I LOVE U AYY

I LOVE U AYY
Baikan



"Anjirrr ya, sumpah, adit romantis banget." komen karin, "Adit bener-bener berjuang untuk mendapatkan lo."


Temen ayu yang lain pada menimpali, "Adit bener-bener cinta mati sama lo yu."


"Lo bikin iri cewek-cewek dikampus yu."


"Sik playboy brengsek akhirnya menemukan tambatan hatinya juga."


"Yu, lo harus....."


Karin belum menyelsaikan kalimatnya karna ayu keburu berlari keluar, tujuannya mana lagi kalau bukan untuk mencari adit, niatnya sudah mantap, dia akan mempertahankan hubungannya dengan adit apapun yang terjadi.


Sementara adit juga yang berniat menemui ayu kini tengah berada di luar kelas ayu, adit membawa buket bunga yang besar dan indah. Ayu berlari, tidak sabar untuk menemui adit, saking kencengnya dia berlari sehingga ayu tidak bisa mengontrol larinya sehingga tabrakanpun tidak bisa dihindari antara ayu dan adit. Ayu jatuh dengan bokong terlebih dahulu menyentuh lantai.


"Awww." ringis ayu kesakitan.


"Ayy, astaga." karna tubuhnya yang kokoh, tabrakan barusan tidak berpengaruh sama sekali buat adit.


Temen-temen ayu pada berhamburan keluar kelas mendengar suara ribut-ribut diluar, sedangkan mahasiswa yang kebetulan lewat pada berhenti untuk menonton adegan apa yang terjadi berikutnya.


Adit membantu ayu untuk berdiri, terlihat jelas adit khawatir, "Ayy, kamu gak apa-apa kan, apa perlu kerumah sakit."


Bukannya menjawab pertanyaan adit, ayu malah menubruk tubuh adit dan memeluknya.


"Mas adit, hu, hu, hu." ayu menangis dipelukan adit, campuran antara rasa kangen dan bersalah lah yang menyebabkan ayu menangis, ayu melepaskan segala beban yang dipikulnya dipelukan orang yang dia cintai.


Melihat ayu yang menangis seperti itu membuat adit salah sangka, "Hey, sakit banget ya, perlu aku gendong kerumah sakit."


"Ayu gak sakit mas, ayu hanya kangen." jujurnya semakin mengeratkan pelukannya.


Ayu melupakan fakta dimana dia sekarang, dimana banyak mata yang menjadikannya pusat perhatian.


Adit tersenyum mendengar pengakuan ayu, dia membalas pelukan ayu, dan berbisik, "Tumben banget gak malu meluknya, didepan banyak orang lagi."


Ayu langsung menjauhkan tubuhnya, dengan rasa malu yang amat sangat dia mengarahkan matanya kesekelilingnya dan melihat banyak pasang mata yang menjadikan dirinya dan adit sebagai objek tontonan gratis. Saking malunya, ayu sampai menutup wajahnya dengan telapak tangannya, "Mas, ayu malu." ujarnya.


Adit berusaha melepas tangan ayu yang menutupi wajahnya, "Mas, aku malu tau."


"Tadi aja pas meluk gak malu." goda adit.


"Ihhh, mas adit nieh."


Adit terkekeh dan mengelus puncak kepala ayu, dia kemudian berjongkok, dan menekuk kakinya, dari bawah adit memandang wajah ayu yang menunduk karna malu, adit lalu mengangkat buket bunga ditangannya kedepan ayu.


"Ayy, aku mencintaimu, aku bener-bener tulus padamu, pliss jangan tinggalkan aku, aku berjanji akan setia padamu dan selalu menjagamu."


Wanita mana coba yang tidak terharu mendengar kalimat tersebut dari laki-laki yang dicintai, cewek-cewek yang menyaksikan hal tersebut pada baper berjamaah.


Tanpa ragu ayu mengambil bunga dari tangan adit, dan mengucapkan, "Mas adit aku juga mencintaimu, aku ingin berjuang bersamamu."


Dengan senyum lebar adit berdiri dan memeluk ayu dengan penuh cinta, ayu membalas pelukan adit dengan senyum bahagia mengembang dibibirnya, terdengar suara teriakan dan suitan disekeliling mereka.


"Romantis sekali sieh."


"Beruntungnya ayu"


"Ayu yang dibaperin, kok gue yang deg-degan."


"Gara-gara nonton romance secara live, kayaknya ntar malam gue gak bakalan bisa tidur."


Itu beberapa cloteh cewek-cewek yang menyaksikan adegan tersebut. Ayu hanya menyurukkan wajahnya didada adit saking malunya.


"Mau ikut denganku." adit berbisik ditelinga ayu, yang dibalas oleh ayu dengan mengangguk.


Adit memegang pergelangan tangan ayu membawanya pergi dari kerumunan, terdengar teriakan dari karin.


"Woe dit, ayu mau dibawa kemana tuh, bentar lagi dosen masuk nieh."


Tapi baik adit dan ayu dengan cuek berjalan tidak mengindahkan peringatan karin. Saat ini ayu hanya ingin bersama dengan adit tidak peduli kemana adit membawanya.


"Sumprett, gue ducuekin." karin jengkel.


"Udahlah, maklumin aja, namanya juga orang lagi kasmaran." timpal rangga yang baru saja tiba.


*******


Ayu dan adit berjalan sambil bergandengan tangan, berjalan dengan cuek tanpa mempedulikan mahasiswa yang melihat mereka disepanjang jalan yang dilewati. Mereka tiba diparkiran, teman-teman adit pada meledek adit.


