I Love Uncle Hot

I Love Uncle Hot
Ada Apa denganmu gadis kecilku



Mobil Mewah jenis keluaran Jepang terbaru itu keluar dari halaman Rumah Sakit terbesar di Jakarta. Alma sekarang berada di samping Uncle Lex.


Pria itu hanya berdiam diri, tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua. Yang ada tatapan Alex yang melihat lurus jalan raya dan sesekali melihat ke arah Alma.


"Uncle, mengapa Rey tidak kembali melihatku di rumah sakit. Apakah ia tadi dalam keadaan baik-baik saja, ketika mengantarku Uncle?"


Alma bertanya dengan nada sedikit khawatir. Alex yang melihat itu tersenyum tipis.


"Wah, calon pengantin baru. Tidak sabar rasanya ingin selalu melihat pasangan dan selalu bersama!" Alex dengan senyum mengembang kembali menggoda Alma.


"Bukan begitu Uncle!"


"Uncle, tahu..up, jangan berbohong!" jawab Alex lagi.


Alma memasang wajah cemberut. Tetapi tidak sepertinya dengan hatinya saat ini, lihat saja Uncle ia sama sekali tidak merasa apapun, ketika aku menanyakan tentang Rey padanya. Lihat sekarang ia malah terlihat bahagia. Mengapa Uncle..mengapa harus begitu.Tanpa terasa butiran bening jatuh dari kelopak mata bening milik Alma.


Alex yang melihat Alma menangis sangat terkejut, ia merasa tidak ada yang salah pada dirinya. Ia hanya mengatakan hal ia rasa wajar saja dan mengapa Alma mesti menangis.


Benarkan ucapanku tadi sangat salah dan melukai hatinya, atau karena Rey yang tidak muncul sampai saat ini, hingga membuat Alma menangis. Tunggu pria itu akan aku hubungi sebentar lagi, kesal dalam hati.


Dengan sangat cepat Alex menghubungi seseorang dan panggilan itu tersambung seketika.


"Ya, Tuan Alex."


"Di mana posisimu saat ini Rey? Alma menanyakan mu ?"


"Aku juga dalam perjalanan menuju Rumah Sakit, tadi ada urusan sebentar Tuan Alex."


"Kalau begitu, putar haluan kembali mobil mu, kami telah menuju arah pulang, karena Alma telah diperbolehkan pulang!"


"Baiklah."


Alma 6ang mendengar pembicaraan itu, malah tidak merespon sedikitpun, lihatlah Uncle ia malah menghubungi Rey. Ia sama sekali tidak peka perasaanku saat ini. Keluh Alma lagi.


"Mengapa tetap bersedih sayang, lihatlah Uncle telah menghubungi Rey. Dan ia juga dalam perjalanan menuju rumah kita." Alex terlihat bingung melihat Alma yang tetap menunduk dan bersedih.


"Uncle, aku tidak apa-apa. Mengapa malah menghubungi Rey, aku sangat lelah dan aku ingin segera untuk beristirahat sesampai di rumah nantinya." Suara Alma terdengar dingin.


"Jadi gadis kecilku sangat lelah, baiklah kita akan segera sampai ke rumah kau dapat beristirahat dengan tenang."


Ucap Alex sambil mengelus pundak Alma dengan lembut.


"Tapi aku mau jika nanti malam Uncle tetap tidur dengan ku ya," pinta Alma dengan manja dan dengan sangat memohon.


Lihatlah lagi Alex, gadis kecilmu kembali meminta sesuatu. Sesuatu yang selalu keu turuti dari dulu hingga saat ini, menemani gadis yang mau sebentar lagi menikah.


Alex, yang benar saja! ini di luar batas ya, jaga batasan mu. Kau lelaki normal!! Jangan sampai membuat kesalahan yang fatal, karena sebentar lagi gadis kecil mu itu akan menikah. Kau selama ini telah menjaga gelas kristal itu dengan sangat baik, ia sama sekali tidak tergores retak apalagi sampai pecah. Waktu untuk menjaganya telah selesai, mendiang orang tua Alma pasti mengucapkan terimakasih, karena Alma telah di jaga dengan sangat baik.


"Sayang, jangan meminta hal yang aneh-aneh seperti itu lagi, kau sudah sangat besar dan sebentar lagi juga mau menikah, apa kata Rey nantinya, belajar untuk dewasa sayang, ya!"


Ucapan Alex sangat lembut.


Mobil telah samapai pada pintu gerbang halaman rumah besar dan mewah milik mendiang orang tua Alma. Sengaja mereka tidak pindah dari situ, karena Alma tidak mau. Jadi terpaksa Alex juga menuruti keinginan gadis itu.


Para penjaga datang dan membuka pintu gerbang rumah, dan seperti biasa mereka mengangguk hormat pada sang Tuan dan nona muda keluarga itu.


Alma turun dari mobil tanpa menunggu sang Uncle terlebih dahulu.


Brakk


Pintu mobil di tutup atau lebih kasarnya dibanting dengan keras oleh gadis itu.


Alex yang menyadari itu, tidak bisa berkata apapun saat itu.


Alma kemudian masuk ke dalam rumah dan langsung disambut beberapa orang asisten, mereka menyapa dan menanyakan kabar nona muda mereka. Tetapi gadis itu dengan cepat melangkah langsung ke lantai atas menuju kamar miliknya.


Tidak biasanya gadis cantik dengan postur tubuh yang tinggi semampai itu bertingkah demikian rupa. Ia bersikap sangat baik dengan semua pelayan dan asisten di rumah itu.


Alex hanya bisa menghembuskan nafas kasar. Ia juga mengikuti Alma dan tiba di depan pintu kamar gadis itu.


"Alma buka pintunya, Uncle mau bicara!"


Tetapi tidak ada sahutan dari dalam, Alex mencoba mengetuknya kembali.


"Alma, jika tidak mau membuka pintunya. Uncle pergi ya, mungkin malam ini tidak pulang.!"


Kata-kata bernada ancaman itu, rupanya membuahkan hasil. Gadis itu keluar dengan bibir yang cemberut namun terlihat sangat seksi.


Ia telah berganti baju, dengan bahan kaos yang tipis di balut dengan celana pendek di atas lutut. Bahkan paha putihnya terekspos dengan jelas.


Alex menahan ludah. Ia ingin benar-benar segera pergi dari pintu itu. Ia juga sering melihat Alma dengan pakaian demikian. Tetapi mengapa saat ini, aliran darah terasa panas. Degub jantung berdebar tidak menentu.


Pria itu mau baru saja mau bicara, tetapi dia dikejutkan oleh asisten yang memanggil mereka dengan mengatakan tuan Ray ada di bawah.


"Ayo, sekarang turun dan ganti baju mu!"


"Aku, malas turun. Kondisi belum baik, dan ingin katakan saja pada Rey, aku telah tidur Uncle."


Alma dengan cepat menutup pintunya kembali. Alex kembali termenung dengan sikap dan tingkah laku gadis kecilnya itu.


Aku harus bagaimana saat ini, apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Satu detik saja bisa merubah segalanya, padahal tadi waktu di rumah sakit dia baik-baik saja. Apa yang harus aku katakan pada Rey.


Alex menuruni tangga, menuju lantai bawah dan lanjut ke ruang tamu. Di mana sekarang laki-laki itu telah berada di sana.


"Aku berniat untuk melihat Alma Tuan Alex, bagaimana kondisinya saat ini?"


"Aku mohon maaf, besok pagi kau bisa ke sini Rey. Alma telah tidur." Ucap Alex datar.


Bersambung