First Sight

First Sight
Part 16 Seseon 2



*


*


Deg.


Fio baru tahu kenyataan itu dari mulut Devan yang dirinya tahu bahwa Grandma Merry adalah saudara kandung Grandma Mirna yang berarti Devan adalah Uncle-nya tapi apa yang barusan ia dengar membuatnya terkejut karena Devan adalah Uncle Tirinya.


" Apapun itu walaupun Uncle hanyalah Uncle tiri, bagiku kau adalah Uncle sesungguhnya dan tak akan pernah berubah!.


" Setelah apa yang barusan terjadi kau masih menggap diriku hanya sebagai Uncle-mu? Apakah ada keponakan yang membalas Ciuman dari Uncle-nya dengan agresif seperti itu?" Tekan Devan.


Wajah Fio langsung merah antara malu dan kesal pada dirinya sendiri karena tak bisa menahan diri.


" Kau tak boleh dekat dengan pria lain mulai sekarang, Fiona! Hanya aku yang boleh berdekatan dengan-mu mencium bibirmu dan memeluk tubuhmu, Apa kau mengerti?" Ucap Devan tepat di depan wajah Fio yang memerah.


" Atas dasar apa Uncle melarang ku dan bertindak semau Uncle?!" Fio tak terima dengan perkataan Devan yang tak masuk akal baginya.


" Dengar mulai saat ini kau adalah Wanitaku dan hanya aku yang boleh menyentuhmu jika kau berani berdekatan dengan pria lain jangan salahkan aku jika aku memenggal kepala pria-pria itu!" Dengan tatapan mengintimidasi Devan Membuat Fio ketakutan.


" Uncle kau sangat kejam!! Apa yang Uncle lakukan padaku itu salah! Sadarlah akan hal itu! Fio berteriak tepat di depan wajah pria itu dan berharap Uncle-nya sadar jika apa yang dilakukannya salah.


" Diamlah! Dan bersikaplah baik jika kau terus berteriak aku akan menciumu lagi!" Bisik Devan di telinga Fio.


Dengan Refleks Fio mundur satu langkah dan menutup bibirnya dengan kedua tangan dengan mata yang melotot hampir keluar, bukanya takut Devan malah merasa gemas dengan tingkah Fio itu.


" Uncle sangat keterlaluan! Aku membencimu!


" Dan aku mencintaimu keponakan-ku!


Deg..


Apa Cinta? Apa yang barusan Fio dengar tidak salah bukan? Bagaimana bisa seorang Uncle mencintai keponakannya sendiri yah walaupun tiri tapi itu kan Fio baru mengetahuinya apa Uncle-nya tahu dari awal dan sudah menaruh hati padanya sejak lama? Fio menggeleng dengan Cepat. " Ahh mana mungkin seperti itu!" Gumanya dalam hati.


" Aku mencintaimu sejak dulu, apa kau pikir aku rela mengikutimu ke Paris dengan dalih pekerjaan jika aku tak mencintaimu? Aku selalu mengikutimu karena sangat mencintaimu!" Jelas Devan.


Fio masih menganga tak percaya jika Devan sudah mencintainnya sejak dulu, apa itu mungkin?


" Jadi walaupun kau tak mencintaiku bahkan sangat membenciku saat ini, aku tak akan pernah melepaskan mu!" Tegas Devan.


" Tidak-tidak, Bercandanya gak lucu Uncle!" Dengan tertawa kecil Fio berusaha mencairkan kegugupan dalam dirinya


" Apa aku pernah bercanda apalagi dengan hal semacam ini,? Ingat apa yang ku katakan tadi jangan pernah membiarkan pria lain menyentuhmu selain diriku jika kau tak ingin pria itu mati menggenaskan di tanganku!" Ancam Devan dengan sungguh-sungguh.


" Apa kau mengerti sayang?" Tanya Devan yang sedari tadi tak mendapatkan jawaban dari wanitanya.


Fio yang ketakutan terpaksa mengangguk . Devan tak pernah main-main dengan ucapnya itulah kenapa Fio mengiyakan agar pria itu tak bertanbah marah.


Devan Tersenyum puas " Good Little Girl.


*


*


Sementara itu Lio yang saat ini telah tiba di Mansion orang tuanya pun segera Menuju ruang keluarga dimana ada Hansel dan Jesslyn yang sedang berciuman dengan disaksikan Televisi yang menyala.


" Ehemm! Lio berdehem untuk menghentikan aksi mesum orang tuanya yang tak tahu tempat itu.


Jesslyn yang mendengar Deheman seseorang ingin melepaskan ciuman panas itu tapi Hansel yang belum puas menahan tengkuk sang istri agar tak bergerak dan semakin memperdalam ciumannya.


Lio yang kesal dengan kelakuan Daddy-nya yang tak pernah berubah dan semakin mesum di usianya yang semakin tua itu segera berdiri di dekat keduanya dan menarik paksa tubuh sang daddy menjauh dari Mommynya.


" Shitt! Siapa yang berani mengganggu aktivitas ku!. Kesal Hansel yang tak terima aksi menyenangkan itu dihentikan paksa oleh seseorang.


" Aku! Salah sendiri berciuman di tempat dimana banyak pelayanan yang berlalu lalang apa daddy sedang melakukan pertunjukan Live secara gratis!. Lio berkata dengan nada yang terkesan meledek.


Plak!!!! Suara tamparan di kepala Lio dari sang daddy.


" Awh!!!


" Dasar anak kurang ajar kau! Tidak ada sopan-sopanya sama sekali,!


Jesslyn yang tidak terima putra kesayangannya di timpuk sang suami segera melotot dan menjewer telinga Hansel.


" Berani sekali kau menyiksa putraku Hansel,!" Ucap Jesslyn sembari terus menjewer telinga sang suami.


" Aduhhh sayang kenapa jadi aku yang di jewer? Seharusnya anak nakal itu yang kau jewer karena telah menggangu kesenangan kita!" Teriak Hansel


Lio Tersenyum Devil dan menjulurkan lidahnya ke arah Sang Daddy hal itu membuat Hansel semakin kesal dengan putra sulungnya itu.


" Itu kesalahan mu karena mesum tak tahu tempat! Rasakan ini!! Jesslyn mengencangkan Jeweran di telinga Hansel,. Hansel semakin teriak dengan kencang merasakan panas akibat ulah istrinya itu..


...*****...