I LOVE U AYY

I LOVE U AYY
Pliss Jangan Tinggalkan Aku



"Ayu maunya kemana." arman mengajukan pertanyaan begitu dia sudah menjalankan mobilnya.


"Terserah mas." jawab ayu.


"Mmmm, gimana kalau kita nonton, ayu mau gak, filmnya bagus-bagus lho."


"Terserah mas saja deh."


"Kalau gitu, kita nonton saja ya." putus arman.


"Hmmm."


karna jawaban yang sering didapatkan hanya terserah, arman melajukan mobilnya kesebuah mall yang didalamnya terdapat bioskop


"Mau nonton film apa yu." arman kembali bertanya sembari memperhatikan poster film.


"Apa saja mas."


"Bagaimana kalau drama romantis saja, cewekkan sukanya yang romantis-romantis." arman menyarankan sambil menunjuk poster film yang dimaksud.


"Itu juga boleh."


Arman tersenyum, "Aku boleh minta tolong."


"Apa."


"Kamu tolong belikan popcorn dan sekalian minum ya yu, biar aku yang ngantri beli tiket, biar cepat."


"Iya mas."


Dan setelah beberapa saat menunggu, arman sudah mendapatkan tiket film yang akan ditonton, mereka memasuki bioskop dan duduk dikursi sesuai dengan tiket mereka.


Arman sieh menikmati film pilihannya, buktinya arman nonton dengan khyusuk, sedangkan ayu hanya raganya saja yang ada disana, sedangkan hatinya terus memikirkan adit, iya, ayu bener-bener kangen sama adit, meskipun sudah berusaha melupakannya seperti yang dianjurkan oleh arya, tapi bayangan adit tidak pernah hilang sedetikpun. Beberapa hari memang adit gencar menghubunginya ataupun menemuinya, tapi dua hari belakangan ini adit tidak terlihat batang hidungnya, mungkin dia sudah bosan juga karna dicuekin melulu sama ayu, ayu sieh bukannya cuek, dia terpaksa karna disuruh arya.


Suasana temaram didalam bioskop dan syahdu, dan karna film dilayar banyak menampilkan adegan romantis sehingga membuat arman terbawa suasana sehingga diluar kesadarannya dia mendekatkan wajahnya kewajah ayu, dan mencium bibir ayu, ayu yang saat itu fikirannya tengah melanglang buana tidak menyadari apa yang dilakukan arman, dia baru menyadarinya begitu bibir arman menempel dibibirnya. Ayu langsung mendorong dada arman dan melayangkan sebuah tamparan dipipi arman, dan setelah melakukan hal tersebut, ayu berdiri dan berlari meninggalkan arman. Arman yang tidak menduga akan mendapatkan penolakan dari ayu hanya memegang pipinya yang terasa panas, sumpah dia menyesal telah mencium bibir ayu, dia lepas kendali, tidak seharusnya dia melakukan hal tersebut, apalagi mereka belum berstatus sebagai sepasang kekasih, wajarlah ayu menamparnya.


Beberapa menit arman memikirkan apa yang dia lakukan barusan, sampai dia sadar, dia harus mengejar ayu.


Yang ada difikiran ayu saat ini adalah adit, dia merasa sangat bersalah sama adit karna ayu berfikir telah menghianati adit, pelupuk mata ayu digenangi oleh air mata sehingga membuatnya tidak fokus pada jalan sehingga dia tidak sadar menabrak seseorang yang membuatnya terjatuh.


"Maafkan saya mas." ujarnya berusaha berdiri.


"Ayu," tegur cowok yang ditabrak ayu.


"Mas badrun." ayu tidak menyangka ternyata yang dia tabrak adalah badrun, temen satu kelasnya yang sering dibilang karin naksir sama karin.


"Lo disini sama karin yu." badrun menyimpulkan karna tahu ayu dan karin bersahabat.


"Gak mas, aku sendirian kok." bohongnya, padahalkan dia tengah bersama arman tapi ditinggalkan.


"Eh, lo kenapa yu, lo nangis ya." tanya badrun melihat mata ayu yang berkaca-kaca.


"Eh, gak kok, ini kelilipan aja."


"Oh gitu."


"Mas, aku bisa minta tolong gak."


"Minta tolong apa."


"Kamu bisa anterin aku pulang gak."


"Boleh, asal..." badrun menggantung kalimatnya.


"Asal apa mas."


"Comblingin gue sama siti ya."


Dalam hati ayu tertawa, "Astagaa, badrun sukanya sama siti toh, kenapa karin yang selalu kegeeran ya.", ayu melisankan, "Siti, bukannya kamu sukanya sama karin mas."


"Siapa juga yang suka sama karin, udah galak, bodoh lagi."


Ayu sumpah ingin tertawa mendengar kalimat badrun, untuk sesaat dia melupakan rasa sedihnya.


"Jadi selama ini ternyata mas sukanya sama siti, bukan sama karin."


"Bukanlah, meskipun karin cantik tapi tidak cocok dijadikan sebagai istri, dia terlalu galak."


Kali ini, ayu tidak bisa menahan tawanya mendengar kalimat badrun, "Mas, mas, ada ada saja."


"Ya udah yuk gue anterin." ajak badrun berjalan didepan diikuti oleh ayu dari belakang.


