
hari sudah siang, mataharipun panas menyengat ketika arman, ayu dan anggi memutuskan untuk pulang, dan tentunya arman akan mengantar ayu terlebih dahulu kerumahnya.
sampai dimobil terjadi perdebatan antara ayu dan anggi,tangan ayu sudah bersiap membuka pintu belakang namun anggi mencegahnya.
"mbak mau duduk dibelakang"
"iya"
"masak bang arman dianggap supir sieh mbak,,mbak duduk didepan donk"
"kan ada kamu gi,kamu aja yang duduk didepan"
"gak bisa donk mbak, anggikan masih kecil,jadi mbak aja gitu yang duduk didepan, kan sama-sama dewasa dengan bang arman, biar obrolannya nyambung gitu, bener gak bang"
arman mengapresiasi usaha gencar adiknya untuk mendekatkannya dengan ayu,untuk itu dia berterimaksih pada adiknya dan berjanji akan memberikan apapun yang anggi mau.
dia berkata " bener yu, kamu dudik didepan aja, soalnya anggi kerjaannya nyerocos mulu kayak tukang obat,, lama-lama didekat dia bisa rusak pendengaranku" ujarnya bercanda
batin anggi "sik abang udah dengan penuh usaha juga anggi mendekatkannya dengan mbak ayu,, eh malah dia ngata-ngatain, untungnya abang sendiri"
ayu tersenyum mendengar cloteh arman"baik deh kalau gitu" putus ayu berjalan kedepan membuka pintu depan mobil.
anggi yang sudah melupakan kejengkelannya pada arman karna mengatakannya tukang obat mengacungkan jempolnya pada arman, arman balas mengacungkan jempolnya karna usaha adiknya berhasil.
karna anggi orangnya doyan ngomong mobil jadi ramai,sepanjang jalan dia nyerecos menceritakan ini- itu, baik itu arman atau ayu menanggapi setiap apa yang diceritakan anggi.
sehingga tidak terasa mobil arman tahu-tahunya sudah berhenti didepan rumah ayu, "mampir dulu mas" cuma basa-basi sebagai sebuah sopan santun.
anggi yang membalas "kami boleh mampir mbak,mas ayok mampir, anggi ingin melihat rumah mbak ayu" rengek anggi.
"eh,,padahal aku nawarinnya cuma basa-basi doank," membatin.tapi dia gak mungkin menarik kembali kata-katanyakan.
"sebaiknya kita pulang saja gi,, ayu mungkin mau istirahat" bantah arman.
"kalau mbak ayu mau istirahat ngapain tadi menawarkan, mbak gak akan istirahatkan mbak, mbak gak capekkan"
"iya mbak gak capek kok" bohongnya untuk menyenangkan anggi padahal dia niatnya mau istirahat "gak apa-apa mas, ayok masuk aja dulu"
"baiklah" putus arman memarkir mobilnya.
begitu ayu membuka pintu dia disambut oleh karin yang langsung menyongsongnya.
"ayu, huhuhu" ekspresi kayak orang mewek, dia tidak memperhatikan orang dibelakang ayu.
"rin,, kamu kenapa" panik ayu.
"huhuhu,,masmu,,"
"mas arya,, mas arya meninggal" jadi salah sangka kan ayu dengan sikap karin yang dramatis.
"apa sieh yu, maksud gue mas sakti"
"apa yang terjadi dengan mas sakti,, jangan bilang mas sakti meninggal"
"ihh ayu,, kenapa fikiran lo meninggal mulu, lo seneng ya abang lo meninggal"
"kalau gitu habis kenapa, kamu bikin orang khawatir aja"
"mas sakti nyuekin gue yu,, padahal gue bela-belain datang demi dia"
"astaga karin,,aku fikir ada apaan,mas sakti emang ada disini"
"hmmm"
"terus kamu tau darimana mas sakti disini"
"mbak ajeng yang ngasih tau"
selain rajin menjodohkan ayu,mbak ajeng juga ternyata ingin menjodohkan mas sakti dan karin.gak heran sieh ayu, kan mbak ajeng dan karin csan.
"sepertinya kami mampir diwaktu yang salah" arman dan anggi yang dari tadi menjadi pendengar menyahut.
ayu baru sadar kalau dia tengah bersama arman dan anggi, sementara karin baru menyadarinya begitu mendengar suara arman.
"duhhh,maaf mas,," ayu meminta maaf "ini gara-gara karin,aku jadi lupa kalau lagi sama mas arman dan anggi" omelnya dalam hati.
"eh,,mas itukan,,mas yang ketemu dikantin,," karin mencoba mengingat "oh iya, mas armankan"
arman mengangguk mengiyakan.
" ternyata ingatanmu masih bagus"
karin malu sendiri dia kemudian meminta maaf " sorry mas,,mas harus melihat adegan dramatis barusan"
"gak apa-apa, aku ngerti kok"
"mbak di tolak yah,,kata temen anggi ditolak itu sakit banget" anggi ikut-ikutan nimbrung.
"hushh" peringat arman pada adiknya "bocil gak usah ikut campur urusan orang dewasa" anggi terdiam mendengar peringatan kakaknya.
karin semakin malu mendengar kalimat anggi barusan.
