I LOVE U AYY

I LOVE U AYY
Anak emas, anak perak dan anak perungu



Pagi ini ayu diantar oleh supir barunya, namanya pak rahmat, usianya 50 tahun, ayu berharap


pak rahmat membawa rahmat baginya sesuai dengan namanya.


“pagi neng ayu” sapa pak rahmat sopan.


Ayu tersenyum dan membalas “pagi pak,,bapak sudah sarapan”


“sudah neng”


Pak rahmat bersiap membukan pintu penumpang buat ayu tapi keburu dilarang oleh ayu,


“eh,,ndak usah pak,,biar ayu saja,,”


“ndak apa-apa neng sudah menjadi tugas bapak”


Ayu masuk dan mendudukkan bokongnnyya “makasih pak, tapi untuk selanjutnyapak rahmat


tidak perlu melakukan hal ini lagi,,cukup bawa ayu dengan selamat sampai kampus saja”


“siap gerak neng” pose hormat, ayu tersenyum melihat ulah sopor barunya tersebut


“berangkat sekarang neng” tanya.


“iya”


Setibanya dikampus,ayu memberitahu kalau sudah pulang ayu akan menghubungi pak


rahmat,ayu meminta pak rahmat untuk pulang.disepanjang jalan menuju fakultasnya ayu


merasa dirinya diperhatikan oleh mahasiswa yang kebetulan berada dikoridor, ayu merasa


jengah dan malu juga, dia jadi berfikir apakah ada yang salah dengan penampilannya atau


dandanannya tapi ayu sudah memastikan kok kalau tidak ada dari penampilanya yang begitu


mencolok,dia juga tidak memiliki wajah cantik sehingga membuat dirinya menjadi pusat


perhatian.


“mereka pada kenapa yah kok ngelihatin aku,,apa ada yang aneh ya” fikirnyaa sembari


berjalan.


Pertanyaanya terjawab ketika secara tiba-tiba karin sudah berada disampingnya dan menyapa


“pagi ayu teman baruku” ceria.


Ayu berjengit kaget mendengar sapaan karin yang tiba-tiba disaat dirinya tengah memikirkan


kenapa dirinya menjadi pusat perhatian sepanjng koridor yang dia lewati “astaga” ayu


mengelus dada “kaget aku rin,,jangan muncul tiba2 gitu donk”


Karin terkekeh “gitu aja keget,,makanya neng ayu jangan suka ngelamun sambil jalan ntar


kesambet lho”


“rin”


“hmmm”


“ada ayang aneh gak sieh dengan aku”


“maksudnya”


“dandadanan aku gimana”


“biasa aja sieh”


“penampilan aku”


Karin meneliti dari atas sampai bawah sebelum memberi komentar “agak kuno,tidak staylis


mirip kayak gadis zaman dulu”


Ayu cembrut mendengar penilaian jujur dari karin,tapi dia mengakui sieh kalau


penampilannya agak kuno.


“soryy yu,,habisnya disuruh nilai sieh,akukan orangnya takut dosa kalau bohong jadinya aku


jujur deh,,emang kenapa sieh”


“aku heran aja,, kenapa kayaknya aku diperhatiin gitu yah,,” ayu melarikan matanya


keseliling, melihat mahasiswa lainnya masih memperhatikannya, karin melakukan hal yang


sama.


“seriusan lo gak tau”


Ayu menggeleng,,”guekan udah cerita tuh tentang adit dan reputasinya serta kegantengannya


dengan lengkap dan detail”


“apa hubungannya”


Karin menghela nafas “duhh,,masak perlu gue jelasin sieh,,,gini lho ayu,,berhubung adit


adalah cowok populer dikampus kita,,jadi apapun yang berhubungan dengan yang namanya


raditia bagaskoro itu pasti menjadi pusat perhatian,,termasuk lo”


“kok aku,,akukan gak punya hubungan dengan dia,,”


“ya adalah,,lo gak inget kemarin dia memproklamirkan lo sebagai pacarnya didepan umum ”


“tapikan,,,”


