
Karna ini hari pertamanya ayu tidak tau dimana ruang kelasnya, seorang gadis berjalan melewatinya dengan langkah tergesa-gesa.
“Maaf mbak mengganggu.” tegur ayu sopan.
“Udah tau ganggu ngapain pakai negur,” respon gadis itu.
“Eh, maaf,” ayu merasa bersalah.
Gadis itu tertawa, “Duh, bercanda gue, diambil hati rupanya, gue emang lagi terburu-buru sieh, jadi kalau lo mau nanya cepetan,,m gue udah telat soalnya.”
“Jurusan HI kelasnya dimana yah.”
“Lo anak HI,”
Ayu mengangguk, “Iya,”
“Kebetulan sekali, gue juga anak HI. lo semester berapa,”
“III mbak,"
“Wah bener-bener suatu kebetulan yang pas, gue semester III juga lho."
"Yang bener mbak,"
"Hmmm, jangan-jangan kita dikelas yang sama lagi, kalau boleh tahu, lo dikelas apa."
Ayu menyebutkan dikelas mana dia ditempatkan.
“Wah sama juga, lo anak baru yah”
“Iya, pindahan dari universitas XX”
“Seneng gue, gue jadi ada temennya terlambat, jadi punya temen diomelin.”
"Eh, udah yuk mending kita masuk,"
Ayu mengangguk dan berjalan bersama gadis yang baru dikenalnya itu menuju kelas mereka.
Karna ini hari pertama, meskipun telat mereka dibiarkan masuk tanpa syarat oleh dosen.
“Nama lo siapa,” gadis itu bertanya pada ayu begitu dosen mengakhiri kelasnya, tadi mereka belum sempat berkenalan.
“Rahayu lestari, panggil saja ayu.”
”Gue karina nadira, panggil aja karin.” gadis bernama karin tersebut mengulurkan tangannya untuk dijabat oleh ayu. Ayu menyambut uluran tangan karin dengan senyum.
“Gue mau kekantin neih, lo mau bareng gak, mumpung kelas berikutnya setengah jam lagi, mending nongkrong disana sebelum kelas berikutnya dimulai.”
“Boleh,”
Dari arah pintu terdengar kehebohan, semua yang masih berada dikelas mengalihkan bola mata mereka kearah sumber suara, penyebabnya adalah kedatangan adit dibarengi dengan
senyum yang diberikannya begitu melihat ayu.
Ayu panik, “jangan bilang dikemari nyari aku” membatin.
Karin yang berada didekat ayu kegeeran, dikiranya adit senyumnya kedia, “Astaga
naga, dia senyum kegue yu, dia senyum kegue, dia kenal gue ternyata, ahhh, jangan-janga dia mau pedekate sama gue lagi, duhh, gimana donk ini malah make up gue kurang lengkap lagi karna
terburu-buru, tapi gue masih cantikkan yu, bilang iya gue cantik yu.” karin heboh sendiri.
Yang lainnya juga pada heboh melihat kedatangan adit.
“Adit tuh, adit, gila makin ganteng aja tuh mahluk satu.” komentar temen kelas ayu yang lain.
Yang lainnya lagi berkomentar “Adem mata gue lihat pemandangan indah ciptaan tuhan.”
“Kenapa dia tiba-tiba terdampar dikelas kita”
“Iya, dia nyari siapa sieh.”
“Ada yang ditaksir kali dikelas kita”
Komentar temen kelas ayu yang lainnya
“Apa dia setampan itu yah sampai anak kelas pada kenal dia” bertanya dalam benaknya.
Adit berjalan masih dengan senyum manisnya yang membuat cewek-cewek pada meleleh kayak karamel, begitu sampai didepan ayu dia menyapa, “Hai ayu, masih inget guekan,”
l
Karin yang kegeeran karna ternyata yang disapa adalah ayu bukan dirinya merasa
kecewa, sekaligus juga penasaran kok bisa ayu yang anak baru bisa kenal dengan adit.
“Ehhh, ” ayu agak merasa gimana gitu karna sekarang semua mata temen-temennya juga mau tidak mau jadi ikut memperhatikannya gara-gara adit menyapanya.
