
"setelah ini ayu rencananya mau kemana" pertanyaan dari arman.
"ayu langsung pulang mas"
"yahhh,,mbak ayu gak asyik,mending ikut gabung sama anggi dan bang arman aja mbak,kami rencananya mau jalan-jalan, iyakan mas" anggi mengedipkan matanya memberi kode pada arman.
arman mengerti kode yang dilemparkan adiknya dia menambahkan "iya,,kami rencananya mau ketaman,,kamu ikut ya yu" padahal mereka tidak pernah berencana pergi kemana-mana sebelumnya, bisa dibilang ini rencana dadakan.
"gak usah mas,,ayu takut ganggu" mencoba menolak secara halus.
"gak nganggu mbak, justru kalau mbak ikut dengan kami pasti lebih seru dan ramai" anggi membujuk.anggi menambahkan dalam hati "yang pastinya aku bisa combalingan mas arman dan mbak ayu"
"tapi mas arya nanti,,,"
"gak akan marah kalau perginya sama aku" potong arman mengerti dengan kekhawatiran ayu,arman berkata begitu karna arman sudah dekat dengan keluarga ayu.
"ayoklah mbak,,plisss,,plissss" anggi mengeluarkan jurus andalannya, yaitu tangan dikatupkan dengan menampakkan mata kucing minta makan.
emang gak ada yang tega kalau melihat anggi mengeluarkan jurus ampuhnya, buktinya ayu menyerah,
"baiklah,,"
"yeyyyy,,,sayang mbak ayu,,mmmuuahhh" kebiasaan anggi kalau keinginannya dipenuhi dia bakalan memberi kecupan.
"anggi ternyata sangat berguna dalam keadaan begini" batinnya senang karna adiknya berhasil membujuk ayu.
"pokoknya mbak, kita porotin bang arman, apa yang mbak inginkan ambil aja" anggi melupakan fakta kalau tujuan mereka adalah taman bukan mall.
"ehh,,gak perlu gi,,kasihan mas armannya"
"gak apa-apa yu,,apa sieh yang gak buat kamu, kamu minta bintang sekalipun bakalan aku ambilin " gombalnya
"apa sieh mas,,gombal"
respon anggi heboh "ya allah,, abang anggi sweet banget,mbak ayu yang
dirayu malah anggi yang meleleh,mas cariin anggi pacar yang kayak mas arman yah"
arman menyentil jidat adiknya "bocil jangan pacaran dulu, sekolah yang bener"
"abangggg,,anggi udah gede bukan bocil lagi,,"
ayu tertawa melihat ulah arman,di samping itu dia merasa iri melihat kedekatan antara kakak dan adik tersebut.
"bagi abang, kamu tetap adik kecil abang" arman merangkul adiknya.
anggi melingkarkan tangannya dipinggang kakaknya manja "makanya bang cariin anggi pacar yang kayak abang yah,yah bang" rengeknya lagi.
"gak boleh sayang,,kalau kamu udah dewasa baru boleh pacaran"
"ishh,,abang nieh,," merengut
"abangmu bener anggi,,kamu sekolah yang bener aja dulu" tambah ayu.
"iya deh kalau calon kakak ipar yang bilang begitu"
arman mengacak-ngacak puncak kepala adiknya gemas mendengar kalimat anggi, sementara ayu tersipu.
"pokoknya mbak gak perlu sungkan,nanti kalau jalan-jalan ambil aja apa yang mbak mau,bang arman banyak uangnya,, jadi gak bakalan bangkrut,,intinya mbak tidak bakalan rugi kalau nanti nikah sama bang arman, hidup mbak bakalan terjamin sampai tujuh turunan" makin gencar sik anggi mempromosikan kakaknya.
"duhhh,,,anggi kenapa niat banget ngejodohin aku dengan mas arman" keluh ayu dalam hati, pasalnya dia belum memikirkan tentang pernikahan karna dia masih muda, intinya dia ingin menyelsaikan kuliahnya.
******
jarum jam sudah menunjukkan angka 10.15 menit ketika pada akhirnya adit memutuskan untuk bangun dari hibernasinya, itupun dia bangun karna perutnya minta diisi. dengan menggaruk kepalanya dan bibir menguap dia berjalan menuju dapur mencari sesuatu yang bisa menenangkan perutnya yang meronta. tidak ada apa-apa dimeja makan, hal itu membuatnya bibirnya mengomel,
"apa sieh yang dilakukan sik surtinah itu, makanan aja gak ada,makan gaji buta dia"
dia berjalan kekulkas dan matanya tidak menemukan makanan yang bisa dimakan, hanya beberapa sayur hijau yang ada, tambah kesel dia, "masak gue harus makan beginian sieh, emang gue kambing" dia hanya mengambil air putih dan meneguknya.
dia akhirnya memilih memesan makanan lewat gofood, sambil menunggu dia memainkan ponselnya, terdapat satu pesan disana yang berasal dari arkan.
isinya begini "udah mau seminggu tapi lo masih belum berhasil menaklukan tuh cewek, meskipun awalnya gue kira lo bakalan berhasil dan membuat gue ketar-ketir tapi sekarang gue sangsi sama kemampuan lo, jadi mending lo siap-siap deh ngerjain tugas gue selama satu semester"
adit tersenyum miring membaca pesan dari arkan,dia bergumam "bukan gue yang bakalan kalah tapi lo,lihat aja nanti"
setelah membaca pesan yang dikirim arman dia jadi inget sama ayu, tangannya menyentuh layar ponselnya untuk mendial nomer ayu.
"ayy,, lagi apa,,,aku kangen" cerocosnya begitu sambungan terhubung.
