
*
*
* KEESOKAN HARINYA....
" Jack apa kau sudah mendapatkan kabar dari Jesslyn.? Tanya Hansel wajahnya lesu tak bertenaga.
" Nona Jesslyn kemarin memiliki Jadwal yang sangat padat, bahkan Nona harus terbang ke Kota S untuk menghadiri Acara Fashion,, Mungkin karena itulah Nona tak sempat mengabari anda," Jawab Jack
" Brakkkkk!!! Hansel berdiri dan menggebrak meja dengan keras.
" What!!!!! Apa kau bilang ke kota S? Gadisku pergi ke kota S tanpa ada aku disisinya? Bagaimana jika ada Pria Muda tampan yang merayunya dan gadisku langsung menyukainya dan meninggalkan aku,?!! Jack Beritahu aku apa yang harusku lakukan!!!" Ucap Hansel dengan segala pemikiran yang tak berdasarnya
" Tuan bukankah anda terlalu banyak berpikir,? Siapa yang berani merayu wanitanya seorang Hansel Rodriguez, ketampanan ketenaran yang tak terlampaui apa yang membuat anda setakut itu,? Anda begitu pintar dan kejam dalam berbisnis kenapa anda menjadi begitu bodoh ketika jatuh cinta," batin Jack
" Tuan tenanglah Nona di sana tidak berinteraksi dengan satu priapun, begitu menyelesaikan kerjaanya nona Bergegas kembali bersama temanya Vanya.
" Lalu kenapa ponselnya tak bisa di hubungi?! Jack aku begitu tersiksa karena merindukanya!!," Ucap Hansel Dramatis
" Tuan Anda ini Lebay sekali !! Kalo ini sih tingkat bucinnya sudah level tertinggi," Cibir Jack dalam hati sedikit kesal
" Tuan Cobalah bersabar sebentar lagi mungkin Nona Jesslyn sedang kecapekan dan siapa tahu nanti siang Nona menghubungi anda, " Ucap Jack
" Sabar kau bilang gadisku tak mengabariku selama 24 jam dan kau memintaku untuk bersabar?!!! Kau mau mati ya!!! Bentak Jack
" Mulai lagi nih tanduk iblisnya keluar, Batin Jack mengelus dada
" Tuan Saya mohon tenanglah dan tunggulah sedikit lagi,, Pinta Jack
"Tuan Saya mendapat beberapa Foto Nona Jesslyn yang lagi trending karena penampilanya kemarin bagaimana kalo anda melihatnya untuk menghilangkan sedikit kerinduan anda ," Bujuk Jack melanjutkan dengan menyodorkan ponselnya ke arah Hansel
Sudut bibir Hansel sedikit terangkat mendengar Ucapan Jack, tangan Hansel meraih ponsel dari Jack dan melihat foto Jesslyn di atas Runway dengan gaun merah yang memperlihatkan bahu mulusnya, tulang selangkanya yang sexy dan leher jenjangnya juga terekspose, Mata Hansel menjadi gelap seketika membayangkan berapa banyak pria yang melihat bahu dan leher Jesslyn membuatnya mendidih dan begitu tak rela.. Jack yang melihat raut wajah Tuanya menjadi gelap mulai bertanya-tanya, "apa ada yang salah? pikirnya dlam hati
" JACK!!!!
" Hapus Foto Jesslyn yang tersebar di Berita Online sekarang!!! Perintah Hansel Tegas
" Apa kenapa ini berita yang positif bagi Karir Nona Jesslyn, Kenapa harus di hapus,? Tanya Hansel Heran
" Apa matamu buta hahh!! Lihatlah bahu dan leher gadisku aku tak rela jika itu dilihat oleh banyak pria!!! Bentak Hansel
Jack melongo tak percaya,. Dapat pikiran dari mana Tuanya ini baju itu masih terbilang sopan dan ini hal wajar jika seorang model mendapatkan banyak perhatian, bossnya ini benar-benar sudah bodohh karena cinta. Batin Jack
" Tuan muda, baju ini masih terlihat sopan , dan jika anda berniat menghapus foto Nona Jesslyn di laman berita, begitu Nona tahu anda yang melakukannya itu bisa membuat Nona Jesslyn begitu murka dan meninggalkan anda," Ucap Jack menakuti Hansel agar tuanya itu Membatalkan tindakan bodohnya.
Glekk.... Hansel nenelan Salivanya dengan susah payah, membayangkan Jesslyn akan meninggalkan dirinya saja itu sebuah mimpi buruk yang tak mau Hansel alami..
" Tuan cobalah memahami pekerjaan Nona Jesslyn yang seorang model, jika anda mengekang terlalu berlebihan bukan tidak mungkin Nona Jesslyn tidak mampu bertahan dengan anda" Ucap Jack menasehati Tuanya ( Tumben sekali kau menjadi bijak Jackš¤£)
Hansel merenungkan Ucapan Jack yang memang benar adanya, Tapi Hansel yang memiliki ego tinggi dan sifat posesifnya begitu tinggi sulit untuk di kendalikan.
Tok...tok...
Suara ketukan pintu menyadarkan Hansel dari pikirannya.
Jimmy masuk ke ruangan Hansel," Tuan para dewan direksi sudah menunggu di ruang rapat," Ucap Jimmy
" Hansel berdiri dari duduknya mengancingkan setelan jass-nya kemudian berjalan menuju ruang meeting tanpa mengucapkan satu katapun,
Jimmy dan Jack saling pandang dan berjalan mengikuti Tuanya dari belakang..
*
*
*