"Berhasil ternyata ide gue." seru andra melihat adit menggandeng ayu.


"Woe dit, bahagianya dibagi-bagi donk."


"Beres, malam ini ngumpul ditempat biasa, lo pesen apa saja gue yang bayar." janji adit.


Temen-temen adit langsung pada bertos ria mendengar berita bahagia itu.


"Oke kalau gue gitu gue cabut duluan." adit melemparkan kunci motornya kearah arkan, "Kan, lo bawa motor gue."


"Sipp."


Adit membawa ayu menjauh dari parkiran.


"Mas tidak ngumpul-ngumpul di...."


"Dibar." jawab adit sebelum ayu menyelsaikan pertanyaannya.


Ayu mengangguk.


"Syukur deh."


"Kok kamu kayaknya seneng banget kalau aku tidak kebar lagi."


"Ya senenglah mas, habisnya tempat begituan membawa pengaruh buruk, mas jangan kesana lagi ya."


"Kalau itu perintah dari calon istriku, maka perintah akan dilaksanakan." adit tersenyum jail.


"Apa sieh mas, lagiankan belum tentu kita berjodoh."


"Emang kamu gak mau berjodoh dengan aku ayy."


"Mau lah mas."


"Kalau begitu, bagaimanapun caranya, kita harus mengusahakan supaya kita berjodoh oke."


"Emang bisa, kan jodoh ditangan tuhan."


"Makanya itu, mulai sekarang kamu dan aku harus rajin berdoa supaya dijodohkan oleh tuhan."


Ayu tertawa mendengar kalimat adit, "Eh mas, kita mau kemana sieh, motor mas kan diparkiran."


"Rahasia donk." adit sok misterius.


Mereka berjalan sampai luar kampus, ternyata adit menuntun ayu kehalte, mereka terus berjalan sampai adit berkata, "Astaga, bisnya udah pergi ayy, cepetan kita kejar."


Adit berlari diikuti oleh ayu, tangan mereka bertaut erat, kejadian ini tentu saja mengingatkan mereka pada pertemuan pertama mereka, kejadiannya persis seperti ini, tapi bedanya sekarang adit memegang tangan ayu dan tidak akan pernah melepas tangan ayu. Mereka berdua malah tertawa, mungkin mengingat kejadian waktu pertama kali mereka bertemu.


"Mas ingat gak pertemuan pertama kita." ujar ayu sambil berlari.


"Mana mungkin aku bisa lupa saat bertemu untuk pertama kalinya dengan cinta sejatiku."


Ayu tersenyun semakin erat menggenggam tangan adit.


Dan akhirnya mereka berhasil mengejar bis, kebetulan tidak banyak penumpang sehingga masih ada kursi kosong yang bisa ditempati.


"Sebenarnya kita mau kemana sieh mas, kenapa naik bis."


"Kamu akan tau nanti, aku yakin kamu suka." adit masih tidak mau memberitahu ayu.


"Sok misterius banget sieh mas."


"Lihat keluar jendela deh ayy."


Ayu melakukan apa yang disarankan oleh adit, ternyata bis sudah jauh membawa mereka keluar dari pusat kota, sehingga pemandangan yang dilalui dikiri kanan berupa bentangan persawahan hijau.


Senyum ayu mengembang, ingin bertanya kemana adit akan membawanya, tapi niatnya itu diurungkan karna pasti adit tidak akan memberitahunya.


"Indah ya."


Ayu mengangguk, matanya fokus menatap keindahan ciptaan tuhan yang dilalui oleh bis yang membawa mereka.


"Ayy, aku tau pemandangannya indah, tapi jangan anggurin yang disebelah juga donk." adit pura-pura ngambek.


Ayu memutar lehernya kearah adit, kebetulan adit juga mengarahkan wajahnya kearah ayu, sehingga bibir mereka bersentuhan.


"Apa sieh mas, sengaja ya."


Dengan senyum jail adit berkata, "Ya udah nieh aku balikin." adit kembali menempelkan bibirnya dibibir ayu.


"Ih, dasar modus."


"Gak apa-apa lah modus sama pacar sendiri." goda adit membuat wajah ayu jadi bersemu.


Karna perjalanan yang cukup jauh sehingga membuat ayu terlelap, adit meletakkan kepala ayu dipundaknya supaya ayu bisa tidur dengan nyaman.


"Ayy, bangun sayang, kita sudah sampai."


Ayu mengucek matanya, "Udah sampai mas, kita dimana."


"Coba lihat keluar."


Ayu mengarahkan bola matanya keluar, hamparan air berwarna biru menyambut indra penglihatannya.


"Pantai mas." ujarnya semangat, seketika kantuknya hilang begitu saja.


"Kamu suka."


"Suka banget mas."


"Keluar yuk." adit menggenggam tangan ayu dan membawanya keluar.


Begitu berada diluar ayu langsung berlari menuju pantai, dibelakang adit hanya menggeleng melihat kelakuan pacarnya tersebut.


"Mas kesini." teriak ayu yang sudah bermain air layaknya anak kecil.


Adit yang dari tadi hanya menjadi penonton berjalan mendekat, begitu dia sudah sampai, ayu tiba-tiba memercikan air kearahnya.


"Astaga, jail banget sieh kamu, baiklah kalau itu yang kamu inginkan." ujar adit.


Adit membalas dengan memercikkan air kearah ayu, terjadilah perang air antara dua orang dewasa tersebut.


*********