"kamu lagi,sudah lupa kamu kalau HP pacarmu masih saya sita" terdengar sahutan tidak ramah dari seberang.
adit lupa kalau hp ayu masih disita karna ulahnya.
"astaga,,," dia menepuk jidatnya,"lupa gue" dia membalas "iya bapak dosen yang terhormat, saya minta maaf,, tapi bisa gak bapak mengembalikan hp calon pacar saya,, bapak tega membuat saya rindu berat, seperti kata dilan rindu itu berat,, sumpah pak itu benar banget, saya sampai kejang-kejang karna rindu"
"mati aja sekalian" balas pak zaki langsung menutup telpon.
******
berbanding terbalik dengan adit, arman, ayu dan anggi kini tengah bersenang-senang ditaman. mereka mencoba berbagai kuliner di abang-abang gerobak yang memanjakan lidah sampai perut mereka tidak sanggup lagi menampung makanan. perut kenyang dan hatipun senang.setelah kenyang atas paksaan anggi mereka berselfia ria,anggi yang paling antusias bersua foto dengan berbagai gaya,
"ini bagus,,ini jelek,," anggi melihat hasil foto dan menghapus foto yang menurutnya jelek. "ih,,lihat deh mbak ini lucu deh,,," beritahunya pada ayu "lucu ya mbak"
"iya"
"anggi posting yah di ig anggi biar orang tau mbak ayu calon kakak ipar anggi"
"terserah kamu deh" ayu tidak mempermasalahkan tentang anggi yang memanggilnya kakak ipar lagi, pikirnya toh kalau jodohnya arman tuhan pasti akan mempersatukannya.
arman datang menghampiri ayu dan anggi yang duduk dibangku taman, tangannya menenteng kantong plastik berisi es krim.
"yeyyy,, asyikkk,, es krim" antusias anggi.
"makasih mas" ucap ayu menerima es krim pemberian arman.
"foto sambil makan es krim mbak, bang,," ajak anggi
"masak makan juga harus foto,,gi" protes arman.
"biar fans anggi tau kalau kita lagi makan es krim, ayok bang sekali ini aja"
akhirnya arman dan ayu terpaksa mengikuti keinginan anggi.
"ehh,, disitu pemandangannya bagus,anggi kesana ya,,bang arman dan mbak ayu tunggu disini aja"
" iya jangan jauh-jauh, nanti adikku yang menggemaskan ini diculik lagi" arman mencubit pipi anggi.
"siap bosku" anggi sengaja menjauh memberi kesempatan pada kakaknya untuk berdua dengan ayu.
"kesana yuk" tunjuk arman pada ayunan yang terdapat ditaman tersebut.
ayu mengangguk berjalan disamping arman menuju dimana ayunan itu berada.
"duduk, biar aku dorong dari belakang" perintah arman.
"gak usah mas, mending mas duduk aja,,ayu gak perlu didorong" kebetulan ayunan itu ada dua.
"jangan membantah ini perintah" arman menaruh telapak tangannya dibahu ayu dan menekannya untuk membuat ayu duduk, "nah duduk yang manis"
arman memutar tubuhnya kebelakang ayunan dan mulai memposisikan tangannya ditali ayunan untuk mendorong.
ayu gak bisa menolak lagi, ketika ayunan tersebut mulai bergerak dia memegang tali ayunan supaya dia tidak terjatuh.
"ayu jadi inget masa kecil"
"oh ya"
"hmmm,, waktu kecil almarhum papa selalu nemenin ayu ketaman bermain dan mendorong ayu dari belakang ketika main ayunan" cerita ayu murung karna inget dengan almarhum papanya.
"kamu pasti kangen dengan almarhum papa kamu"
" iya tapi ayu udah ikhlas kok melepas kepergian papa dan mama, biar mereka tenang disana"
" gadis baik" arman mengelus puncak kepala ayu.
ayu tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap arman, dia menganggap arman sudah seperti kakaknya sendiri.
anggi yang merasa sudah cukup lama membiarkan kakaknya berdua dengan ayu kembali dan melihat adegan romantis seperti difilm-film remaja yang ditontonnya menghentikan langkahnya, dia tersenyum, dengan reflek mengabadikan momen tersebut.
klik,,klik, klik dia mengambil beberapa gambar, tersenyum puas dengan hasilnya dan dia berniat mengirimkan salah satu gambar yang diambilnya kemamanya yang kini berada diluar kota. membayangkan reaksi mamanya membuatnya senyum sendiri. terkirim, anggi mulai menghitung dalam hati "1, 2, 3" tepat setelah hitungan ketiga hpnya berbunyi memberitahukan adanya panggilan masuk, anggi sudah menduga mamanya akan menelpon begitu melihat foto yang dikirimnya.digambar yang dikirim disertai dengan caption "calon menantu masa depan mama"
"astaga,,apa yang kalian lakukan, maksud mama itukah calon menantu mama, sedang apa kalian bertiga" cerocos sang mama heboh tanpa titik dan koma.ternyata sifat heboh anggi menurun dari sang mama.
"slow ma,, slow,, ntar penyakit asma mama kambuh lagi,"
"bagaimana mama mau slow,, sementara mama jauh gak bisa bertemu langsung dengan calon mantu mama"
"nanti kalau mama balikkan bisa ketemu, lagian ma mereka lagi masa pendekatan gitu,,"
"belum disahkan juga oleh abangmu itu,,astaga ya anak itu kalau diembat sama orang baru tau rasa"
"slow donk ma, kan ada anggi,, anggi usahakan mereka sudah jadian sebelum mama pulang" janji anggi.
"baiklah,, sayang mama serahkan urusan abangmu selama mama gak ada dirumah,,"
"siap mama, yang penting uang jajan ditambah,,hehe"
" dasar kamu ini gak pernah mau rugi"
*****7