“iya gue tau,,lo sama adit gak pacaran lo Cuma dijadiin sebagai kambing hitam saja,,tapi jelas


lah anak2 nganggapnya lo pacar adit yang baru dan penyebab putusnya adit dan


angel,,makanya lo jadi pusat perhatian,,dan gue yakin lo pasti dibanding-bandingin dengan


angel”


“kayaknya aku mesti nyuruh mas adit meluruskan kesalahpahaman ini deh,,gak enak dilihatin


gitu”


“elahh udahlah gak usah peduli,mereka iri sama lo,,”


“kenapa iri”


“ya karna dianggap lo pacarnya adit,,gue aja pasti iri kalau gak tau kebenarannya,,secara gitu


lho,lo kan anak baru,tidak cantik,,bodi lo juga gak menarik, apa coba yang dilihat adit dari


lo” sadar dirinya keceplosan mendeskripsikan penampilan fisik ayu dengan jujur karin


menutup bibirnya “upss,,sory yu,lo marah yah,duh bukan maksdu gue,,”


Meskipun agak tersinggung dengan kejujuran karin, toh ayu menyadari kalau semua kata-


kata karin 100 persen benar,dia mensyukuri apa yang dia miliki, dia berusaha tersenyum dan


berkata “gak apa-apa kok rin,,apa yang kamu katakan emang kenyataan jadi buat apa aku


marah”


“duhh sory banget,,jadi gak enak aku” karin bener2 merasa bersalah.


“udah dibilang gak apa-apa juga”


“bener lo gak marah”


“iya”


“masih mau jadi temen guekan”


“iya”


“makasih ayu,,temen terbaikku” karin memeluk ayu dan mencium pipnya “mmmuahhh”


Ayu berusaha melepas diri,,”duh,,rin apa2an sih,,,malu tau”


“iya,,iya,,,maaf,,”


“udah yuk mending kita kelas sekarang,,ntar telat lagi kayak kemarin” saran ayu


“yukk” karin menggandeng tangan ayu.s


*******


Ditempat berbeda, pagi itu,setelah bertanya pada satpam rumahnya tentang kondisi


rumah,adit berani melangkahkan kakinya kerumah besar milik keluarganya,tadi pak udin


satpam rumahnya telah memberitahu kalau mamanya pergi entah kemana adit jelas gak mau


bebuyutannya yaitu surtinah menurut informasi pak udin juga tengah pergi kepasar,


sedangkan seperti biasa papanya pergi kekantor sedangkan adiknya yang paling bungsu yaitu


anggi pergi sekolah.


Karna merasa aman,aDit dengan santainya melangkah sampai suara teguran menghentikan


langkahnya


“hmm,,,bagus yah,,baru pulang jam segini,,kemana aja” adit mencari sumber suara yang


sudah dikenalinya mekipun suara tersebut bertahun-tahun tidak didengarnya.


“arman” lirihnya begitu matanya menemukan sumber suara yang menegurnya.


Laki-laki yang dipanggil arman yang ternyata adalah kakak laki2nya itu menyongsong kearah


adit ,mengalungkan lengannya kelehar adit dan menguncinya.


“sakit duhh” adit mengerang


“lo dasar adek durhaka,,dengan tanpa berdosanya lo manggil gue hanya dengan sebutan nama


doankk ”


“uhukk,,uhukk duh lepasin donk,,nama lokan emang arman”


Arman semakin kuat mengunci leher adit ““uhhukk,,uhukk,,sakit begok,lepasin,lo mau bunuh


gue”


“panggil yang bener baru gue lepasin”


“abang,, bang arman” barulah arman melepaskan lengannya dari leher adit.


Adit mengelus lehernya yang masih terasa sakit.


“perlu sedikit kekerasan ternyata biar bisa buat lo jadi adek berbakti”


“kenapa balik sieh,,tinggal saja disono,,kalau lo disini pasti bikin hidup gue susah”


“apa lo bilang,,,” arman bersiap melancarkan seranganya, namun adit keburu menyesali


kalimat yang diontarkan.


“ soryy bang keseleo lidah gue tadi”


Arman memperhatikan penampilan adiknya yang bisa dibilang hancur,wajahnya biru


keunguan,dengan rambut gondrongnya yang acak-acakan.


