
Masalah tidak begitu saja selesai buat ayu, karna begitu dia dan arya sudah berada didalam
umah,arya bertitah “temui mas diruang kerja”
Ayu tau kakaknya tidak mungkin melepasnya begitu saja, kalau arya menyuruhnya keruang
kerja, alamat arya akan mengeluarkan segenap amarahnya untuk memarahinya.
Dalam perjalanannya menyusul arya keruang kerjanya dalam hati ayu tidak henti-hentinya
berdoa “semoga kak arya tidak menghukumku ya allah,semoga kak arya tidak
menghukumku”
Benerkan, begitu ayu membuka pintu ruang kerja arya,sorot tajam mata arya langsung
menyambutnya,ayu langsung menundukkan pandangan begitu matanya bersirobok dengan
mata arya. Ayu telah menyiapkan mental untuk kemungkinan terburuk.
“duduk” perintah arya.
Ayu duduk disofa yang tersedia disana.
“jadi,,,”mulai arya “siapa laki2 itu”
Pertanyaan ini sudah biasa ditanyakan,dari pengalaman terdahulu, arya adalah tipe kakak
yang seneng mengulangi pertanyaan,padahal diluar juga sudah ditanyakan dan dia
mendapatkan jawabannya langsung dari orangnya langsung.
Ayu menjawab, jawaban yang sama“adit mas,,temen kuliah ayu,”
“kamu janjian pergi sama dia,sengaja meninggalkan acara begitu,,membuat kami kahawatir”
“gak mas,,ayu bener2 tidak sengaja bertemu dengan mas adit,,ayu meninggalkan acara karna
murni karna malu berada disana dengan pakaian kotor”
“terus kenapa kamu bisa bertemu dengan dia” cecar arya.
ayu menceritakan setiap detail kejadian yang dialaminya tanpa ditambah atau dikurangi.
“taurannn,,,,”respon arya dengan nada tinggi begitu ayu menyelsaikan ceritanya “jadi bener
dugaan kakak,kalau laki-lak itu adalah laki-laki tidak bener”
Ayu membela “mas adit sedikit baik kok mas,,dia tidak jahat-jahat amet,,buktinya dia
nolongin ayu”
“meskipun begitu,,mas tidak suka kamu bergaul dengan laki-laki model begituan,,laki-laki
seperti itu tidak baik untuk dijadikan temen,, apa sebegitu tidak adanya yang mau berteman
dengan kamu sampai laki-laki berandal begitu juga kamu jadiin temen”
Ayu hanya diem mendengarkan “mas mengkhawatirkan kamu,,kamu harus pinter2 memilih
temen,,salah memilih teman kamu juga akan ikut terjerumus,,kamu adalah tanggung jawab
mas,,mas sangat menyayangi kamu,mas tidak mau terjadi apa2 sama kamu,,kamu tau tidak
begitu mengetahui kamu pulang duluan mas dan mbakmu sangat khawatir sampai kami juga
memutuskan untuk menyusul kamu meskipun acara belum selesai”
“iya mas,,ayu minta maaf,,ayu janji tidak akan mengulanginyalagi” janji ayu merasa bersalah
karna membuat kakaknya khawatir.
Arya mengelus puncak kepala adiknya,sesuatu yang jarang dilakukakannya,tatapan matanya
juga melembut,ayu sampai heran dengan sikap kakaknya, “kamu sudah besar sekarang,,tapi
bagi mas kamu tetap adik kecil mas yang harus tetap mas jaga dan lindungi,,mas hanya ingin
kamu mendapatkan yang terbaik” ayu terharu mendengar ketulusan arya,ingin rasanya dia
menangis.
“kamu boleh keluar”
“ehh” merasa tidak percaya,
“istirahat,,besokkan kamu kuliah”
Ayu mengangguk dan berbalik menuju pintu keluar,sebelum dia bener2 keluar dia berbalik
dan berkata “mas juga istirahat,,besokkan mas kerja” yang diangguki oleh arya.
Begitu pintu terbuka, ayu menemukan sakti dan ajeng menempelkan telinganya dipintu,dua
orang itu terkejut karna kepergok nguping, baik sakti dan ajeng mengelus dada karna ayu
yang memergoki mereka, coba kalau arya, entah apa yang terjadi dengan mereka.
“udah selesai yu,,masmu tidak lepas kendalikan”ajeng bertanya khawatir
“gak mbak,,mbak lihatkan ayu keluar dengan utuh” ayu mengerti kekawatiran kakak iparnya.
