
Begitu sampai dikantin, adit melihat kerumunan orang. Adit langsung menyeruak diantara orang-orang tersebut untuk melihat apa yang terjadi. Ternyata kerumunan orang-orang tersebut tengah menyaksikan dua orang yang tengah bergulat.
"Angel, karin" gumam adit mengenali mantan pacarnya dan juga karin yang merupakan sahabat ayu.
"Anjirr, nafsu banget mereka berantemnya sampai guling-guling begitu," komentarnya.
"Seru nieh, lumayan tontonan gratiss." ujarnya ikut nonton dengan mahasiswa yang lainnya.
Beberapa detik kemudian barulah dia ingat niatnya kekantin yaitu mencari ayu.
"Oh iya, gue lupa." menepuk jidatnya sendiri, "Gue kemarikan nyari sik ayy."
Adit melihat sekeling untuk mencari keberadaan ayu. Disana, bersebrangan dengan tempatnya ayu berdiri terlihat ketakutan dan menahan tangis.
Adit langsung menerobos kerumununan untuk mendekati ayu.
"Ayy, "
"Adit."
"Kamu gak kenapa-napakan." tegurnya.
Ayu menggeleng, jari telunjuknya diarahkan pada dua orang yang tengah bertempur tersebut.
"Karin mas, tolongin dia dia pasti kesakitan." tangisnya pecah setelah itu.
"Ssssstt, jangan nangis oke, aku paling gak bisa lihat kamu nangis." ini untuk pertama kalinya adit mengatakan hal tersebut, padahal sebelumnya adit tidak pernah peduli kalau pacar-pacarnya yang sebelumnya menangis karna ulahnya.
Adit menangkup wajah ayu dengan telapak tangannya yang besar, dengan menggunakan ibu jarinya adit mengahapus air mata yang mengalir dipipi ayu, perlakuan adit tersebut membuat jantung ayu berdetak lebih cepat sehingga reflek menghentikan derasnya air yang keluar dari matanya, apalagi adit tidak langsung menarik tangannya, "Jangan nangis lagi," ulangnya untuk menenangkan ayu, ayu mengangguk.
"Heh," adit membentak cowok yang ada disampingnya, "Kenapa lo malah heboh nyemangatin mereka, bantuin gue misahain sebelum salah satu dari mereka ada yang jadi mayat."
"Eh, iya bener." ujar cowok tersebut.
Adit dibantu cowok itu berusaha memisahkan angel dan karin, dengan formasi, adit yang memegang angel sedangkan cowok tersebut memegang karin.
Dua wanita yang sama-sama kuat tersebut meronta dan menendang-nendangkan kakinya.
"Dasar jal*ng, wanita si*lan," umpat angel, wieh kata-katanya pasti akan mendapat sensor lembaga pertelevisian indonesia.
Karin gak kalah sadis membalas, "Lo yang jal*ng, wanita mur*h*n, nama lo aja yang angel tapi kelakuan lo mirip iblis betina."
Sementara baik adit dan cowok barusan harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk tetap menahan tubuh gadis yang kalau ngamuk bisa bersaing dengan banteng.
Angel yang mengetahui kalau adit yang menahan tubuhnya dari belakang , langsung mencakar tangan adit dengan ganas untuk menyalurkan amarahnya.
"Aww," adit kesakitan, tangannya mengeluarkan darah akibat cakaran angel. Tidak puas sampai disitu angel berusaha mencakar wajah adit, namun dengan sigap adit menghindar
"Lo kenapa diem aja, bantuin gue megang gadis gila ini." bentak adit pada mahasiswa disekelilingnya yang hanya jadi penonton.
"Ngapa dipisah, lagi seru-serunya nieh adegan, gak punya kerjaan banget lo." salah satu dari mahasiswa tersebut menjawab.
"Lo mau gue cekik."
Karna mengenal reputasi adit, dua cowok langsung membantu adit memegangi angel, karna di pegang oleh 3 orang cowok angel tidak bisa berkutik.
Begitu juga dengan karin, dia sudah bisa ditenangkan.
"Wuuuu, " mahasiswa yang pada nonton barusan bersorak sebelum pada membubarkan diri, "Gak asyik, kenapa pakai dipisah."
********
Ternyata peristiwa pertempuran tersebut sampai juga ditelinga rektor, dan tanpa menunggu lama karin dan angel disuruh keruang rektor guna dieksekusi.
Ayu ikut menemani karin meskipun hanya menunggu diluar ruangan. Ayu merasa sangat bersalah karna dialah penyebab karin mendapat masalah begini.
Ayu mondar-mandir diluar ruangan, khawatir dengan nasib karin. Gak lama kemudian adit datang menghampiri dengan membawa kantong plastik berisi air mineral dan camilan.
"Ayy," tegur adit.
"Mas, karin mas, aku khawatir dengan dia," lapornya.
"Aku yakin karin akan baik-baik saja, segalak-galaknya pak rektor dia gak akan sampai makan orangkan." canda adit untuk menenangkan ayu yang ketakutan.
Berhasil, candaan adit sedikitnya bisa membuat ayu melengkungkan bibirnya.
"Nah, gitu kek senyum, kan manis."
Diluar keinginannya ayu melebarkan senyumnya mendengar kalimat adit.
