I LOVE U AYY

I LOVE U AYY
Kisah Cinta Yang Rumit



Adit menghentikan langkah kakinya melihat adegan romantis yang terjadi didepannya, adegan dimana Arman menahan tangan Ayu, mata mereka beradu, dan sangat jelas Adit bisa melihat pancaran rasa cinta Arman yang begitu besar untuk Ayu.


Adit memaksa bibirnya untuk tersenyum, dengan berat dia berkata, "Bang Arman memang lebih pantas untuk Ayu, dia laki-laki yang baik, dan mapan, dia pasti bisa membuat Ayu bahagia, yang harus aku lakukan adalah menjauh dari kehidupan mereka."


"Adit." sebuah suara menegurnya dari belakang.


Adit menoleh melihat pemilik suara tersebut, "Angel." gumamnya.


Ternyata yang menyapanya adalah Angel sang mantan kekasih, cewek itu terlihat makin cantik dan wajahnya makin terlihat kinclong, kayak ubin saja.


"Tuhkan bener ternyata kamu Adit, dimanapun kamu berada aku memang selalu bisa ngenalin kamu."


"Maklumlah orang ganteng." Adit berusaha bercanda meski garing.


"Dasar narsis."


Mata Adit celingak-celinguk melihat kiri kanan, hal itu membuat Angel bertanya, "Cari siapa sieh Dit."


"Pacarmu mana."


"Pacar, aku lagi gak punya pacar."


"Yang bener saja, cewek secantik kamu gak punya pacar, aku gak percaya."


"Kamu bilang aku cantik, tapi kamu ninggalin aku."


"Sorry Ngel, aku bener-bener minta maaf karna telah ninggalin kamu gitu aja." Adit bener-bener tulus meminta maaf.


"Sudahlah, gak usah diungkit lagi, lagian juga aku udah move on."


"Terus, kamu masih jomblo sekarang."


Angel mengangkat bahu, "Ya memang sieh banyak yang deketin aku, tapi aku gak mau kayak dulu lagi, milih pacar karna tampang, aku ingin laki-laki yang baik."


"Ternyata kamu sudah berubah sekarang."


"Semua orang bisa berubah, kamu saja berubah."


Mereka ngobrol akrab layaknya teman, seakan mereka tidak pernah punya masalah dimasa lalu.


"Oh ya, kamu sama Ayu disini Dit." kini giliran Angel yang melihat sekilingnya untuk mencari keberadaan Ayu, dan matanya berhenti pada sosok yang Ayu.


"Iya, dia lagi sama abangku sekarang." mata Adit mengarah pada meja yang ditempati oleh Arman dan Ayu.


"Yang sama Ayu itu abang kamu, wah gantengan daripada kamu ternyata, kenalin aku donk sama dia, siapa tau gitu kecantol." goda Angel.


"Kubur saja deh mimpi kamu dalam-dalam, abang ku bentar lagi nikah."


"Anjirr, belum apa-apa aku udah patah hati duluan." ekspresi Angel kayak orang patah hati beneran, "Mana calonnya."


"Yang duduk disampingnya."


"Yang duduk disampingnyakan cuma Ayu, jangan bilang Ayu...."


"Hhmmmm."


Hmmm yang keluar dari bibir Adit sudah lebih dari cukup untuk menjawab pertanyaan Angel. Angel jelas saja kaget, setaunya Ayu saat ini menyandang status sebagai pacarnya Adit, Angel tahu saat ini memang Adit dan Ayu sedang ada masalah karna bukan menjadi rahasia lagi dikampus kalau hal yang berkaitan dengan Adit sudah sangat pasti menjadi topik perbincangan mahasiswi diseantero kampus, termasuk kabar retaknya hubungan antara Adit dan Ayu akhir-akhir ini menjadi topik hangat dikalangan para mahasiswi.


"Kamu dan Ayu putus."


"Gak."


Makin heran Angel mendengar jawaban Adit yang singkat, padat dan jelas tersebut, sehingga dia kembali bertanya untuk memuaskan rasa ingin tahunya, "Kalau kamu gak putus, gimana ceritanya tiba-tiba Ayu dan abang kamu akan nikah."


"Udahlah Ngel, jangan nanya mulu, malas aku ngejawabnya."


Angel gregetan, tanpa mempedulikan Adit mau menjawab pertanyaannya atau tidak, dia terus mendesak Adit supaya menjawab pertanyaannya, "Dit ini aku bener-bener ingin tahu ya, dan aku harap kamu jawab yang bener, seriusan Ayu adalah calon istri kakakmu, kok bisa sieh."


"Tidak ada yang tidak bisa kalau Tuhan berkehendak." terdengar sangat enteng diucapkan, tapi nyatanya itu sangat sakit bagi Adit.


Angel tidak habis fikir, kok bisa kisah cinta mantan kekasihnya ini serumit ini, "Perasaan kamu gimana Dit."


"Seperti yang kamu lihat Ngel, aku baik-baik saja."


