
*
*
*
Tak terasa kini Hansel dan keluarga kecilnya telah sampai di kota A dan dalam perjalanan ke Mansion Johnson, Hansel sengaja membawa Jesslyn ke rumah orang tuanya Untuk membantu memulihkan ingatan Jesslyn.
" Hansel? Kau tak menghubungi Mom Mirna dan Dad Regan untuk datang ke Mansion Johnson?" Tanya Daren Mengingatkan.
" Aku Akan menelponnya sekarang!" Jawab Hansel sembari Mencari nomer Dad Regan.
Baru dua kali berdering panggilan Hansel langsung di jawab Dad Regan.
" Kau dan Daren itu benar-benar kurang ajar ya! Jangan kau pikir daddy tak tahu kalian meninggalkan pekerjaan hanya karena berkeliaran ke Kota J! Dasar kalian itu Sudah Tua bukannya cari istri malah bertingkah seenaknya!" Semprot Dad Regan begitu mengangkat panggilan telepon dari Hansel.
" Dad! Pergilah ke Mansion Johnson aku punya hadiah spesial untukmu dan Mom!" Ucap Hansel Tanpa menanggapi Omelan sang Daddy.
" Kau menyuruh daddy!!! Tut,,,, tut,,,,,, Belum sempat Dad Regan melayangkan Protes Hansel dengan tidak Sopannya mematikan sambungan telponnya, Tentu saja Dad Regan bertambah emosi mendapatkan perlakuan itu dari sang putra yang membuatnya Jengkel sejak tadi siang.
" Brengsek kau Hansel!! Dasar anak kurang ajar!!!" Maki Dad Regan yang sangat kesal.
" Kau itu Kenapa sih memaki putraku disaat orangya saja tak ada disini?" Tanya Mom Mirna yang baru tiba membawa kopi untuk suaminya.
" Putramu itu sangat kurang ajar! Barusan dia telpon menyuruh kita datang ke Mansion Johnson katanya ada hadiah buat kita tapi aku tentu saja tak terima dia menyuruhku sesukanya aku ingin protes tapi dia mematikan panggilan Secara sepihak! Anak itu membuat darah tinggi ku kumat saja!" Adu Dad Regan.
Mom Mirna hanya tertawa kecil menanggapi aduan Suaminya ini bukan kali pertama Putranya itu membuat sang Daddy jengkel karena kelakuannya yang semena-mena itu..
" Terus? bukankah kita harus pergi kerumah besan Untuk mengetahui hadiah apa itu hingga Hansel meminta kita datang kesana malam-malam begini? Ucap Mom Mirna.
Dad regan mendengus kesal, baru saja dirinya ingin istirahat jadi diurungkannya Karena permintaan Hansel yang membuatnya sedikit penasaran itu.
" Awas saja kalau itu sesuatu yang tidak penting! Akan ku kasih pelajaran anak-anak nakal itu!" Gerutunya sembari berjalan keluar menuju mobil.
Mom mirna hanya bisa memaklumi Sikap Suaminya itu, Memang semakin tua umur seseorang akan semakin kekanakan tingkahnya seperti Suaminya saat ini. Mom Mirna segera menyusul sang suami untuk menuju rumah besanya itu.
*
*
Sementara itu di mansion Johnson.
Saat ini Dad David sedang bercengkrama dengan Mom Silvie Di ruang Keluarga.
" Lihatlah Mansion ini terlihat sangat sepi sejak Jesslyn tak ada," Guman Dad David.
" Kau benar Dad, Sepertinya akan terlihat ramai jika Daren memberikan cucu untuk kita" Jawab Mom Silvie.
" Jangan berharap lebih sama putramu itu, sudah berapa kali aku menyuruhnya untuk menikah tapi anak nakal itu selalu bersembunyi dariku!" Ucap Dad David yang sudah sangat lelah dengan sikap Putranya.
" Umurnya sudah hampir kepala empat bahkan semua temannya sudah memiliki anak tapi kenapa putraku menjadi seperti Biksu, Aku juga ingin memiliki cucu seperti teman-teman Arisanku Dad" Lirih Mom Silvie.
" Kalian Sudah mendapatkan cucu jadi berhentilah menyuruhku untuk menikah!" Ucap Daren yang baru saja datang dengan membawa Fio dan Lio di kedua lengannya.
Mom Silvie dan Dad David memandang heran kearah Daren dan kedua anak kecil di gendonganya.
" Anak siapa yang kau curi itu Daren?" Tanya Dad David dengan pandangan menyelidik.
" Enak saja mencuri! Mereka adalah cucu kalian lihatlah wajahnya baik-baik mirip denganku bukan?" Ucap Daren percaya diri.
Mom Silvie dan Dad David memandang lekat-lelat kedua bocah itu memang benar mereka sedikit mirip dengan Daren, Apa Putranya Selama ini menghamili anak orang dan tidak mau menikahinya dasar anak bresek tak tahu Diri, Pikir Mereka.
" Kau menghamili anak orang dan mencampakkan perempuan itu setelah melahirkan anakmu Daren?!" Tuduh Mom Silvie dengan nada membentak hingga membuat Fio dan Lio kaget.
" Pa-papi? Kenapa Glandma malah cama papi? Fio takut!" Ucap Fio dengan mata berkaca-kaca.
" Mom jangan sembarangan menuduhku! Lihatlah Mommy menakutinya," Ucap Daren.
Mom Silvie melihat kearah bocah berwajah imut itu dengan pandangan lembut dan berjalan menghampirinya.
" Jangan takut grandma hanya bertanya dengan papimu, Dimana Mami kalian Sayang?" Tanya Mom Silvie dengan lembut.