"ehh,jadi lupa,, ayok mas duduk" ujar ayu menuntun tamunya keruang tamu.arman, anggi dan juga karin mengikuti ayu.
begitu sampai diruang tamu,dimeja penuh dengan sampah plastik makanan,
"lho,,kok jadi berantakan begini,,padahal tadi pagi bersih,gak mungkin mbak asih lupa ngebersihinkan" sambil tangannya difungsikan untuk memungut sampah plastik yang berserakan, "sumpah malunya" membatin."maaf mas berantakan"
"gak apa-apa yu"
karin juga ikut membantu, pasalnyakan ini karna perbuatannya sendiri yang kalau sedih makan sampai overdosis.
arman ikut membantu, "apa yang mas lakukan,mas arman dan anggi mending duduk aja, biar aku dan karin aja mas"
"beneran mas, mas mending duduk aja, maskan tamu" tangan ayu menarik bungkus snack yang ada ditangan arman.
"gak apa-apa yu,aku gak masalah kok" arman mempertahankan bungkus plastik yang telah dipungutnya.
ayu yang bener-bener merasa tidak enak masih berusaha menarik bungkus snack itu "sini mas, biar ayu yang buang"
terjadi adegan tarik menarik, karna laki-laki memiliki tenaga yang lebih besar ketimbang cewek, secara tidak sadar arman menarik kertas itu cukup kuat sehingga membuat tubuh ayu terdorong kedepan, arman yang tidak siap akan hal ini kehilangan keseimbangannya, tubuhnya terjatuh kesofa dengan ayu tepat berada diatasnya.
karin terkejut melihat adegan live romans yang terjadi tepat didepan matanya,dia menutup bibirnya dengan kedua tangan. sementara anggi senyum-senyum penuh arti. karin yang menyadari ada bocah yang tidak seharusnya melihat adegan dewasa tersebut memindahkan telapak tangan kanannya untuk menutup mata anggi.
"anak kecil, gak boleh lihat adegan dewasa"
"apa sieh mbak, ganggu deh" keluh anggi menepis tangan karin.
sementara ayu dan arman sama- sama terkejut dan untuk sesaat mata mereka bertemu. jantung arman berdegup kencang, ayu bisa merasakan degupan itu.
ayu buru-buru menarik tubuhnya,dia jadi salah tingkah dan pastinya malu berat. arman juga melakukan hal yang sama, dia merapikan kemejanya, dia juga tampak terlihat gugup.
"mas,, duduk aja, biar ayu yang bersihin" ujar ayu,kali ini arman tidak membantah.
untuk menutupi rasa malunya ayu dengan cepat memunguti sampah-sampah tersebut.dibantu oleh karin yang senyum-senyum sendiri tidak sabar dia menggoda ayu.
********
"rumah mbak ayu bersih yah,," komentar anggi begitu ruangan itu selesai dibersihkan. tidak bermaksud menyindir seih tapi kok kesannya kayak menyindir gitu.
"iya makasih gi,,mau minum apa"
"gak perlu repot-repot yu"
"gak repot kok mas,, anggi mau minum apa"
"apa aja deh mbak,, kalau calon ipar yang bikin seih udah pasti rasanya enak"
ayu meringis,
"siapa sieh nieh bocah, nimbrung aja kejaanya dari tadi" lirih karin dalam hati.
"tunggu sebentar yah mas,,gi"
"siap mbakku" anggi pose hormat.
ayu berjalan kedapur karin mengekor dibelakang ayu.
" cie,,,cie,,ekhemm,ekhem" karin mulai melancarkan godaanya.
"tenggorokanmu sakit rin, tuh ada jeruk nipis" polos ayu.
karin mengabaikan kalimat ayu, dia menyampaikan intinya "duh ayu,,gimana rasanya jatuh didada bidang itu" karin menyenggolkan lengannya kelengan ayu.
"enak gak yu"
"apa sieh rin,"
"cie,cie,ekhemm,,jadi iri gue" makin gencar karin menggoda ayu yang terlihat malu.
"mending tolongin aku nyiapin minum deh buat mereka, itukan niatmu ngikutin aku kedapur"
"gak,aku niatnya godain kamu"
"ihh,dasar ya"
"eh yu"
"hmmm"
"siapa sieh tuh bocah yang bersama mas arman, gak demen gue sama dia,,"
"itu anggi adiknya mas arman,kenapa kamu gak suka sama dia, dia anaknya baik, manis dan ceria"
"terlalu jujur dia"
"namanya juga anak-anak maklumin ajalah masih polos"
"hmmmm,,,jadi waktu lo kencan tuh bocah ikut jadi penggangu"
"siapa yang kencan dengan mas arman, orang aku kebetulan gitu ketemu sama dia ketika aku ngelatih tari, dia kebetulan nganterin anggi"
"hari minggu lo juga masih ngasih ngelatih tari"
"hmm,,anak-anak itu yang minta, aku mana enak nolak"
"dasar lintah"
"udahlah gak usah dipermasalahin, aku juga gak apa2 kok"
"tapi jangan terlalu baik juga jadi orang yu ntar orang salah memanfaatkan kebaikan lo lagi"
"iya,,ngomong-ngomong mbak ajeng kemana"
"ngajak putri keliling komplek, soalnya tuh bocah ngerengek mulu"
"kalau mas sakti"
"kamar mandi, entah apa yang dilakukan sampai sekarang belum keluar juga dia"
" bantuin aku bawa cemilan ini deh kedepan"
begitu ayu dan karin sampai diruang tamu, sakti sudah duduk disana, ngobrol akrab dengan arman.ayu dan juga karin ikut nimbrung masuk dalam obrolan tersebut, meskipun ayu dan arma masih canggung sieh akibat insiden barusan.
********