I LOVE U AYY

I LOVE U AYY
Perkelahian Di Bar



Adit menolak setiap botol minuman beralkohol yang disodorkan padanya, dia hanya memesan minuman bersoda untuk dirinya dan ayu. Adit sebenarnya ingin membawa ayu pergi saat ini juga melihat bagaimana tidak nyamannya ayu berada dibar, tapi dia juga tidak enak langsung pergi begitu saja, oleh karna itu dia mengajak ayu untuk duduk disofa pojok dibar tersebut.


"Ayy, duduk disana yuk."


Ayu mengangguk, mereka berjalan masih tetap bergandengan tangan.


Temen-temen adit memandang adit dengan tatapan heran, terjadi percakapan diantara mereka, teman-teman adit itu adalah, Daniel, dia yang berulang tahun, marko, jonas, juna dan seth. Seperti ini bunyi percakapan mereka.


"Lihat tuh sik adit, seminggu gak kelihatan batang hidungnya, jadi alim dia." komentar jonas.


"Sok banget lagi dia pakai gak mau minum segala, padahal diantara kita semua dia yang paling gak bisa berhenti kalau sudah minum." marko menimpali.


"Apa cewek yang digandeng itu yang membuatnya berubah seperti ini." spekulasi seth.


"Kemungkinannya sieh iya, tuh cewek kelihatan lugu dan polos." daniel membenarkan.


"Jadi gak asyik banget dia sekarang." ungkap juna, "Dia juga jarang kumpul dengan kita, padahal dia ketua gengnya."


Mata kelima cowok tersebut tidak lepas memandang intraksi antara adit dan ayu, sampai sini, sangat jelas kalau adit bener-bener mencintai ayu.


"Eh, mending kita turun saja yuk, daripada mandangin adit terus." saran jonas, "Kita disini kan untuk senang-senang."


"Lo duluan geih, gue mau nyamperin adit dulu."


"Mau ngapain."


"Mengembalikannya kehabitatnya."


Keempat cowok tersebut tertawa mendengar banyolan marko.


Marko berjalan mendekati adit, "Hai dit, hai yu, sorry deh gue ganggu lo." seru mario basa-basi.


"Udah tau ganggu, ngapain lo pakai kemari." jawab adit.


"Yeelah sik adit, gue ganggu bentar doank, lo gak perlu ngamuk gitu kali." imbuh marko, "Gini lho adit, mumpung lo kesini bersama sang pujaan hati lo, gak afdol tuh kalau lo gak turun nari bersama pacar lo."


"Lo fikir gue boyband nari-nari gak jelas gitu." tandas adit.


"Biasanya juga lo yang paling semangat." ujar marko "Lo lihat tuh anak-anak, udah pada mulai beraksi tuh."


"Kenapa lo gak ikutan bersama mereka."


"Kan gue ngajakin lo dulu kemari buat gabung."


"Ogah gue."


"Ayoklah dit." bujuk marko.


"Marko." adit menekan kalimatnya, "Gue gak mau, ngerti gak lo."


"Yah, gak asyik lo." ujar marko berlalu karna tidak berhasil membujuk adit.


"Ayy," ujar adit begitu marko berlalu.


"Ya."


"Kamu gak apa-apakan nungguin aku sebentar saja, aku mau ketoilet."


"Mas gak lama kan." kelihatan banget ayu gak mau ditinggal.


"Gak lama kok beneran."


Ayu mengangguk, adit mengelus pipi ayu sebelum beranjak pergi, "Aku gak bakalan lama, aku janji setelah ini kita langsung pulang."


Setelah kepergian adit, salah satu temen adit yang bernama daniel berjalan mendekati ayu dan langsung duduk didekat ayu, saking deketnya, lengan mereka sampai bersentuhan, ayu menggeser badannya menjauh dari dari tubuh marko.


Daniel tersenyum sinis, "Sok suci banget nieh cewek, padahal dia sudah pasti pernah ditidurin oleh adit." daniel membatin sembari menilai.