“Masih ingetkan, gue adit yang tadi pagi itu.” adit mengingatkan.
“Iya, inget kok.”
"Lo tau gak sieh gue harus door to door semua kelas dikampus buat nyari lo, gue udah kayak bank rontok aja," lapor adit. "Duh, capek gue sumpah."
"Buat apa nyari aku."
“Nagih janji lo donk,"
"Janji apa," ayu merasa tidak pernah janjiin nieh cowok apa-apa.
"Lokan janjinya mau nraktir makan siang”
“Ehhh,”
“Ehhh, melulu dari tadi, jawab yang bener donk.”
Ayu membatin, “Akukan gak pernah janjian dia buat nraktir makan siang, dianya aja yang main mutusin sendiri.” ayu diam, dia menyadari mereka menjadi pusat perhatian.
“Maaf adit tapi,” belum saja ayu menyelsaikan kalimatnya adit memotong.
“Ya udah, yuk kekantin.”
“Tapi aku ada kelas.” memang ada tapi setengah jam lagi, itukan alasan halus ayu untuk menolak.
“Eh lo, bener setelah ini lo ada kelas lagi.”, Adit bertanya pada karin yang dari tadi terpana dengan ketampanan adit yang kalau semakin dari dekat dilihat semakin tampan saja.
Karin yang tidak menyangka akan disapa tergagap menjawab pertanyaan adit. “Eh, kamu nanya aku dit." dalam hati karin heboh, "dia nyapa gue, dia nyapa gue, senengnya."
“Iya, gue nanya lo.”
“Ada, tapi mulainya setengah jam lagi.”
Adit beralih pada ayu “Nahhh, lo gak punya alasan lagikan nolak ajakan gue,”. Adit menarik pergelangan tangan ayu, “Yukk, gue udah lapar nieh.”
Mereka menjadi pusat perhatian, ayu berusaha melepas pergelangan tangannya yang berada digenggaman adit. “aduhh, lepas mas, malu dilihatin.”
“Iya, gue lepasin tapi janjikan mau nraktir gue”
******
Dikantin, hampir semua mata mahasiswa dan mahasiswi menatap mereka, dan para penggibah pun beraksi melihat adit bersama seoang wanita.
“Siapa tuh yang bersama adit, masak pacar barunya.” dengan suara yang tentunya tidak bisa didengar oleh orang yang dijadikan pusat ghibahan.
“Saudaranya kali.” yang lain berspekulasi “Mungkin itu pacarnya.”
“Pacarnyakan angel, cewek cantik sekaligus alay sejagat itu.”
“Mungkin mereka udah putus.”
“Kemarin-kemarin gue lihat sik angel nempel kayak prangko, masak putus.”
“Kayak gak tau adit saja, aditkan kalau udah bosen ya dihempaskan.”
“Tapi kok yang ini agak beda, kayak nieh cewek gak terkenal gitu, beda gitu dengan pacar adit sebelumnya yang semuanya cantik-cantik.”
“Udah bosan kali, kalau tampang aja cantik tapi kelakuan kayak jin ifrit cowok kayak adit juga pasti bosan lah.”
“Bener juga, nih cewek kayaknya baik dan kalem”.
Itu kurang lebihnya yang dighibahkan oleh cewek-cewek tersebut.
Ayu risih karna dirinya jadi pusat perhatian, “Adit, aku gak jadi makan ya,”
“Ya udah, gue aja yang makan.”
Ayu fikir kalimat adit membebaskannya dari acara makan bersama tapi dia salah.
“Kalau begitu, aku kelas deh ya.”
“Ehh,” adit kembali menarik tangan ayu begitu ayu memutar tubuhnya bersiap untuk pergi.
“Bukan berarti lo bisa pergi, lo harus nemenin gue makan, inikan juga lo yang traktir”.
Ayu mendesah, tapi dia bisa berbuat apa, aditkan kan pemaksa orangnya.
“Gue tunggu lo disana,mending lo pesen makanan buat gue”
“Mau makan apa.”
