangunan Hotel dan juga Minimarket yang sedang berjalan. Merek yang berada pada lokasi proyek diwajibkan menggunakan Helm dan juga sepatu boot.
Karyawan dan staf yang berkompetensi di bidang proyek itu kemudian meninjau sejauh mana perkembangan dari pembangunan Proyek. Kepala arsitek Dino Damara mendekati pimpinan perusahaan yang begitu terlihat serius melihat jalannya pembangunan hotel.
“Tuan Hamdan, Jika saya melihat dari hasil pengadaan bangunan dan juga kinerja para pekerja dan pemborong yang mengerjakan proyek kita belum memenuhi standar tuan.” Dino sang Arsitek kembali mengeluarkan Sketsa Hotel yang sedang berjalan dibangun.
Dino Damara sang Arsitek dengan serius detail bangunan yang sebenarnya harus dikerjakan. Pemborosan bahan material dan kapasitas pekerja yang terlalu banyak, membuat pemborosan.
“Harus ada mandor yang harus benar-benar melihat pekerja setiap hari Tuan, jangan banyak istirahat dan merokok. Jadi pekerja tidak biasa mengefisienkan waktu, sebenarnya melihat pekerja dengan jumlah yang banyak seperti ini seharusnya hotel ini telah siap tiga bulan yang lalu.
Dan saat ini, tuan telah bisa
mengoperasikan jalannya hotel ini Tuan,” jelas Dino dengan menjelaskan dengan panjang lebar pada Ceo mereka.
Hamdan dengan beberapa asisten yang lain ikut membenarkan apa yang baru saja disampaikan oleh Dino.
“Jadi Kita harus menempatkan para mondar beberapa orang Dino, untuk mengawasi jalannya hotel ini,” tanya pria itu pada Dino.
“Benar Tuan.”
“Baiklah, kau uruslah semuanya. Aku tidak aku tidak mau holet ini berjalan sangat lamban, karena kau pasti tahu. Perusahaan kita kita mempunyai hutang yang tidak sedikit pada Bank dan juga Investor yang menanamkan saham pada kita.” Jelas Hamdan pada Dino.
“Baiklah Tuan.”
“Sekarang ayo kita melihat lokasi, kalian beri masukan yang benar tentang proyek yang sedang berjalan jangan diam dan hanya termenung saja.!”
Hamdan berjalan di iringi semua rombongan yang akhirnya berpencar. Mereka melihat pekerja yang sangat sibuk dengan pekerjaan walau hari telah siang dan matahari telah berada diatas kepala.
Beberapa asisten yang lain, masuk pada bangunan hotel yang sedang berjalan. Hotel itu direncanakan mempunyai lantai 14 lantai dengan bangunan Minimarket yang berada pada samping Hotel. Dilihat dari strategis lokasi Hotel, sangat memungkin hotel itu akan mempunyai ratus juta dalam satu malam, mengingat lokasi yang berada pada pusat kota dan juga keramaian.
Hamdan melihat dan berjalan di lokasi Hotel yang terbilang sungguh sangat luas, tidak sia-sia mendiang Teguh menyimpan Investasi yang tidak sedikit. Jika dihitung kekayaan yang punya oleh pria 50 Tahun itu tidak akan miskin 7 generasi. Tetapi apa yang dialami Alma, sungguh sangat tragis ia mempunyai ibu tiri seperti Amira.
Rasa cinta dan kasih sayang untuk perempuan hamil Amira sang membuat Hamdan tidak menjawab handphone yang sedang berdering an terlihat Amira sedang memanggilnya terus menerus. Ia membiarkan panggilan itu dan akhirnya handphone itu tidak lagi berdering.
Sementara itu asisten Ramses meninjau lokasi mini market yang juga di bangun bersama Sandra dan Indah. Disana sandra memberi penjelasan karena ia bergelut pada bagian pemasaran dan pengumpulan data secara signifikan. Beda dengan hotel yang belum selesai, tapi minimarket yang dikelola telah selesai dan telah mengorder barang.
Bu Sandra mengatur stok yang sesuai dengan eceran terendah dan memenuhi standar. Sementara itu Indah mencatat semua data yang ada untuk minimarket itu. Karyawan yang telah ditempatkan pada Minimarket itu pun telah mulai sibuk menyalin data untuk rekapan mini market.
Keseriusan mereka berhenti sejenak ketika pemimpin perusahaan itu menelpon Sandra.
“Bu sandra, mengapa semua karyawan menumpuk di sana. Bawa Indah untuk merekap data yang juga tidak kala penting di sini !”
“Baik, Tuan.”
“Minta pada Ramses untuk mengantarkan Indah dengan cepat ke sini!”
“Siap Tuan.”
Indah yang mendengar pembicaran Bu sandar dengan Ceo di handphone itu merasa harus bersiap-siap, walau hatinya terasa sangat mendongkol harus berhadapan lagi dengan bos mesum menurutnya itu..
“Baiklah Bu Sandra,” apalah daya menjadi bawahan. Harus melakukan apa yang diperintahkan atasan pikir Indah bersiap-sipa meninggalkan Minimarket itu.
Indah kemudian mendekati Ramses sang asisten, yang berbicara dengan orang kepercayaan yang mengelola Minimarket yang telah selesai dibangun. Kemungkinan besar minggu depan akan telah siap untuk dioperasikan.
“Ada Indah?” Ramses bertanya pada Indah yang mendekatinya.
“Pak Ramses, tuan Hamdan menyuruh saya ke lokasi proyek. Karena katanya ada juga tugas yang akan dikerjakan di sana.”
“Sekarang Indah?”
“ya, Pak Sekarang.”
“Baiklah.”
Ramses kemudian meraih kunci mobil yang berada di dalam saku celananya dan mempersilahkan Indah untuk masuk ke dalam mobil.
Mobil melaju ke lokasi Proyek hotel yang tidak terlalu jauh. Hamdan berdiri dengan beberapa asisten dan juga beberapa orang mandor.
“Baiklah pak mandor, saya berharap anda bisa bekerja dengan maksimal dalam pengerjaan proyek ini!” tampaknya ia ingin menyudahi pembicaraannya pada mandor itu karena ramses telah datang bersama Indah.
“Pasti pak, saya akan bekerja dengan maksimal. Terimakasih atas kepercayaannya pada saya.”
Mandor itu lalu berlalu dan mohon pamit. Sekarang tinggal mereka bertiga, Ramses dan Indah.
“Tuan, saya permisi. Karena kerjaan saya di Minimarket belum selesai.”
“Baiklah, dan bekerjalah dengan maksimal.”
“Siap Tuan.”
Ramses kemudian menghilang, di lokasi proyek yang sedang berjalan. Di deru sibuknya orang-orang sedang bekerja.
“Tuan, memanggil saya.” Indah menatapnya dengan nada yang sangat segan bercampur dengan gugup.
“Ya, saya memanggilmu. Ada pekerjaan yang sangat penting yang harus kau kerjakan.”
“Ikut denganku sekarang!”
“Ke mana Tuan?”
“Kita akan ke lantai atas, meninjau beberapa ruangan dan juga desain yang hampir selesai.”
Ada perasan khawatir yang melanda jiwanya saat harus mengikuti derapalngkah kaki Ceo yang membawanya menuju lokasi yang berada pada lantai atas.
...Hai..pembaca setia tinggalkan komen, vote dan komentar kalian serta tanda bintang....