
Sepanjang dalam perjalanan pulang dari rumah ayu, anggi tak henti-hentinya menggoda arman. anggi juga memaksa arman menceritakan bagaimana arman dan ayu bisa saling kenal. arman sebenarnya bukan tipe orang yang bocor yang menceritakan kisah hidupnya pada orang lain termasuk pada adiknya sendiri. Tapi rengekan anggi membuatnya terpaksa menceritakan dari awal sampai akhir kisah tentang perkenalannya dengan ayu. Ketika arman mengakhiri ceritnya, anggi yang dari tadi jadi pendengar setia dak khusuk langsung berkomentar.
"Oooo,,jadi abang jatuh cinta pada pandangan pertama,ihh,jadi iri anggi sama mbak ayu ditaksir sama cowok ganteng kayak abang"
"kamu ya" arman mengacak-ngacak puncak kepala adiknya "paling bisa bikin kepala abang membesar"
"hehehe,uang jajannya ya bang ditambahin"
"iya,tapi kamu harus janji belajar yang rajin"
"siap bosku, bonus buat abang, anggi bakalan mengeluarkan usaha paling maksimal buat bantu abang supaya bisa dapetin mbak ayu" janji ayu sungguh-sungguh.
"abang bisa usaha sendiri, jangan ikut campur urusan orang dewasa, belajar aja kamu yang bener"
"baik,baiklah,anggi tidak akan ikut campur" anggi menambahkan dalam hati "tapi bohong,meskipun abang pinter, dan bisa diandalkan tapi abang tidak bisa diandalkan dalam hal asmara,untuk itu anggi dibutuhkan disini kalau perlu anggi akan melibatkan mama"
arman dan anggi tiba dirumah,sementara anggi langsung masuk,sedangkan arman masih digarasi memarkir mobilnya.
"abangggggg,,"jerit anggi begitu melihat adit yang sudah terlihat rapi. rapi menurut ukuran adit seih sebenarnya buat orang normal seperti arman penampilan adit kurang lebih seperti preman.dengan rambut acak-acakan,celana jeans robek dibagian lutut dan menggunakan jaket persatuan geng motor. penampilannya bener-bener menggambarkan anak badung.
karna suasana hatinya tengah baik anggi melupakan kekesalannya terhadap adit yang tidak mau mengantarnya tadi pagi.
anggi berlari menghampiri adit yang sepertinya bersiap akan pergi.
Anggi menilai penampilan adit"Kitakan orang kaya bang,mampu beli pakain beserta toko-tokonya,tapi kenapa pakaian abang kayak preman tanah abang"
"kalau lo gak tau mode, mending gak usah gunain bibir monyong lo untuk komentar"
anggi mencebikkan bibirnya "mode kok robek-robek begitu,kayak negara kita kekurangan benang aja"
"lo nyamperin gue bukan untuk ngomentarin cara berpakaian guekan"
anggi inget niat utamanya nyamperin adit.
"abang tau gak,," anggi menggamit lengan adit.
"gak"
"ihh, abang suka gitu" kesah anggi.
"habis gimana, gue bener-bener gak tau"
"mau denger cerita anggi gak"
"gak, gue gak punya waktu buat dengerin cerita bocil"
"bodo amet,Anggi maksa abang buat dengerin cerita anggi titik gak pakai koma, paham abang"
"mau cerita apa sieh lo kayak penting aja"
" sangat penting, lebih penting dari surtinah bunting duluan,"
surtinah yang kebetulan tengah lewat dan mendengar dirinya disebut bunting pastinya menyela.
"neng anggi main fitnah aja,riska masih suci,polos dan lugu atuh,"
"suci,polos,dan lugu apaan, palingan lo udah di grepe-grepe oleh satpam tetangga sebelah" balas anggi.
"riska masih perawan neng,mas, gak percaya,perlu tes"
"mana gue peduli lo masih perawan kek, udah jebol kek, yang pasti gue gak bakalan mau sama lo meskipun didunia ini wanita hanya lo doank" tandas adit pedas.
anggi tertawa ngakak, surtinah merengut "mas adit suka gitu ih,pedes bibirnya kayak sambal terasi,"
"jangan merengut lo, tambah jelekkan lo"
"mending lo go away deh surti, gue ada urusan penting sama abang gue" usir anggi.
"sunguh teganya, teganya dirimu" nyanyi dangdutkan dia sambil tidak rela berlalu dari sana.
adit juga akan pergi tapi keburu lengannya ditarik anggi "ihh, dengerin abanggg,rugi kalau gak denger"
adit acuh tak acuh, gak berniat mendengar apa yang akan diceritakan oleh adiknya. namun anggi tak peduli dia mulai menggerakkan bibirnya untuk bercerita.
