
Ayu menaiki tangga untuk menuju kelasnya, hari ini dia datang lebih awal kekampus. Ketika tiba-tiba Ayu merasakan sesuatu mengenai punggungnya dan membuatnya berbalik. Matanya kemudian beralih kebawah dan menemukan kertas yang diremas yang dibentuk menjadi bulatan, yah kertas tersebut yang dilemparkan ke ayu.
“siapa sieh yang iseng” lirihnya sembari matanya meneliti siapa yang melemparinya, namun semua mahasiswa terlihat sibuk lalu lalang tidak terlihat salah satu dari mereka yang gerak geriknya mencurigakan. Ayu membungkuk memungut kertas tersebut dan membukanya, didalamnya terdapat tulisan yang berbunyi.
TEMUIN AKU DIBELAKANG PERPUSTAKAAN
ADIT
“mas adit,,mau ngapain” bertanya pada diri sendiri dengan kaki melangkah menuju tempat yang anjurkan adit.
Hanya butuh dua menit untuk sampai disana, tempat itu sepi, ini untuk pertama kalinya ayu mendatangi tempat tersebut. ayu melihat sosok adit yang berdiri membelakanginya.
“mas adit” tegur ayu
Adit berbalik begitu namanya dipanggil “hai ayy,,,gak susah kan nemuin tempat ini”
“gak kok,,mas adit kenapa ngajak ketemuan disini,,disini sepi” ayu melarikan matanya kesekeliling melihat kondisi tempat dimana dia berada.
“tenang aja ayy,,aku gak berniat jahat kok meskipun aku ngajak ketemuan ditempat sepi” jelas adit seolah bisa membaca kekhawatiran dimata ayu.
“eh,,,bukan gitu maksud ayu mas,,tapi kenapa gak ngajak ketemu dikantin gitu”
“aku suka tempat ini,,tenang, hening dan sepi,,”
“oh,,,iya juga sieh”
“mending duduk dulu deh ayy,,gak capek berdiri” adit menunjuk kursi kayu,agak lapuk sieh tapi sepertinya masih layak untuk diduduki. Ayu menuruti perintah adit,dia mendudukkan bokongnya, namun sayang entah badannya yang keberatan atau emang kursinya yang sudah sangat lapuk, kursi tersebut ambruk tapi adit
yang juga sudah bersiap duduk dikursi satunya dengan sigap menarik tangan ayu, tubuh ayu terdorong kedepan dan membentur dada bidang adit. Secara reflek adit melingkarkan tangannya dipinggang ayu. posisi mereka sekarang persis seperti orang yang berpelukan.
Ini pertama kalinya buat ayu bersentuhan fisik dengan lawan jenis, jantungnya berdegup kencang, dia rasanya susah untuk bernafas. Tidak berbeda jauh dengan adit, ini bukanlah yang pertama baginya, bahkan dia seringkali
melakukan hal yang lebih daripada ini dengan cewek-ceweknya tapi kenapa dia merasa gugup dan dia menyukai posisi seperti ini, dengan ayu yang berada dalam dekapannya. Dia bisa merasakan aroma harum tubuh ayu yang manis,hal tersebut mendorongnya untuk
berbuat lebih tapi otaknya masih berfungsi dengan baik disaat hatinya menginginkan hal lain, dia tidak ingin ayu menganggapnya cowok brengsek yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Untuk beberapa saat Tidak ada yang berusaha menghentikan adegan ini,sampai suara deringan ponsel milik ayu menyadarkan mereka.
“eh,,,”ayu mendorong dada adit.
“eh,,sori,aku gak maksud untuk melecehakan,,aku hanya ingin ngebantu kamu,,itu saja”
“iya mas ayu tau”
Kedua nya sama-sama canggung dan gugup.
“ponselya gak mau diangkat”
“eh,,iya,,” ayu menjawab panggilan yang ternyata dari karin.
“yu” suara karin
“iya rin”
“lo belum datang,,ntar telat lho,,5 menit lagi kelas dimulai”
“iya,,,ini baru sampai kok,aku dalam perjalanan kekelas”bohongnya
“oke deh gue tunggu dah ayu”
Sambungan terputus.