Angel sieh tidak percaya dengan apa yang dikatakan Adit, tapi toh dia tidak mungkinkan mendesak Adit untuk menceritakan kegundahan hatinya, "Kamu bener-bener laki hebat Dit."


"Dari dulu aku memang laki-laki hebat, itu sebabnya dulu kamu mau jadi pacarku "


"Ih, dasar kamu emang Adit, Narsisnya gak pernah hilang."


"Aku harus kesana nieh, kamu mau gabung sama kami." Adit menawarkan.


"Bolehlah, daripada aku seperti kambing congek melihat kemesraan kakakku mending kamu ikut gabung."


Angel terkekeh dan berjalan mengikuti Adit dari belakang.


"Lama amet sieh lo, tuh pesenan lo udah mulai dingin." ujar Arman begitu adiknya tiba


Mata Arman tertuju pada Angel yang berada dibelakang Adit, "Sama siapa lo, pacar baru lo."


Ayu yang fokus membalas chat masuk dari Karin mengangkat wajahnya mendengar kalimat Arman, dan dia melihat Angel sekarang berdiri disampaing Adit dengan senyum manisnya, dalam hati Ayu bertanya-tanya, "Kok bisa mas Adit bersama dengan Angel."


"Cuma temen bang, namanya Angel." Adit memperkenalkan.


"Ralat Dit, mantan yang sekarang menjadi teman." Angel mengkonfirmasi.


"Oh, kamu mantannya Adit, rugi banget Adit ninggalin gadis secantik kamu."


"Iya, abang bener, Adit bener-bener rugi ninggalin Aku, kalau abang belum punya calon, apa abang mau sama aku."


Arman terkekeh mendengar candaan Angel, dia melirik Ayu sebentar lalu kemudian membalas candaan Angel, "Sepertinya iya."


Arman dan Angel tertawa akrab, sedangkan Ayu dan Adit hanya diam karna tidak ada yang lucu menurut mereka.


"Bang, aku boleh gabung disinikan, soalnya gak enak duduk sendirian."


"Boleh donk, gak apa-apakan Yu." Arman meminta persetujuan dari Ayu.


"Iya mas."


Angel tersenyum kearah Yu dan menyapa, "Hai Yu, lama ya kita gak ketemu."


Ayu hanya tersenyum tipis menanggapi sapaan Angel.


"Kamu kenal Ayu."


Jawab Angel, "Kenal donk bang kan kami satu kampus." dalam hati menambahkan, "Gimana gak kenal coba, Ayukan pacarnya Adit, gadis yang dulunya setengah mati aku benci karna merebu Adit dariku."


"Berarti kalian bertiga satu kampus."


"Iya."


Arman bergantian memandang Adig dan Ayu, "Kalian satu kampus ternyata, kenapa gak pernah cerita."


Ayu terbatuk dicecar seperti itu, saat mengetahui kalau dirinya dijodohkan dengan Arman dan mengetahui bahwa Adit adalah adiknya Arman tidak mungkinkan dia bercerita kalau dirinya dan Adit satu kampus dan mereka berdua pernah pacaran.


Adit berbohong, "Kampus kamikan luas bang, meskipun satu kampus gue emang gak kenal dengan Ayy."


"Ayy."


"Maksud gue Ayu." ralat Adit, dia sudah terbiasa memanggil Ayu dengan panggilan Ayy, hanya dia yang memanggil Ayu dengan panggilan tersebut.


"Dit, meskipun kamu lebih tua dari Ayu, tapi sebentar lagi Ayu akan menjadi kakak ipar kamu, jadi panggil dia mbak Ayu."


"Iya deh."


"Ada masalah apa sieh diantara mereka bertiga ini, kok Adit berbohong gitu ya sama kakaknya dengan mengatakan kalau dia tidak kenal Ayu." Angel bingung, "Tapi ya udahlah, bukan urusankukan." ujarnya dalam hati.


"Oh ya, lo masih inget gak Dit cerita gue." Arman mengganti topik pembicaraan.


"Cerita yang mana."


"Cerita masa kecil gue ketika nolongin gadis kecil yang menangis disekolah ketika hujan lebat."


"Yang itu, terus."


"Cewek itu ternyata adalah Ayu Dit, calon istri gue."


"Ayu, eh maksud gue mbak Ayu, gadis kecil dicerita lo itu mbak Ayu." Adit jelas gak percaya.


Arman mengangguk antusias, "Bener-bener sebuah kejutan kan, gue gak bakalan tau kalau gadis itu Ayu sampai Ayu ngeluarin sapu tangan yang gue berikan waktu itu." Arman mengangkat sapu tangan tersebut.


Adit inget, sapu tangan itu juga yang digunakan Ayu untuk menghentikan tetesan darahnya yang merembas karna menyelamatkan Ayu dari musuhnya yang menculik Ayu, dia tidak habis fikir ternyata sapu tangan itu adalah milik kakaknya, pantas saja waktu itu Arman bertanya tentang sapu tangan tersebut.


"Ini bener-bener sebuah kejutan." Adit mengulang kalimat Arman.


"Kisah cinta yang bener-bener rumit." gumam Angel dalam hati.


*********