I LOVE U AYY

I LOVE U AYY
Bertemu adit



Setelah diputuskan tujuan pertama mereka adalah nonton,Karin yang bertugas membeli tiket,


kini dia berada diantara pengantri lainnya untuk membeli tiket, sementara ayu ditugaskan


membeli popcorn dan minuman.


“yankk,,,,aku udah dapat tiketnya”


Suara mesra itu mengalihkan perhatian karin yang tengah menunggu giliran membeli tiket,


dia melihat sepasang remaja yang terlihat romantis saling bertukar senyum mesra.


“kamprettt,,,bikin orang iri aja,,” desahnya,karin emang baperan gak bisa lihat orang mesra


dikit pasti baper,maklum efek jomblo,apalagi film yang bakalan ditontonya dengan ayu


adalah film genre romans. Gara-gara hal barusan Dia mengurungkan niatnya membeli tiket.


”udah dapet tiketnya” ayu bertanya setelah menyelsaikan tugasnya, dua tangannya


difungsikan untuk membawa bekal untuk menonton,yaitu popcorn dan dua gelas minuman.


“gak jadi nonton yu”


“lho emang kenapa”


“bikin iri lihat orang pacaran”


“maksudnya”


“yeelah,,gini deh berteman dengan orang yang tidak pernah pacaran,masak hal beginian juga


mesti dijelasin” gerutu karin matanya tidak lepas memandang dua remaja barusan. Ayu


mengikuti arah pandang karin dan barulah dia mengerti.


“terus sekarang kita ngapain donk”


“ikut gue yuk” karin menarik ayu,ayu mengikuti dengan pasrah.


Sekarang mereka berada ditoko pakaian,melihat banyaknya pakain membuat mood karin


membaik kembali “selamat datang disurga” sembari tangannya direntangkan.


“rin gak usah segitunya,,malu tuh dilihat orang”


“gak usah peduli,,ayuk masuk” karin kembali menarik ayu memasuki toko tersebut.


ayu dan karin dengan heboh mencoba-coba pakain yang dijual ditoko tersebut. Tarnyata ayu


yang sebelumnya tidak terlalu hobi shoping tersebut ketularan heboh karna ulah karin. Dia


dengan antusiasnya mencoba setiap pakain yang menurutnya menarik.


“selvi dulu yu,,selvi dulu” mereka dengan narsisnya selvi didepan kaca besar yang tersedia


diruang ganti. “ubah gaya” karin memberi perintah.


Ayu dengan patuhnya menuruti perintah karin,karin kembali memberi kritik “elah gak gitu


juga kali ayu,,masak kayak foto KTP gitu sieh”


“duh,,gimana, habisnya aku gak bisa bergaya sieh”


“lo senyum deh biar manis,,jangan kaku gitu mukanya”


Ayu mengikuti perintah karin dan berpose dengan berbagai gaya,karin mengacungkan jempolnya.


“ini bagus,,ini jelek” karin memilih foto yang menurtnya bagus dan menghapus hasil selvi


yang menurutnya jelek.


“ntar gue posting diig gue yah,,pasti banyak yang koment,sekalian juga gue promosiin lo


siapa tau folower cowok gue ada yang naksir lo”


“jangan ah,,kan malu rin”


“apaan sih,, cantik kok malu,sayangkan cantik-cantik tidak pernah pacaran”


setelah bosan keluar masuk toko pakaian dan membeli beberapa helai pakaian dan membeli


aksesoris, perut mereka mulai berbunyiu membuat mereka memtuskan masuk restoran cepat


saji.


“ehhh” karin menajamkan pandangannya melihat sosok yang familier berada tidak jauh dari


tempat duduk mereka.


“kenapa” tanya ayu


“bukannya itu adit ya”


Ayu berbalik dan melihat sosok yang dilihat karin yang katanya adit,”itu aditkan yu” karin


memastikan.


“iya kayaknya” mata ayu masih terpancang melihat sosok adit yang kini tengah bersama


seorang gadis,dua orang berbeda jenis kelamin itu terlihat mesra denga tangan bertaut diatas


meja tidak mempedulikan orang disekelilingnya.


“emang iya itu adit,,kapan dan dimanapun gue bisa ngenalin dia,,tapi dia sama siapa dia”


ucap karin yakin.


“pacarnya mungkin” praduga ayu.


“dasar cowok,, udah kodratnya pinter ngegombal,,kemarin dia bilang kalau dia alergi


disentuh kecuali lo,itu apa namanya,,gue yakin kalau ditempat sepi mereka udah saling


sosor,ditempat umum aja begitu kelakuannya”


“udahlah,,ngapain jadi ngebahas dia sieh,,dosa lho ngomongin orang”


“lo gak baper dimodusin”


“hmmm,,,kamu kayak gak tau siapa dia” respon ayu biasa-biasa saja.


“lo gak kenapa-napa yu”


“emang aku kenapa”


“gue fikir adit suka lo dan ngejar-ngejar lo”


“ngaco kamu rin”


“elah dilihat sini,,eh dia senyum yu,,eh dia kemari,,pasti nyamperin lo yu,,wah gila pacarnya


didepak gitu aja”


“pura-pura gak lihat deh”


“mana bisa orang dia udah lihat gitu dan meluncur kemari”


“ehh,,dia kemari,,ngapain”


“hanya allah dan dia yang tau”


“hai ayy,,,hai temennya ayy” sapa adit dengan senyum manisnya.