“mas,,adit” gugup
“iya”
“aku mau kekelas, sebentar lagi dosen datang”
“oh,,,baiklah,mau aku antar,”
Ayu buru-buru menolak “gak usah mas,,ayu sendiri aja”,iyalah dia nolak, saat ini berdekatan dengan adit tidak baik untuk kesahatan jantungnya. Ayu pergi,tapi belum jauh adit kembali memanggilnya “ayy”,
Ayu berbalik, adit mengambil taperwear milik ayu yang digunkan kemarin untuk
memberikannya kue.
“nieh punyamu,,,aku balikin,,” niat awalnya meminta ayu menemuinya dibelakang perpuskan untuk mengembalikan benda tersebut. Ayu mengambilnya “makasih ya,,kuenya enak banget,,aku ketagihan lho”
“eh,,masak sieh”
“iya,,,besok bikin lagi buat aku ya,,yang spesial khusus buat aku”
Ayu hanya tersenyum dan tidak menjanjikan apa-apa, satu hal yang pasti dia seneng adit memuji kue bikinannya.
“asyiikkk,,, senyum berarti iya”
“eh,,,gak gitu kok”
“pokoknya aku tunggu,,udah sana kekelas ntar telat lagi” adit membalikkan tubuh ayu dan mendorongnya. Sebelum bener-bener pergi ayu berbalik dan menemukan senyum adit yang mengiringi kepergiannya, ayu melambaikan tangannya yang dibalas oleh adit.
******
Adit masuk kekelas dengan senyum yang masih menghiasi bibirnya. Hal tersebut membuat arkan dan andra saling melemparkan pandangan. Arkan mengedikkan dagunya yang kalau
diartikan artinya begini “kenapa tuh orang,,”
Yang dibalas oleh andra dengan menaikkan kedua bahunya yang artinya “mana gue tahu”
Arkan menjentikkan jarinya tepat didepan mata adit, adit mengedipkan matanya “apa sieh lo”
“lo yang apa,,datang-datang senyam senyum,,lupa minum obat lo”
“jangan mengkhawatirkan gue,,khawatirkan nasib lo yang bakalan ngerjain tugas gue selama satu semester”
“wah,,jadi lo berhasil menaklukan tuh cewek” pertanyaan andra “emang hebat lo dit”
“adit,,siapa sieh yang gak bisa gue taklukin,gue hanya nunggu pas 7 hari buat dia jatuh dalam perangkap gue,,setelah itu wussss,,gue hempas jauh-jauh”
“sadis emang lo”
Andra tertawa melihat wajah frustasi arkan, siapa yang tidak frustasi coba kalau ngerjain tugas orang satu semester lagi sedangkan tugas sendiri aja malas dikerjain. Seharusnya memang dari awal tidak melakukan taruhan ini.
“emang lo bakalan hempas tuh cewek,,,gue lihat kayaknya llo suka beneran sama dia” arkan
mendapat kan kemampuan bicaranya.
“ gue emang suka dia tapi sebagai sahabat, gue kan udah bilang sejak awal,,sebagai pacar yah gak mungkinlah secara selera gue tinggi,,tapi gara-gara lo yang meragukan kemampuan gue,
gue jadi harus pura-pura terlihat nyukain dia dan gue harus merelakan cewek yang
seharusnya jadi sahabat gue berubah benci gue”
Andara menimpali “tapi kasihan juga yah tuh cewek kalau lo buang,,dia kelihatan baik danblugu,,buat gue aja yah,,lo belum sempet grepe-grepekan”
“ya kali,,rugi donk gue,ya gue grepe-grepe dulu lah sebelum gue hempas”
“bener-bener jahat lo”
*********
“halo yu,,kamu dimana” sapa sakti lewat telpon.
“dikampus,emang kenapa mas” ayu heran tumben banget sakti menelponnya.
“kamu masih ada kuliah”
“udah selesai mas,,ini ayu sudah mau pulang,,ayu mau nelpon pak rahmat minta jemput”
“eh,,,mas gak lagi bercandakan”
“maksud kamu apa”
“gak ada sieh mas tapi kok tumben sieh “
“ingin aja sieh ngejemput,kamukan juga adik mas,,ya udah cepetan keluar,,mas tunggu didepan kampus ini”
“baik mas”
“pak rahmat ya” itu pertanyaan dari karin begitu ayu selesai bicara ditelpon.
“mas sakti”
“hah,,calon imam gue,,kenapa lo gak ngasih gue ngomong sieh barusan,,dia nelpon lo karna apa,,dia nanyain gue gak tadi”
“dia datang jemput aku dan dia gak nanyain kamu”
Begitu ayu menyelsaikan kalimatnya, karin mengeluarkan tas make upnya yang selalu dibawanya kemanapun dia pergi.