Daniel kemudian menyodorkan gelas minuman yang berada ditangannya, "Lo mau minum."


Ayu menggeleng, "Aku gak minum mas."


Daniel kembali menarik tangannya dan mengalihkan gelas tersebut ke arah bibirnya, begitu air berwarna keemasan itu melewati tenggorokannya, dia kembali melayangkan pertanyaan pada ayu, "Lo udah berapa lama pacaran dengan adit."


"Baru satu minggu mas."


"Satu minggu ya, sudah diapain aja lo sama adit selama itu."


"Maksud mas apa ya." ayu gak ngerti.


"Hahaha." daniel malah tertawa, "Sudah cukup lo pura-pura lugu didepan gue."


"Aku bener-bener gak ngerti maksud mas."


"Oke gue perjelas." ujar daniel, "Udah berapa kali lo ditidurin sama adit, gue juga mau donk nyicipin bekasnya adit.'


Ayu meraih gelas berisi soda dan langsung menyiramkannya pada wajah daniel, " Mas jangan sembarangan ya, mas fikir aku wanita murahan."


Daniel mengelap wajahnya dengan tangan, sorot matanya terlihat jelas menyimpan amarah, "Dasar wanita ******." umpatnya, dan menampar ayu.


Karna tamparan itu cukup keras, sehingga tubuh ayu terhempas kesofa, ayu memegang pipinya yang terasa panas oleh tamparan daniel, seumur hidupnya, ini untuk pertama kalinya dia ditampar. Daniel tidak menyadari kalau adit berada dibelakangnya.


"Apa yang lo lakukan sama pacar gue brengsek." bentak adit menarik jaket daniel dan langsung melayangkan bogemannya kewajah daniel, dan tanpa memberikan daniel kesempatan, adit melayangkan pukulan bertubi-tubi.


Dan yang terjadi kemudian adalah terjadi keributan dibar tersebut, para pengunjung bar yang tadinya pada sibuk sendiri mengalihkan perhatian mereka pada pergumulan tersebut.


Beberapa temen adit berusaha menarik adit dari daniel yang kelihatan sudah tidak berdaya, adit seperti singa terluka karna tidak terima miliknya disakiti, sehingga dia dengan mudah melepaskan diri dan kembali menghajar daniel. Ayu yang sadar kalau perbuatan adit bisa membunuh daniel memeluk adit dari belakang supaya adit menghentikan aksinya.


"Mas adit, cukup, dia bisa mati mas." ayu sesenggukan, tubuhnya bergetar, "Aku gak mau mas adit masuk penjara."


Adit langsung menghentikan perbuatannya demi mendengar isakan gadisnya, dia menggenggam tangan ayu.


"Kalau bukan karna ayu, gue tidak akan segan-segan ngirim lo keneraka." bentaknya sebelum membawa ayu keluar dari bar, diikuti pandangan pengunjung bar.


Begitu berada diluar bar, adit memeriksa pipi ayu yang ditampar oleh daniel, "Ayy, maafin aku yang gak bisa menjaga kamu." ungkapnya penuh penyesalan, adit menunduk.


"Mas." ayu menangkup wajah adit, mata adit memerah karna berusaha menahan tangis karna membiarkan orang yang disayanginya disakiti, "Bukan salah mas, jadi mas gak perlu merasa bersalah." ayu mencoba menghibur.


"Apa kamu gak nyesel pacaran dengan aku."


"Kenapa aku harus nyesel."


"Karna duniaku, membawa kamu dalam bahaya."


"Kenapa mas ngomongnya jadi ngelantur gini sieh, denger mas adit, aku mencintaimu dan menerima mas apa adanya."


Adit mengambil tangan ayu dan menciumnya, "Makasih ayy, karna telah mencintaiku dengan tulus."


Ayu tersenyum dan berujar, "Sebaiknya kita pergi dari sini, aku gak mau berlama-lama disini.


"Yuk pergi."


**********