"Gemesnya," adit mencubit pipi ayu.
"Sakit mas,"
"Sorry, habisnya gemes sieh." adit melepaskan cubitan tangannya dari pipi ayu.
"Mending kita duduk yuk sambil nunggu karin, capek nieh berdiri." adit menunjuk bangku panjang didekat dinding.
Ayu mengangguk. Begitu duduk, adit memberikan sebotol air mineral ukuran tanggung kepada ayu.
"Minum, biar kamu lebih tenang," ujarnya.
Ayu menerimanya, dia berusaha membuka tutup botol yang tersegel. Namun dia kesusahan membukanya, ingin minta tolong adit untuk membukakannya tapi dia malu.
Hal tersebut tidak luput dari perhatian adit, tangannya menyambar botol itu dan berkata, "Kalau gak bisa itu minta tolong ayy, apa gunanya seorang cowok cakep dan kuat ada didekat kamu kalau tidak dimanfaatkan."
"Apaan sieh mas," balasnya malu.
"Terimakasih mas," ucap ayu menerima botol air mineral itu kembali dari tangan adit.
"Kembali kasih ayy,"
"Eh,"
"Jangan kebiasaan ngejawabnya eh mulu deh, "
"Kebiasaan mas,"
"Kebiasaan yang harus dihilangkan."
"Eh,"
"Tuhkan eh lagi."
"Maksud aku, pipinya mas adit masih ada bekas lipstik," ayu mengeluarkan tisu untuk menghilangkan bekas bibirnya itu.
" Udah aku bilang, gak usah dihapus, lagian juga rencananya tujuh hari tujuh malam aku gak bakalan cuci muka."
"Apa sieh mas, kan akunya malu, pokoknya harus hapus, kalau gak, aku gak mau ngomong lagi sama mas." tandas ayu.
"Yahh, jangan gitu donk ayy, kan hampa hidupku tanpamu," ngegombal.
"Apa sieh mas, " ngambek.
"Iya deh, meskipun dengan berat hati, tapi demi kamu aku ikhlas kok, tapi janjikan kamu akan nyium aku lagi,"
"Jangan ngaco deh,"
Ayu berusaha menghapus bekas bibirnya, wajah adit terlihat berat melihat tangan ayu mulai berusaha mengahapus bekas bibir itu.
Tapi tunggu, lipstik yang digunakan ayu waterproof sehingga meskipun digosok bekasnya tidak bisa hilang.
Adit sampai meringis karna pipinya digosok begitu keras.
"Aw, sakit ayy, pelan-pelan donk."
"Sakit yah mas, maaf, ini aku berusaha pelan."
Beberapa menit, belum saja hilang, ayu mulai putus asa, "Gak bisa hilang mas, lipstiknya waterproof,"
Adit tersenyum senang, "Alam ternyata berpihak padaku."
"Dasar lipstik kurang ajar, tega-teganya bikin aku malu, aku janji tidak akan memakainya lagi." janjinya dalam hati.
********
Proses introgasi karin dan angel memakan waktu kurang lebih 30 menitan.
Adit sebenarnya ingin menemani ayu sampai karin keluar, tapi apa dayanya karna ada kepentingan mendesak adit terpaksa meninggalkan ayu.
Ayu langsung berdiri begitu karin keluar dan langsung menyongsong karin dan memeluk karin.
"Rin, hiks, hiks" nangiskan dia, "Maafkan aku rin, ini gara-gara aku"
"Gak apa-apa yu," mengelus punggung ayu, "lagian itung-itung berbakti pada calon adik ipar," sempet-sempetnya karin bercanda.
"Apa sieh rin, gak lucu bercandanya."
"Gue terharu tau gak ternyata lo nagis karna gue."
"Gimana gak nangis, kalau kamu mendapatkan kesulitan gara-gara aku,"
"Udah gak usah difikirin, lagian hukumannya gak berat kok, nguntungin gue malah, "
"Bener hukumannya gak berat."
Karin mengangguk, "Emang hukumannya apa,"
"Diskor selama 2 hari."
"Apa, diskor rin, maaf rin, aku bener minta maaf, pasti tante bakalan marahin kamu. Ini semua gara aku."
"Udah dibilangin gak apa-apa juga, tenang aja, kalau urusan mama." karin mengedipkan matanya "Itu bisa diatur."
Gak lama angel juga keluar, memandang sinis pada ayu dan karin dan memberikan ancaman, "Awas lo ya,"
Karin menjawab, "Gue gak takut sama lo,"
"Udah rin, gak usah bikin keributan, apalagi ini didepan ruangan rektor." ayu menenangkan.
"Janji sama gue, selama dua hari gue gak masuk, kalau sik jalang itu ngapa-ngapain lo, hubungin gue dan gue akan langsung tancap gas buat ngehajar sik jalang itu."
"Tenang aja, aku bisa jaga diri kok,"
"Pokoknya selama gue gak ada, lo jangan jadi wanita lemah yang mau diinjak-injak harga dirinya."
"Iya rin." terharu ayu dengan perhatian karin, "Makasih yah rin, kamu begitu perhatian sama aku."
"Iyalah harus itu, biar lo punya bahan buat nyanjung-nyanjung gue didepan calon imam masa depan gue."
"Karin, dasar kamu yah, masih aja bisa bercanda."
*********