“mau tacep juga,,mau pulang lho kita ini” heran ayu, melihat karin yang heboh nempel ini itu dibagaian wajahnya.
“gue mau tampil cantik biar mas sakti kepincut sama guelah”
“aku duluan deh kalau gitu” Ayu berjalan keluar meninggalkan karin yang heboh memoles wajahnya, iyalah bisa ngamuk sakti kalau dia kelamaan gara-gara nungguin karin.
“yu,,,heh,,,tungguuin gue,,donk” karin buru-buru menyelsaikan memoleskan lipstik
dibibirnya dan mengejar ayu.
Mobil sakti terparkir Didepan kampus, sedangkan orangnya berada didalam.
“sumpah lihat mobilnya aja bikin jantung gue gimana gitu yu,,apalagi lihat orangnya” oceh
karin yang diabaikan oleh ayu.
Sakti keluar begitu melihat ayu menghampiri mobilnya, sakti memakai kacamata hitam dan masih memakai pakain kerjanya.
“maaf mas, ayu lama” dalam hati menambahkan “ini gara-gara karin”
“hai mas,,masih ingetkan akukan, aku karin yang pernah datang jemput ayu itu lho”
“iya masih”
“gantengnya,,apalagi pakai kaca mata hitam gitu,,duh gak tahan ingin bawa langsung ke KUA” ucap karin dalam hati
“mas ganteng hari ini”
“makasih” menjawab datar.
“mas kenapa tiba-tiba igin jemput,,”
“ingin aja,emng gak boleh”
“boleh sieh, tapi gak bakalan ditingglin lagikan mas”
“gak kok tenang aja,,udah yuk,,”
“rin duluan yah”
“eh,,iya,,hati yu,,calon imam” dengan suara kecil
********
Dimobil, “ada yang mau mas omongin sama kamu”
Ayu yakin sakti tdak mungkin menjemputnya karna ingin, dia pasti menjemputmya karna ada sesuatu.
“apa mas”
“kamu masih bisa menarikan”
“iya,,ayu masih sering latihan sendiri kok dirumah,,emang kenapa mas”
“ mau ngajar tari diSMA tunas bangsa gak,kebetulan salah satu temen kakak ngajar disana, dan ngasih info katanya sekolah itu butuh pelatih tari untuk kegiatan ekstrakulikuler,,waktunya sore”
“wah yang bener mas,,,”
“bener donk masak mas bohong”
“ayu mau banget mas”
“kalau gitu kita sekolah itu dulu baru mas anterin pulang”
“iya mas”
Setelah melakukan berbagai tanya jawab dengan kepala sekolah,ayu diterima memberikan pelajaran tari tradisonal disekolah itu, ayu merasa bahagia, dia akhirnya bisa menyalurkan ilmunya.
“kamu udah makan”
“belum mas”
“mampir dulu deh yah makan,mas juga laper”
“mas yang traktirkan”
“iya”
“asyikk makan gratis”
“kayak gak pernah makan 3 hari aja”
“bukan begitu mas, tapi mas sakti kalau trkatir itu langka,makanya ayu antusias”
“gitu ya,,sori deh,,mas janji besok-besok akan traktir”
Sakti memilih kafe langganannya yang tidak jauh dari posisi mereka saat ini, mereka memesan dan makan sambil ngobrol.
“bagaimana hubunganmu dengan arman” pertanyaan tiba-tiba.
“eh,,mas arman,,baik kok mas”
“kamu suka sama dia”
“iya,,mas arman baik dan ramah orangnya,,orang rumah juga pada suka sama dia,termasuk mas arya”
“sykur deh,,tapi kaksud mas bukan suka yang seperti itu,,maksdunya apakah kamu suka arman sebagai seorang laki-laki”
“ehh,,,” ayu diem
“dia baik kok yu,,,”
“iya mas, ayu tau”
“tidak brengsek dan tidak pernah mempermainkan wanita,,dia calon suami yang baik” promosi. “mas berharap kamu sama dia,,ketimbang kamu nantinya dijodohin,,mas yakin mas
arya akan menerima arman secara dia dari keluarga baik”
Ayu hanya diem tidak tau harus menanggapi bagaimana.
********