“ha,,,hai adit” karinmasih saja gugup jika berhadapan dengan adit.ayu hanya menoleh sekilas


kemudian fokus lagi deh mengunyah.


“gue boleh duduk disinikan”


Karin lagi yang menjawab “bo,,boleh kok”


“bolehkan ayy”tanya adit


“iya,,lagian kursi itukan bukan punyaku”


“kelihatannya bagaimana” balas ayu.


“kalian gak kencan sama pacar kalian”


“gak punya pacar” karin menjawab.


“masak sieh,,gadis secantik kalian tidak punya pacar”


Entah Cuma modus atau beneran tapi kata-kata adit membuat karin tersipu malu,


“mas sendiri ngapain kesini bukannya lagi sama pacarnya tadi” ayu melempar pertanyaan.


“pacar,pacar yag man,,oh yang tadi,,itu sieh bukan pacar gue dia juga pengunjung


disini,,mencoba ngerayu gue,untung gue gak tergoda” adit menjelaskan tanpa diminta.


“jadi mas baru kenal disini sama gadis itu”


“iya”


Ayu dan karin memiliki Fikiran yang sama dalam benak mereka “baru kenal aja udah


pegang2 gitu”


“setelah ini kalian mau kemana “


“pulang,,”


“kok cepet amet”


“kami udah lama,kalau lebih lama lagi mas arya bisa marah”


“kakak lo yang galak itu”


“hmm”


“sori habisnya beneran galak sieh”


“aduhh perutku”


Ayu dan adit bersamaan bertanya


“kenapa rin” ayu khawatir


“kenapa lo” adit


“kebelet”


“kirain apa”


“bikin orang khawatir aja”


“gue ketoilet dulu ya” karin ngacir meninggalkan ayu dan adit.


Begitu karin pergi,adit memanfaatkan kesempatan tersebut memandang ayu,mata coklat itu


memandang ayu intens,ayu yang menyaadri dirinya menjadi objek pandangan adit jadi salting


“ada yang salah yah dengan wajahku”


“salah sieh gak,,tapi tuh wajah kemanisan bikin gue diabetes meletus”


Ayu yang tidak pernah digombalin cowok itupun terbatuk-batuk hebat,adit menyodorkan


minumannya, ayu menyemburknnya karna pahit,wajah adit menjadi korban hujan lokal yang


diciptakan ayu, antara geli dan merasa bersalah melihatnya ayu memberikan tisu pada dit.


“aduh maaf mas,,maaf,,gak sengaja”


“hmm,,”adit mengelap wajahnya “kelihatan banget gak pernah dimodusin”


“apa mas”


“ah gak,,gue gak bilang apa-apa kok”


“habisnya teh yang mas berikan pahit sieh,,”


“gue sengaja mesen teh pahit,,minumnyakan sambil lihat wajah lo kan manis jadinya”


Ayu tersenyum malu “apaan sieh mas”


“jadi gemes deh lihatnya kalau malu-malu begitu,,jadi ingin nyubit pipinya”


Jadi deg-degan dan gugupkan ayu dimodusin begitu, untungnya Ponselnya berdering jadi dia


tidak perlu mendengar gombalan adit lebih jauh lagi.dilayar tertera nama karin,ayu


menggeser tombol telepon berwarna hijau.


“kenapa rin,,,”


“..........”


“pulang duluan,,,yah,,kok aku ditingglin sieh”


“............”


“iya gak apa-apa,,iya gak apa,,iya,,iya,,”


Ayu memutus sambungan dengan wajah kecewa,pasalnya karin pulang duluan, katanya ada


urusan mendadak.


“lo ditinggalin sama karin”


“hmmm”


“tenang jangan bimbang dan ragu ada mas adit disini,,lo bisa dapat ojek gratis”


Ayu tersenyum masam menanggapi candaan adit, fikirnya ngapain dia ngambil resiko pulang


sama adit,bisa-bisa dia disidang oleh arya,diakan sudah diwanti-wanti untuk menjauhi adit.


“gak usah mas,,ayu bisa minta jemput orang rumah” ujarnya sopan.


“gue cowok baik-baik lho,gak berniat jahat”


“eh iya,,aku tau tapi gak enak ngerepotin mas adit”


Adit tidak memaksa,Ayu berencana menelpon pak rahmat sopirnya untuk menjemputnya,


tapi begitu dia mendial nomernya,ponselnya langsung mati.


“ihhh,,kok mati” kesel, sebelum pergi dia lupa mengecas ponselnya”bagaimana bisa minta


jemput kalau begini” batinnya nelangsa.dia bisa sieh pinjem punya adit atau pinjem


pengunjung restoran tapi masalahnya dia tidak hapal nomer orang rumah satupun, naik taksi


gak mungkin dia udah trauma naik angkutan umum setelah kejadian malam itu,jalan kaki


tambah gak mungkin lagi,bisa-bisa besok baru sampai rumah.


“kenapa,,HP lo mati”


“hmmm”


“pakai punya gue,,gue gak pelit kok orangnya”


“aku gak hapal nomer orang rumah”


Adit sebenarnya ingin tertawa melihat wajah frustasiayu, tapi nggak etiskan tertawa diatas


penderitaan orang lain.


“jadi gue berfungsikan sekarang,,” adit menyungingkan senyum kemenangan.


Ayu menatap adit,dalam tatapannya menyiratkan “terpaksa deh pulang sama mas adit”


********