********


"Mampir dulu mas." tawar ayu begitu turun.


"Gak deh, ntar adit ngamuk lagi."


"Lho, apa hubungannya dengan mas adit, inikan rumahku."


"Ya jelas adalah, lo kan pacarnya adit, ntar kalau gue mampir difikir gue ngapelin pacarnya lagi, bisa celaka dua belas gue."


"Apaan sieh mas, mas adit gak segitunya kali."


"Gak segitunya gimana, waktu kamu nyuekin dia saja, adit udah kayak mau makan orang hidup-hidup."


"Mas terlalu melebihkan." ayu menanggapi karna tidak percaya dengan kata-kata badrun.


"Terserah deh, lo percaya atau gak. Ya udah deh yu, mending gue balik saja, jangan lupa ya, comblangin gue dengan siti, pujaan hati gue."


"Iya, aku usahain."


"Oke kalau gitu, gue balik, dah ayu." pamit badrun menjalankan motornya.


Yang dibalas oleh ayu dengan melambaikan tangan sebelum masuk ke gerbang rumahnya.


Begitu dia masuk, dia melihat arman tengah duduk diteras rumah menunggunya, begitu melihat kedatangan ayu, arman langsung berdiri.


"Yu, aku minta maaf, aku khilaf." arman menjelaskan.


"Mas arman mending balik saja, aku capek mas ingin istirahat."


Ayu berjalan melewati arman tanpa mau melihat wajah arman, arman menarik pergelangan tangan ayu, gak rela melepas ayu begitu saja sebelum mendapat maaf dari ayu.


"Yu, aku bener-bener menyesal atas kejadian barusan, kamu maukan maafin aku, plisss." arman memohon.


Ayu melepas cekalan tangan arman dari pergelangan tangannya sebelum berkata, "Apa yang mas lakukan barusan diluar batas mas."


"Aku tau yu, makanya aku meminta maaf."


Ditengah suasana tengah serius seperti itu, ajeng tiba-tiba keluar dan langsung saja menegur tanpa melihat situasi.


"Kalian sudah pulang, cepet amet pulangnya."


"Iya mbak, ayu katanya ada tugas kuliah yang harus diselsaikan." arman berbohong.


Ayu menggunakan kesempatan tersebut untuk kabur dari sana, "Ayu masuk dulu mbak."


Ajeng mungkin tidak bisa mengartikan raut wajah adik iparnya sehingga tanpa bertanya apa-apa lagi dia membiarkan ayu masuk, "Masuk dulu yuk man."


"Gak usah deh mbak, lain kali saja."


"Owh, baiklah kalau begitu, salam ya buat anggi dan papa dan mama kamu."


Arman mengangguk sebelum berjalan ke mobilnya.


***********


Semalaman ayu menangis karna merasa telah menghianati adit karna telah membiarkan orang lain menciumnya, ayu sudah mengelap bibirnya dengan tisu dan mencucinya berulang kali. Ayu tidak pernah berniat untuk meninggalkan adit, dia menjauhi adit karna suruhan dari arya, kali ini dia berfikir, kenapa dia harus mengikuti keinginan kakaknya itu, ini adalah hidupnya, dia berhak menentukan dengan siapa yang dia inginkan untuk bersama. Oleh karna dorongan tersebut, ayu meraih ponselnya untuk menghubungi adit, tapi ketika akan menghubungi nomer adit, dia mengurungkan niatnya, ayu merasa malu, fikirnya kalau dia menghubungi adit, adit tidak akan mau mengangkat panggilannya, karna capek berfikir hal yang tidak-tidak, akhirnya dia terlelap dan terbawa kealam mimpi.


Selama satu minggu belakangan ini, arya selalu rutin memberikan ayu nasehat, nasehatnya tetap sama yaitu, "Jauhi adit, dia membawa pengaruh buruk sama kamu."


Tapi sayangnya, kali ini ayu tidak ingin mendengar nasehat kakaknya, karna dia fikir dia berhak menentukan jalan hidupnya dan memilih laki-laki yang dia cintai, tentu saja hal tersebut tidak diucapkannya didepan arya, hanya di ucapkan dalam hati.


Dikampus, ketika ayu berjalan dikoridor kampus, baru beberapa langkah, seorang cewek yang tidak dikenalnya menghampirinya dan memberikan setangkai bunga mawar merah.


"Ayu ya."


Ayu mengangguk.


"Ini bunga buat lo."


Ayu mengambil bunga tersebut dengan raut wajah bingung, dia ingin bertanya, tapi cewek itu keburu pergi. Dan baru beberapa langkah lagi, kali ini seorang cowok yang tidak dia kenal juga menghampirinya dan memberikannya setangkai bunga lagi, dan hal tersebut terjadi berulang kali sampai dia memasuki kelas, saat ini ditangannya ayu membawa bunga yang lumayan banyak pemberian dari beberapa orang yang tidak dikenalnya.


Ayu berjalan ketempat duduknya, beberapa temannya sudah pada datang dan menatap satu arah yaitu depan, ayu tidak sadar apa yang terjadi, sampai karin membalikkan badannya kearah white board yang ada didepan kelas. Di white board terdapat tulisan besar yang berbunyi.


AYY, I LOVE YOU,


PLISS JANGAN TINGGALKAN AKU


********