
Sore itu ayu tengah menyiram tanaman bunga dihalaman depan,ketika mobil sakti memasuki
gerbang,dibelakang mobil sakti mengekor mobil yang ayu tidak kenali.
“mas sakti” gumam ayu. Menghentikan aktifitas menyiramnya sementara.
Sakti turun dari mobilnya setelah memarkirnya secara sembarang, dan diikuti oleh
pengemudi mobil yang mengikutinya.
“eh,,dia” ayu tercengang melihat siapa orang yang baru keluar dari mobil tersebut,dia tidak
menyangka laki-laki yang menabraknya diacara rekan bisnis arya bakalan nyasar
kerumahnya.
“kok sama mas sakti,,apa mereka saling kenal ya” ayu bertanya-tanya,matanya tidak lepas
memperhatikan laki-laki tersebut.
“jadi ini rumah lo” cowok itu bertanya dia belum melihat ayu.
“bukan rumah gue,,rumah mas gue,,mas arya,,rekan bisnis bokap lo”
“kelihatan nyaman”
Mata sakti beralih pada ayu yang masih mematung memperhatikan tamunya, “ayu,,ngapain
bengong”
“eh,,,”ayu tersadar,karna teriakan sakti,cowok asing itu juga melihat kearah dimana ayu
berdiri dengan masih memegang slang air. “ini,,,ayu lagi nyiram bunga mas” ayu salting dan
gugup ketika mata laki-laki tersebut menatapnya lekat, untuk menghilangkannya
kegugupannya dia kembali menyiram bunga meskipun fikirannya tidak fokus pada apa yang
dikerjakannya.
Laki-laki yaang tidak lain adalah arman juga sama tidak menyangkanya seperti ayu kalau
mereka bertemu disini.begitu melihat gadis tersebut arman langsung mengenalinya didetik
pertama. “lha,, diakan cewek yang gue tabrak diacara malam penyambutan gue itu,,”
“itu adek gue,,jadi dia yang lo tabrak”
“adek lo,,wah ungkapan kalau dunia selebar daun kelor2 benar adanya ternyata,,kenalin gue
sama adek lo donk”
“lo tertarik sama adek gue”
“sepertinya sieh begiitu”
“gue saranin jangan deh,,”
Arman mengernyit “lo gak suka gue ngedekatin adik lo,,gue cowok baik-baik”
“gue tau,,tapi gue jamin lo bakalan nyerah duluan sebelum bisa mendekati dia”
“maksud lo”
“ lo kudu menyelsaikan serangkaian tes kelayakan dulu dari mas arya sebelum lo boleh
mendekatinya”
“menarik juga,,jadi tertantang gue,,” ungkapnya serius.
“man,,jangan main-main sama adek gue”
“siapa yang main-main,,lo takut kena karma,karna lo sering mainin cewek”
“itukan dulu sekarang gue gak kayak gitu lagi,,”
“bagus deh kalau gitu,,buruan kenalin gue donk”
“iya,,gak sabar banget sieh”
“ayu,,kesini sebentar”
“ngapain mas sakti manggil” tanyaya pada diri sendiri.
“ayu,,,” panggil sakti tidak sabaran karna adiknya belum kunjung beranjak dari acara siram
menyiram.
“iya mas sebentar,” setelah mematikan keran air ayu dengan langkah ragu mendekati
kakaknya dibawah tatapan intens orang asing yang menabraknya.
“hei” sapa cowok itu “jadi nama nama kamu ayu,aku gak nyangka kamu adiknya sakti,sakti
teman aku waktu sma,,oh yah kenalin aku arman, masih ingetkan sama aku” belum
diperkenalkan arman memperkenalkan dirinya duluan.
Arman menyodorkan tangannya untuk dijabat,ayu hanya terpaku masih belum menyangka
dia kalau dia bakalan bertemu dengan laki-laki itu dirumahnya pula.
“dia teman mas yu,,jadi jangan takut dia orang baik,,”
Arman menggoyangkan tangannya sebagai kode supaya ayu menjabatnya,Ayu menjabat
tangan arman,dengan malu-malu sembari menyebut namanyaa “nama saya ayu mas”
“iya,,aku udah tau”
Ayu tersenyum canggung.
“kenapa kamu tidak menghubungi aku setelah kejadian itu,akukan sudah kasih kartu nama”
“untuk apa”
“mau taggung jawab lah”
“heh,,selain lo nabrak adik gue,,lo juga nidurin adek,,wah lo melakukan pengakuan dosa
didepan abangnya sendiri”
“heh,,bertanggung jawab bukan berarti niduran anak orang,,gue meminta ayu menghubungi
gue,,supaya gue bisa membayar tagihan loundry akibat ulah gue”
“oh,,gue fikir,,”
“mesum aja sieh fikiran lo”
“masalah itu gak perlu mas,,udah dicuci kok sama bi asih” beritahu ayu.
“sykukur deh gak perlu keluar uang gue” ujar arman bercanda.
“dasar orang kaya pelit"
“bercanda” arman kembali mengalihkan perhatiannya pada ayu “ayu masih udah kerja atau
masih kuliah” arman kembali bertanya.
Yang ditanya ayu tapi yang ngejawab sakti “ayu masih kuliah,masih semester 3”
“sama aja gue abangnya” berdebatkan mereka.