“apa ku bilang mbak,,mas arya tidak mungkin tega mencongkel mata adik kesayangannya
ini,,sik tuan putri begitu sangat berharga” komentar sakti dengan nada sinis “coba deh kalau
aku yang ngelakuin kesalahan sedikit saja,,pasti berakhir dirumah sakit”
Ayu menunduk membenarkan kata-kata yang dilontarkan sakti,sejak kecil dia memang lebih
disayangi dan diutamakan,baik oleh almarhum orang tua mereka, atapun oleh dua kakak
mereka yang lainnya,itulah mungkin yang menyebabkan sakti selalu bersikap sinis padanya.
“sakti,,gak boleh ngomong gitu,,mas arya sayang dengan kalian berdua” ajeng memberi
“hemmm”
“dia tidak apa-apa kan mbak,,jadi aku sudah bisa pulang” dari tadi sebenarnya sakti sudah
berniat pulang keapertmennya tapi ditahan oleh ajeng,
“tidak nginep disini saja,,udah malem lho ini”
“gak deh,,”
“yaudah kalau begitu,,kamu hati-hati ya”
“hemmmm”
“mas sakti” panggil ayu,sakti yang sudah melangkah membalikkan badannya.
“apa”
“hati2 mas,,jangan ngebut-ngebut”
“hemm” lagi-lagi jawabannya.
*******
“siapa cowok barusan,,hayo ngaku,,itu pacar kamu yah” goda ajeng, dia mengikuti ayu
kekamarnya hanya untuk menanyakan hal tersebut.
“ih,,gak mbak”
“ayok ngaku saja sama mbak,,kamu taukan mbak bisa jaga rahasia,,”
“gak mbak, dia bukan pacar ayu,,lagian mbak gak bisa lihat penampilannya kayak,,,”
“berandalan”
“hemmm”
“tapi ganteng lho yu anaknya”
“ganteng juga percuma mbak kalau berandalan dan brengsek”
“huss,,jangan menjelek-jelekkan orang,, gak baik”
“ini kenyataan mbak,,dia itu terkenal dikampus”
“idola kampus”
“ya,,,”
“keren,,udah mbak duga sieh,,kalau lihat tampangnya diatas rata-rata wajarlah dia
menyandang predikat sebagai idola kampus,,”
“denger dulu mbak ayukan belum selesai,,,”
“iya,,iya mbak dengerkan
“ya memang menurut yang ayu denger mas adit emang idola kampus,,disukai banyak wanita”
“wajar sieh ganteng gitu,,siapa yang gak suka?” potong ajeng.
“denger dulu donk mbak,,kalau ayu udah selesai ceritanya baru mbak kasih komen”
“iya deh,,iya ayok cerita”
“Adit emang idola kampus tapi dia lebih terkenal karna kejelekannya mbak,,mau ku kasih tau
daftar kejelekannya,pertama suka mainin cewek,kedua, berantem, ketiga,tauran dan masih
banyak lagi deh mbak kejelekannya yang lain,,cowok seperti itu berpotensi besar
menimbulkan masalah mbak,,” dalam hati ayu menambahkan “belum apa2 dia juga udah
memasukkan aku dalam masalahnya” ayu melanjutkan”intinya mbak ,,ayu tidak suka
cowok model begituan deh ”
“jangan bilang begitu,,ntar kamu malah suka lagi”
“gak bakalanlah mbak,,mas arya juga ngelarang ayu temenan sama dia,,mas arya gak perlu
ngelarang, ayu juga dengan suka rela menjauhinya”
“tapi dia nganterin kamu lho yu dengan selamat sampai rumah itu tandanya dia baik,,gak mau
dipertimbangin tuh buat dijadiin calon”
“dihh,,mbak kok jadi goda ayu gini seih”
Ajeng tertawa karna berhasil menggoda adik iparanya yang masih polos, dan karna suaminya
membuat ayu belum pernah yang meraskan yang namanya pacaran sampai sekarang.
“oh,,ya” ajeng menghentikan tawanya “tadi diacara itu,,mbak berkenalan dengan anak rekan
bisnis mas arya,,ganteng lho yu masih muda,,pewaris bisnis keluarganya lagi,,sayang sekali
kamu tidak bertemu dengan dia”
“maksud mbak apa”
“yah siapa tau gitu dia kepincut sama kamu yu,,”
“apa2an sieh mbak,, ” ayu heran kenapa ajeng begitu ngebet ingin melihat ayu deket dengan
laki-laki, mungkin ajeng takut ayu keburu menjadi perawan tua,,kalau hal itu terjadi orang
yang paling utama disalahkan adalah suaminya,karna dia penyebab ayu belum punya pacar
sampai sekarng.
*******