" ternyata pelatih tari anggi merupakan gadis yang selama ini diincar oleh bang arman, bang arman masih dalam tahap PDKT, dan anggi sebagai adik barbakti sampai titik darah penghabisan akan membantu bang arman"
" ya allah surtinah, kenapa kerjaan lo nyambung mulu kayak kartu XL" keluh anggi.
"hehe,,maaf neng, tapi kalau menyangkut mas arman ganteng,riska selalu ingin tahu"
anggi menghembuskan nafas "punya ART kok gini-gini amat" jadinya anggi membiarkan surtinah ikut nimbrung dalam forum tersebut.
respon adit mendengar cerita anggi"oh,jadi pelatih tari lo incaran bang arman,bang arman masih belum berhasil naklukin tuh cewek, bener-bener cowok payah, kalau gue punya waktu gue kasih dia kursus khusus bagaimana kiat-kiat menaklukan wanita"
"meskipun bang adit punya seabrek mantan dan cewek tapi semuanya gak ada yang bener,bikin mama sakit kepala aja" emang setiap wanita yang adit bawa kerumah tidak ada yang bener (gak ada yang bener menurut keluarga adit sieh).emang cantik-cantik tapi akhlaknya itu lho kayak jin ifrit.
"ada saja jawaban lo bocah"
disaat mereka tengah berkumpul, arman memasuki ruangan, melihat tiga orang yang tidak pernah akur berkumpul membuat arman mendekat, ingin tahu dia apa yang tengah didiskusikan oleh tiga orang tersebut.
suara sepatu arman menyadarkan tiga orang tersebut akan kehadiran orang yang tengah jadi objek pembicaraan, anggi buru-buru menyudahi forum diskusi itu.
"sedang apa kalian" arman bertanya.
"lagi ngebicarain,,," adit jelas ingin ngadu tentang apa yang anggi ceritakan barusan namun sayang anggi membekap bibirnya.
" kami tengah membicarakan pacar baru surtinah bang, itu lho bang satpam tetangga sebelah" anggi beralasan.
adit menepis tangan anggi kasar "tangan lo bau tau"
"anggi belum cuci tangan,hehe" beritahu anggi jujur sambil nyengir.
"Pantesan aja tangan lo bau jengkol"
sedangkan dalam hati surtinah mengeluh "riska lagi deh yang difitnah,emang yah wanita sholehan dan cantik sering dizhalimi,tapi riska untungnya sabar, wanita sabar kan disayang pacar"
arman percaya lagi dengan berita hoax yang disampaikaan anggi "perasaan mbak surtinah kerjaannya gonta-gonta pacar melulu deh, cari yang serius mbak, jangan yang suka PHP" arman memang memanggil surtinah dengan panggilan mbak, itu sebabnya surtinah cinta mati sama arman.
"yang kayak mas ya" Lirih surti malu2.
"iya mbak, yang seperti saya, jangan seperti yang itu,tu" arman mendelikkan matanya pada adit.
"lo nyindir gue bang"
"gak nyindir, cuma memberitahu fakta" jawab arman santai.
"betul,betul,betul" anggi membenarkan dengan mengikuti gaya bicara ipin.
" punya kakak dan adik kerjaannya mojokin mulu, aku mah apa atuh cuma anak perungu" Adit menampilkan mimik wajah menderita yang membuat baik itu arman, anggi dan surtinah mentertawakannya.
********
"wah,wah, big boss baru muncul, kemana aje lu bos" tegur marko salah satu anggota geng motor adit.
adit kini tengah berada ditempat yang sering digunakan oleh geng motornya untuk nongkrong, disana telah berkumpul anggota geng motor yang digawangi oleh adit.
Sebelum menjawab pertanyaan marko,adit meletakkan rokok diantara bibirnya, dengan memberi isyarat dia meminta deni untuk menyalakan pemantik untuk membakar rokok yang ada dibibirnya. deni mendekatkan pemantik kerokok yang dihisap adit. adit menghisap rokok itu, menghirupnya dan menghembuskan asapnya.
"sorry bro, akhir-akhir ini gue sibuk" adit berdalih.
"sibuk ngejar cewek yang jadi taruhan lo itu maksud lo" timpal roni
"itu salah satunya"
deni melisankan"kenapa lo niat banget ngejar tuh cewek,cantik juga kagak"
"bukan masalah cantik atau gaknya," sambung dito "tapi taruhannya yang menggiurkan,satu semester tugas diambil alih oleh andra, surga tuh buat anak kuliahan"
"pantes saja sik adit ngebet ngadapatin tuh cewek"
" tapi gara-gara sibuk dengan taruhan itu lo jadi melupakan kewajiban lo sebagai ketua kami bro"
"sorry, sorry sebagai permintaan maaf dari gue, lo semua bebas minum sepuasnya"
tentu saja hal tersebut membuat anggota geng motor itu menyambut dengan gembira. dan selanjutnya iringan motor-motor itu melaju menuju bar yang menjadi langganan geng motor tersebut.
*********