“kalau ayu kesulitan dalam belajar,,kasih tau aku aja,,nanti aku bantu,,aku cerdas lho
orangnya” promosi.
“eh,,,iya mas,,makasih atas tawarannya”
“jangan sungkan”
“mas ayu masuk dulu deh yah,,ayu mau ngerjain tugas”
“perlu bantuan”
“eh,,gak usah mas,,bisa kok ayu”
“oh ya udah deh,,rajin-rain yah yu”
Ayu mengangguk dan dengan langkah lebar meninggalkan arman dan sakti
“ini gara-gara lo ayu kabur,,kenapa tidak ngebiarin gue pedekate sieh dengan adik lo,,”
“lo fikir gue bakalan ngebiarin lo berduaan dengan adik gue,langkahi dulu mayat gue,,lagian
juga lo gak denger kalau adek gue mau ngerjain tugas” meskipun memang cendrung cuek dan
tidak pedulian sama ayu,sebagai seorang kakak sakti menginginkan adiknya mendapatkan
yang terbaik,dia tidak meragukan arman tapi apa salahnyakan memberikan rintangan buat
sahabatnya yang ingin mendapatkan adiknya,hitung2 untuk menguji keseriusan arman.
“gue udah ada rasa suka sejak pertama kali lihat dia”
“oh,,ya,,”
“hmmm”
“menurut gue sieh tidak ada yang namanya cinta pda pandangan pertama itu Cuma nafsu”
“guekan beda sama lo” arman membela diri.
“oke,,oke,,gue akan ngebiarin lo ngedekatin adek gue,,dengan syarat lo jangan nyakitin dia”
Arman tersenyum lebar “apakah mulai dari sekarang gue harus manggil lo kakak ipar”
“najis lo”
******
“paling kesel deh gue kalau sik daki ini masuk,,bawaannya ingin makan orang mulu dia”
keluh karin begitu dosennya yang bernama pak zaki memasuki kelas, karna dia tidak
menyukai pak zaki dia dengan seenak udelnya manggil pak zaki dengan daki. Bukan salah
karin sebenarnya kalau tidak menyukai pak zaki mengingat hampir seisi kelas juga tidak
menyukai pak zaki yang tensi darahnya tiba-tiba naik dan sering ngasih kuis dadakan. “jangan ngomong gitu,,dia dosen kita lho rin,,dan jangan manggil daki panggil yang bener
biar ilmunya berkah” ceramah ayu,tentunya dengan suara yang hanya karin yang bisa
mendengar.
“malas ah ngomong sama lo,,diceramahin mulu”
Diakhir perkuliahan pak zaki memberikan mahasiswa tugas yang dikerjakan secara
kelompok,masing-masing kelompok terdiri atas 2 orang.
Karin menengadahkan tangannya seperti orang berdoa sembari melafalkan “pliss,,daki
kelompokin gue dengan rangga,,plis,,kalau dikelompokin dengan rangga janji deh gue gak
bakalan manggil lo daki”
Ayu yang mendengar rafalan karin menggeleng, kenapa karin bener-bener ngebet satu
kelompok dengan rangga,pasalnya rangga adalah cowok cerdas dan memiliki otak
encer,setiap mahasiswa dikelas itu juga berharap satu kelompok dengan rangga.
Doa karin ternyata tidak dikabulkan,dia malah dikelompokkan dengan badrun,cowok yang
memiliki level otak yang sama dengan dirinya “ishhh,,malas gue sama badrun,,”
“udah terima saja” ayu menimpali “apa salahnya satu kelompok dengan badrun”
Yang ternyata satu kelompok dengan rangga adalah ayu,karna masih tergolong baru ayu tidak
mengenali semua temen kelasnya termasuk juga rangga.rangga yang duduk didepan menoleh
kebelakang begitu diriya dikelompokkan dengan gadis baru bernama ayu, rangga
menyunggingkan senyum,dibalas oleh ayu.
“itu yang namanya rangga”
“hmmm,,,beruntung amet sih lo sama dia,,tukeran yuk”
“gak akhh,,,ntar diomelin sama pak zaki”
Pak zaki meninggalkan ruangan begitu jam ngajarnya selesai, rangga mendekati ayu “ayu
ya,,kita satu kelompokkan”
“iya mas”
“boleh minta nomer telponnya gak,,biar gampang gitu dihubungi”
“boleh mas” ayu menyebutkan nomer ponselnya dan ayu juga meminta nomer pensel rangga.
“oke,,nanti aku hubungin deh ya bagaimana baiknya”
Ayu mengangguk,karin masih belum putus asa,setelah merayu ayu untuk tukeran temen
kelompok kini dia menghiba pada rangga “ga tukeran kelompok yuk,,gue sama lo,,ayu sama
badrun”
Badrun menjawab dengan nada bercanda “kapok aku sama kamu rin,,kerjanya Cuma jadi
mandor doank kalau satu kelompok dengan kamu”
“ishhh,,,” desah karin.
ayu hanya tersenyum “udah terima aja dengan lapang dada,,”
“ntar aku bantu” rangga memberi harapan,karin tentu girang bukan main.
“serisusan,,wah lo temen gue yang paling baik deh ga”
“tapi lewat doa” ngakak rangga karna berhasil ngerjain karin, ayu juga tertawa.
“dasar jahat lo rangga”
*******