I Love Uncle Hot

I Love Uncle Hot
Adakah Yang Bermain dengan Kondisi Alex?



Hai pembaca Setia I Love Uncle Hot. Terimakasih untuk pembaca yang telah sampai di sini.


Saya berharap anda memberi like, vote dan juga komentar yang tentunya sangat membangun.


Tetapi jika anda tidak suka ya silahkan Skip saja. Cari novel yang ada di Genre. Sekian banyak telah anda like dan vote kemudian seperti tidak ada kerjaan lain anda


membatalkan vote dan juga like apa maksudnya**?


Menjadi penulis dan membuat anda merasa terhibur bukan pekerjaan yang mudah. Di sela kesibukan saya, saya menyempatkan waktu untuk melanjutkan cerita ini.


Jadilah pembaca yang baik, jika tidak suka jangan menjatuhkan mental para penulis yang berusaha agar kalian terhibur.


Tetap beri like, vote dan juga Favorit. Terimakasih 🙏🙏


Kota Singapura adalah negara Tetangga yang terletak di ujung selatan Semenanjung Melaya. Negara ini terpisah dari Negara Melaysia dengan Selat Johor di Utara dan Kepulauan Riau.


Banyak dari warga Indonesia yang berobat ke sana karena pelayanannya bagus dan biaya pengobatan yang tidak relalif mahal.


Di Rumah Sakit Elements Elizabeth Hospital. Terdapat 543 dokter Spesialis dan 359 kamar rawat Inap.


Rey dan Alma telah sampai pada Rumah Sakit yangg akan merawat Alex. Mereka telah di sambut oleh kru dan juga para dokter.


Alex langsung di di bawa di tempat perawatan. Tidak lupa Alma dan juga Rey tetap bersama pria yang tengah di rawat itu.


Rey menyebutkan kronologi kejadian yang membuat Alex terluka hingga sampai saat ini belum juga bisa membuka matanya.


Para dokter yang terdiri dari empat dokter Spesialis itu pun mengangguk sangat paham. Mereka lalu menyuruh Alma dan Rey untuk keluar karena mereka akan segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Rey dan Alma keluar menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari dokter ahli di Elements Elizabeth Hospital.


Tidak berselang lama para dokter lalu keluar. Ia kemudian memanggil Rey dan Alma ke ruang kerjanya. Sementara Alex telah di pindahkan pada ruang rawat Inap.


"Bagaimana keadaan Tuan Alex dokter?"


"Kondisi pasien sebenarnya baik-baik saja, tetapi rupanya pasien sekarang dalam ke adaan lumpuh total. Ia sekarang sebenarnya sudah bisa mendengar dan merasakan apa yang terjadi di daerah sekitarnya. Hanya saja ia tidak bisa berbuat apa-apa karena membuka mata dan mengerakan anggota tubuh. Bahkan untuk tangannya saja ia belum sanggup."


"Jadi Uncle sudah sadar? dan mengapa demikian dokter?" Alma bertanya dengan cemas dan juga sekaligus sangat terkejut.


Sampai saat ini Rey masih menyimak dan mendengarkan penjelasan dokter.


"Ini terjadi karena bisa saja karena Mall Praktek di mana pemberian bius pada pasca operasi melebihi dari dosis yang sebenarnya. Hal ini bisa berakibat pada syaraf dan otak yang tidak lagi bisa menerima sehingga bisa saja membuat pasien menjadi lumpuh total." Ujar dokter Yang di panggil sebutan dokter Chen menjelaskan dengan ramah.


"Nona kami menjelaskan kondisi pasien yang sebenarnya. Tidak menambah dan juga tidak mengurangi karena tidak ada untungnya bagi kami sama sekali. Tetapi dengan pemberian obat yang rutin dan pengawasan medis dengan baik kita berdoa agar Tuan Alex segera sadar."


"Jadi Uncle masih ada harapan sembuh dokter?" Alma bertanya dengan raut muka sedih.


"Kita akan menurunkan dokter spesialis syarat dan bedah syaraf. Mereka yang akan sangat berperan dalam penyembuhan Uncle anda Nona. Malam nanti kami akan melihat perkembangan selanjutnya dari Tuan Alex."


""Baiklah jika demikian dokter Chen. Kami sangat berharap Tuan Alex membaik."


"Kami juga akan berusaha semaksimal mungkin."


Rey dan Alma kemudian keluar dari ruang kerja dokter Chen.


Di lorong menuju ruang di mana Alex di rawat. Mereka melihat juga banyak pasien dan anggota keluarga yang lagi mendorong pasien ke ruang rawat Inap. Para dokter Tim Medis terlihat juga sangat sibuk.


Alma dan Rey sekarang berada dalam kamar Alex. Kamar yang sangat luas, sekilas jika kita melihat bukan kamar rawat inap jika tidak ada peralatan medis di sana. Seperti kamar hotel bintang lima dan ruangan kamar presiden suite.


Alex tetap tertidur dan tidak terlihat merespon apapun saat ini. Ia tidur dengan sangat tenang. Baju yang di pakainya saat ini telah di ganti oleh perawat ia mengenakan seragam pasien rumah sakit.


Sebaiknya kau juga membersihkan diri, aku akan keluar sebentar. Alma melihat sesaat pada Alex yang masih tertidur. Pria itu dengan tenang masih tertidur dengan sangat pulas.


Memang benar Alex saat ini tertidur, dosis penanganan yang baru saja terjadi pada pria itu. Membuat seluruh tubuhnya yang tadi terasa sangat tidak bertenaga saat ini merasa agak baikan, ia lalu sangat merasa mengantuk dan tertidur.


"Jadi selama ini Uncle telah sadar, jadi selama ini Uncle telah dapat mendengar semua yang kamu katakan. Tetapi mengapa Uncle kau tidak juga membuka matamu walau hanya sedikit saja?" Alma mengambil tangan kiri Alex dan mengelusnya dengan lembut.


Tidak ada respon Alex tetap dalam kondisi yang sama.


"Baiklah. Tunggu di sini Uncle aku akan mandi dan kembali menemani mu."


Alma lalu pergi dari sisi pembaringan pria itu dan melangkah menuju kamar mandi. Ia membersihkan tubuhnya yang terasa agak sedikit lengket. Tidak lama ia telah berganti pakaian dan menyisir rambutnya yang sedikit basah.


Gadis cantik terlihat sangat segar ketika Rey telah melangkah masuk. Pria itu kembali tertegun melihat kecantikan natural yang ada pada Alma.


Kulit gadis itu seperti batu pualam. Kakinya yang jenjang dengan buah betis yang padat berisi terlihat sangat jelas dari celana selutut yang ia pakai. Dan aroma wangian shampo mendominasi ruangan itu, walau banyak obat-obatan Alex yang ada di ruangan.


Sejenak Rey terpaku dan diam beberapa saat melihat gadis pujaan hatinya itu.


Bersambung