“Gue mau makan gado-gadk, soto ayam,nasi goreng, bakso dan,”
Ayu memotong, “Mas mau bikin aku bangkrut”
“Ya udah deh gado-gado sama soto ayam saja, minumnya es cendol saja.”
Ayu dengan ogah berjalan kearah pedagang kantin memesan apa yang reques oleh adit.
******
“Babyyyyy,” suara nyaring tidak tau malu itu berasal dari angel, perempuan yang berstatus sebagai pacar adit saat ini.
Tukang ghibah komentar lagi. “Kelakuannya sumpah, alay banget pantes aja adit ada gandengan baru.”
“Eh, belum putus donk yah mereka kalau dia nyamperin adit gini dan manggilnya masih baby.”
“Wah bagaimana reaksi sik angel kalau tau adit ada pacar lain.”
“Wieh bakalan seru nieh, pasti bakalan ada peristiwa berdarah ini sebentar lagi, mending kita bolos aja dijam berikutnya.”
“Baby,” angel merajuk, tangannya meraih tangan adit, “Kenapa telpon aku tidak diangkat dan pesen aku tidak pernah dibalas.”
“Gue sibuk.” menjawab acuh tak acuh.
“Sibuk apa beb,”
“Lo gak perlu tau,”
“Dih kok jawabnya gitu sieh, kamu udah gak cinta lagi sama aku.”
Belum adit membuka bibirnya untuk menjawab pertanyaan angel,ayu datang membawa pesenan adit.
“Ini pesanannya mas,"
Ayu tidak menyadari hal buruk akan menimpaya, dia dengan tenangnya menaruh makanan yang dibawaya dimeja.
“Lo siapa, lo selingkuhan adit, lo yang kemarin ngangkat telpon dari gue itukan” todong angel pada ayu.
Ayu tentu saja heran plus bingung dituduh begitu, “Ehhh” ehh lagikan yang keluar dari bibirnya “itu,” ayukan akan menjelaskan namun tau sendirilah cewek yang panas dan terbakar cemburu buta itu bagaimana, sadis dan langsung mengeluarkan kata-kata yang sudah pasti kena sensor oleh lembaga pertelevisian.
“Dasar cewek jal*ng, gat*l, berani-beraninya lo godain adit gue,” angel histeris mengatai- ngati ayu.
Kumpulan tukang ghibah komentar lagi.
“Apa gue bilang, gak rugi kita bolos”
“Iya kita bisa menyaksikan secara live adegan seru nieh.”
“Kurang sieh ini namanya, tuh cewek diem aja, coba ada adegan jambak-jambakan kan makin seru.”
Ayu yang dikata-katai sedemikian rupa menatap adit meminta cowok itu mengklarifikasi, dia jelas
tidak terima dikatakan cewek jal*ng ataupun cewek gat*l*.
Bukannya mengklarifikasi adit malah membuat susana tambah memanas “Iya bener dia cewek gue,”
“Apa” ayu
“Apa” angel
Sama-sama kaget mereka berdua mendengar pengakuan adit.
“Angel kita putus, mulai saat ini detik ini gue sama lo tidak punya hubungan apa-apa lagi, karna gue udah punya pacar baru.” jahat banget cara adit memutuskan cewek, didepan umum lagi.
Angel meraih gelas minuman yang ada dimeja dan menyiramkanya diwajah adit dibarengi dengan makian, “Dasar cowok bren*sek” berlari meninggalkan kantin.
Tukang ghibah komentar lagi.
“Ini baru seru,”
“Bakalan jadi trending topik nomer wahid nieh,”
“Mbak,” panggil ayu merasa tidak enak karna dirinya dijadikan alasan tidak berdasar oleh adit untuk memutuskan angel.
“Apa-apaan sieh mas, kalau mau putus yah putus aja, jangan jadikan orang sebagai kambing hitam donk.” karna marah ayu meninggalkan adit.
“Yu, ayu, maafin gue” teriak adit.
"Aku tidak akan memaafkan kamu, dasar cowok menyebalkan"
*******