
*
*
*
" Ya sudah aku pulang udah malam juga ini," Ucap Jesslyn sambil melihat Jam di tangannya
" Jangan pulang dulu baru juga jam 19;30 masak mau pulang sih," Ucap Hansel yang kini sudah memeluk erat perut Jesslyn
" Kamu itu kebiasaan setiap aku mau pulang selalu saja gak di bolehin," Cibir Jesslyn
" Nginep aja disini ya, " Ucap Hansel
" Nggak ah," Tolak Jesslyn
" Ayolah, Aku gak akan macem-macem janji deh." Ucap Hansel serasa menjentikkan jari kelingking membentuk sebuah Janji
Jesslyn menimbang sejenak " selalu saja aku tak pernah bisa menolaknya, bagaimana bisa nenolak kalau wajahnya saja sangat tampan sehingga sulit untukku abaikan,,Batin Jesslyn merutuki dirinya sendiri
" Baby, ya ya mau ya,?" Rengek Hansel serasa mendusel-kan wajahnya ke bahu Jesslyn
" Iya-iya tapi janji Hanya tidur gak lebih gak ada modus-modus segala," Ucap Jesslyn memperingati
Hansel mengangguk mengiyakan," Thank you Baby," Ucap Hansel dan mendapatkan anggukan dari Jesslyn
" Tapi modus tipis-tipis juga gak masalah kan toh nanti kamu juga menikmati-nya Baby," Batin Hansel terseyum Licik
*
*
*
*
*
Jika di Apartemen Hansel sedang berduaan dengan Jesslyn tapi tidak dengan Tuan Besar Rodriguez dan Nyonya Besar Rodriguez, Bagaimana mau berduaan jika di mansion Rodriguez sedang kedatangan seorang tamu tak diundang yaitu Tuan Aditama.
" Tumben sekali kau datang tak mengabariku dulu,?" Tanya Dad Regan yang sekarang sudah duduk berdua diruang tamu bersama Aditama
" Iya ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu." Jawab papa Adi dengan nada serius.( Adi ini panggilan untuk papa Aditama ya )
" Sepertinya sangat penting hingga membuatmu berkunjung malam-malam begini," Ucap Dad Regan
" Ya bagus dong asalkan Davina bersedia lagian umur putrimu juga sudah pas untuk menjalankan sebuah pernikahan," Jawab Dad regan
Papa Adi yang mendengar ucapan Dad Regan Merasa senang karena dia pikir Dad Regan juga setuju dengan rencana perjodohan ini. Padahal dad Regan pikir Papa Adi sedang Curhat tentang perjodohan Putrinya dengan orang lain.
" Bagus Kalau begitu kita sepemikiran, Bagaimana jika kita jodohkan Putriku dan putramu saja, Mereka berdua juga sudah saling mengenal dan putriku juga menyukai putramu," Ucap Papa Adi Antusias
Byurrrrrr Dad Regan yang kala itu sedang meminum teh pun muncrat saking kagetnya mendengar Ucapan Aditama.. " Wwwhatt,? Perjodohan dengan pu-putraku.? Tanya Dad Regan terbata-bata saking shock-nya
" Kenapa kau keliatan Shock begitu,? Bukankah lebih baik jika mereka kita jodohkan,? Ucap Papa Adi
" Bukan keliatannya, aku memang sangat Shock bagaimana mungkin aku menjodohkan putraku dan putrimu,? Calon mantuku saja sudah paling top apalagi putraku begitu jinak denganya," Batin dad regan.
" Emmm kalo soal jodoh aku menyerahkan semuanya pada Hansel dan tak ingin ikut campur hal itu," Ucap Dad Regan dengan tegas
" Bukankah lebih baik punya besan sahabat sendiri,? putriku cantik dan juga seorang pebisnis kurasa mereka akan cocok jika bersama," Ucap Papa Adi
" Ck percaya diri sekali kau, kau pikir putraku itu akan tertarik pada seorang wanita hanya karena dia cantik dan seorang pebisnis,?" Cibir Dad Regan Dlam hati
" Kalau untuk itu Harus di tanyakan ke Hansel, yang menikah kan Hansel jadi tidak ada hubungannya dengan pertemanan kita Right,? " Ucap Dad Regan
" Ya tapi jauh lebih baik jika kita menjodohkan keduanya selain kedua keluarga saling mengenal Davina juga menyetujui perjodohan ini ." Ucap Papa Adi tak menyerah membujuk Dad Regan
" Aku tak bisa memutuskan hal ini jika bukan Hansel sendiri yang menginginkan-nya, Karena aku ingin putraku menikahi seseorang yang di cintainya dan juga mencintai putraku, mungkin putrimu menyukai putraku tapi kita belum tahu putraku menyukai putrimu atau tidak," Ucap Dad Regan Panjang lebar
" Sialan ku pikir dengan kita berteman kau menyetujui perjodohan yang ku ajukan." Batin papa Adi merasa kesal
" Kalau begitu bisakah kau menanyakan pada Hansel,? Ucap Papa Adi dengan senyum paksa,
Papa Adi sebenarnya sangat kesal karena ucapan Dad Regan yang secara tidak sengaja menyiratkan jika hanya Davina yang menyukai Hansel tapi Hansel tak menyukai Davina dan itu sangat melukai harga Dirinya sebagai seorang ayah.
" Hemm akan kubicarakan hal ini dengan Hansel secepatnya." Jawab Dad Regan Cuek
Mereka berdua meneruskan obrolan tentang bisnis dan Papa Adi dengan sengaja membicarakan prestasi Davina dalam menjalankan bisnisnya sesekali juga melebih-lebihkan untuk memberikan kesan baik untuk Davina di mata Regan, Regan hanya mengangguk mendengarkan pujian-pujian yang di lontarkan papa Adi untuk davina sampai akhirnya papa Adi pamit pulang karena hari sudah sangat malam .
*
*
*
*