“lo benaran adek guekan”


“apaan sieh lo bang”


“seorang anak aditama bagaskoro,,memakai celana jens robek,dengan wajah yang tidak


terurus begini,,apa lagi ini” arman memegang rambut adiknya dan melanjutkan celaannya


“rambut kayak orang purba,,kalau papa kita gak mampu buat bayar salon buat nata rambut


lo,,tuh pakai gunting dapur”


“apa sieh lo,,elo aja yang kolot ini lagi trend bang,sebelum ngomentarin gue lo lihat tuh


penampilan elo yang udah mirip kayak bapak-bapak”


“sialan lo ngatain gue bapak-bapak,,ini namanya rapi dan modis,,lo aja yang aneh trend kok


pakai celana robek,,terus tu wajah,,gak layak begitu habis tauran lagi tuh,,’


“yah begitu lah,,,namanya juga cowok”


“jadi ini hal maha penting yang lo bilang semalam sampai gak mau menyambut kepulangan


kakak lo”


“hmm”


Falasback kekejadian semalam


Ketika melakukan pemanasan untuk menghadapi pertempuran dengan geng musuh,adit


mendapat panggilan dari nomer asing,karna penasaran dia mengangkatnya.


“hehh,,,adek durhaka,,dimana lo,,bukannya nyambut kepulangan kakak lo,,malah milih


kluyuran” suara dari seberang.


Tidak perlu bertanya adit tau siapa yang menelponnya “inget pulang juga elo,,gue fikir lo


udah lupa kampung halaman”


“kalau mama gak menghiba-hiba meminta gue pulang,,gue sieh gak mau pulang”


“dasar lo anak durhaka,,lupa sama kulit”


Arman mengabaikan ledekan adiknya,dia kembali bertanya “lo dimana sekarang,,lo gak mau


datang keacara penyambutan pewaris tahta”


“ogahhh,,mama papa emang lebay lebay pakai acara nyambut lo segala,,ngabis-ngabisn duit”


“guekan anak emasnya,,anggi anak perk dan lo anak perungu,,wajarlah papa ngeluarin uang


buat bikin pesta gini”


“iya yang anak emas,,aku mah apa atuh anak perungu”


Arman tergelak mendengar ungkapan adiknya yang terdengar merana.mama dan papa


mereka sebenarnya menyayangi mereka sama rata,hanya saja adit memang sering dimarahi


karna bandel dan susah diatur makanya mereka sering membuat ungkapan ,anak emas,anak


perak dan anak perungu.


“dit gue gak mau tau, lo balik sekarang” bicara serius.


“soryy,,,bang bener2 gak bisa,,,gua bener ada urusna maha penting”


“lebij penting daripada kakak lo”


“untuk saat ini lebih penting ini sieh.,,ini menyangkut harkat martabat gue sebagai laki-laki”


“Awww,,” terdengar suara seorang perempuan, adit bertanya “apa yang terjadi bang”


“ ada masalah”


“masalahh,,masalah apa”


“ntar gue telponlagi”


Dan sambungan terputus


Kembali kesaat ini


“lo gak kuliah”


“lo gak kerja” adit balik nanya


“anak ini,,ditanya balik nanya.


“kuliah bang,,ini gue pulang untuk ganti”


“dengan wajah begitu”


“kenapa dengan wajah gue”


“ancur”


Adit meraba wajahnya “justru denga wajah begini menandakan gue bener-bener pria sejati”


“pria sejati itu bukan yang doyan berantem, tapi yang baik dan bertanggung jawab kayak


gue”


“iya,,iya,,masalah begini memang pendapat kita beda versi,,lo dengan argumen lo,,gue


dengan argumen gue,,lo gak kekantor,,”


“lo fikir gue apa,,baru pulang udah dieksploitasi,,gue butuh menenangkan diri sebelum terjun


bantuin papa,,makanya lo lekas wisuda biar kerjaan jadi ringan”


“ogahhh,,lo aja sono” adit berlari kearah kamarnya menghindari timpukan bantal dari arman.


*********