" Mommy macih membeli makanan untuk kami Glandma" Jawab Lio.
Ada kegembiraan di hati Mom Silvie saat mendengar Lio memanggilnya dengan sebutan Grandma.
Kedua bocah itu segera turun dari gendongan Daren dan duduk di sebelah Mom Silvie dan Dad David.
" Jelaskan apa yang terjadi dan siapa anak menggemaskan ini!" Ucap Dad David.
Daren menarik nafas sebelum menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan anak siapa yang dibawanya itu.
" Mereka anak Hansel dan Jesslyn!.......
" What?!! Anak siapa kau bilang?!" Potong Dad David dan Mom Silvie Merasa terkejut dan tak percaya.
" Mom, Dad, dengarkan ceritaku dulu!" Kesal Daren.
" Iya- iya cepet lanjutkan!" Pinta Dad David.
" Mereka anak Hansel dan Jesslyn, tadi pagi ada anak kecil yang menelpon Hansel saat Aku berada di kantornya dan anak itu bilang bahwa aku dan hansel adalah papi dan Daddy-nya awalnya aku dan hansel tak mempercayainya tapi kedua anak ini menyebutkan bahwa Mommynya adalah Jesslyn Johnson dan menunjukkan Fotonya aku sangat terkejut dan juga senang pada saat itu dan saat itu juga aku dan Hansel langsung menjemput mereka ke kota J" Jelas Daren pada kedua orang tuanya yang terlihat shock saat ini.
" Aa-apa Jadi Adikmu masih hidup dan melahirkan bayi kembar?" Tanya Mom Silvie dan langsung memeluk Cucunya dengan erat.
" Glandma cecak kami tak bica belnafas!" Rengek keduanya saat mom silvie memeluknya Sangt erat.
" Aduh maafkan grandma sayang, grandma terlalu senang" Ucap Mom Silvie dan sedikit merenggangkan pelukannya.
" Tapi Saat ini Jesslyn tengah hilang ingatan!" Ucap Daren yang membuat Dad David dan Mom Silvie yang tadinya fokus pada si kembar beralih menatap ke arah Daren.
" Jesslyn hilang ingatan?" Tanya keduanya.
Daren mengangguk.
" Aku memberi tahu kalian terlebih dahulu agar nanti kalian tidak terkejut saat Jesslyn tak mengingat kalian" Ucap Daren.
" Jadi itulah sebabnya Jesslyn tidak pulang kerumah karena Dia tidak mengingat kita sama sekali?" Tanya Dad David.
Daren mengaguk " kita harus bersyukur karena Jesslyn masih hidup walaupun hilang ingatan, itu jauh lebih baik dari pada kita tak bisa bertemu dengannya bukan?" Ucap Daren.
Mom Mirna dan Dad David mengangguk membenarkan perkataan Daren, Mereka kemudian berfokus pada si kembar yang sedang asyik menikmati kue yang ada di meja..
" Jangan banyak-banyak nanti sakit gigi!" Celetuk Dad David saat melihat cucunya memakan kue Tanpa henti.
" Kami akan cikat gigi jadi tida akan cakit gigi glandpa!" Jawab keduanya Sembari Menikmati kuenya.
" Beritahu Grandpa siapa nama kalian?" Tanya Dad David karena belum tahu siapa nama cucu kembarnya.
" Namaku Filio Alexander Johnson, biasa dipanggil Lio!" Ucap Lio dengan khas anak kecil.
" Kalau aku Fiona Alexandria Johnson, Biasa dipanggil Fio!" Jawab Fio dengan centilnya. Yang membuat ketiga orang dewasa itu Tertawa.
" ahh nama yang bagus! Cucuku yang berharga kalian sangat menggemaskan!" Ucap Dad David membawa kedua Cucunya di pangkuannya.
Dad David sangat senang karena mereka menggunakan marga Johnson ada kebahagiaan tersendiri untuk Dad David untuk hal itu.
Cup.. Cup.
Fio dan Lio memberi kecupan di pipi sang glandpa kedua bocah itu nampak sangat bahagia karena memiliki keluarga lengkap sekarang.
" Kok hanya Grandpa saja yang mendapatkan kecupan! Gimana dengan papi? Papi belum mendapatkan Ciuman sama sekali padahal papi yang sedari tadi menggendong kalian!" Celetuk Daren yang merasa iri.
Kedua bocah itu segera menghampiri daren dan memberikan kecupan kecupan diwajahnya yang membuat daren kegelian sekaligus bahagia.
" Thank you karena papi cudah mempeltemukan kita dengan glandpa dan Glandma, kita cangat bahagia kalena cudah memiliki kelualga yang utuh!" Ucap Lio.
" Sama-sama baby, Kalian juga membuat papi bahagia," jawab Daren yang mencium pipi kedua keponakannya gemas..
Sedangkan mom Silvie dan Dad David yang melihat pemandangan itu Hanya terseyum bahagia, mereka sangat bahagia, sungguh tak menyangka bahwa Jesslyn masih hidup dan memberinya cucu tampan dan cantik yang menggemaskan dan sangat pintar.
Tiba-tiba Dad David mengingat sosok Regan yang juga mendambakan seorang cucu. Seketika wajah Dad David berubah masam saat membayangkan jika cucunya akan di boyong oleh pria tua menyebalkan itu.
" Jangan sampai si Regan itu mengambil cucuku,! Tidak bisa mereka adalah Pewaris JOHNSON tak bisa kubiarkan Pria menyebalkan itu mengambil perhatian cucuku yang manis ini!" Batin Dad David.
*
*
*