
*
*
Sesampainya di depan pintu ruangan Devan, Fio sengaja untuk berhenti dan mencari Ricky sekertaris Devan tapi wanita cantik itu tidak melihat batang hidung laki-laki itu, Akhirnya Fio memutuskan langsung memasuki Ruangan itu tanpa mengetuk Terlebih Dahulu,
Ceklek....
Pintu Ruangan itu terbuka dan Apa yang dilihat Fio sedikit membuat nya Terkejut, ingat! Hanya sedikit karena Fio pernah melakukan hal yang lebih ekstrim dari pada apa yang dilihatnya saat ini, Fio melihat Seorang Wanita berpenampilan Sexy tengah duduk dipangkuan Uncle-nya,
Yang membuat gadis itu begitu terkejut adalah karena Uncle-nya itu sudah memiliki kekasih dan lumayan cantik menurut Fio tapi Tentu saja Fio berfikir Bahwa dirinya lah yang paling Cantik.
" Ops!! Sorry teryata Uncle sedang ada urusan mendesak yah!" Suara Fio membuat Devan bangkit dari duduknya dan membuat wanita yang memaksa duduk dipangkuan-nya itu terjatuh.
" arghhh!" Teriak Wanita itu kesakitan karena pantatnya yang berbenturan keras mencium lantai.
Yah Wanita itu adalah putri dari rekan bisnis Devan yang selama ini selalu mengejarnya dan Apa yang terjadi barusan tidak seperti yang dipikirkan Fio, kenyataannya Wanita itu tengah menggoda Devan dan secara tiba-tiba duduk dipangkuan-nya Dan disaat yang bersamaan Fio masuk dan melihat seakan mereka tengah bermesraan padahal Devan tengah berusaha membuat wanita itu menjauh dari tubuhnya.
" Fio? Sejak kapan kau ada disitu?" Devan sedikit terkejut melihat Fio ada dikantornya karena ini pertama kalinya Gadis itu berkunjung.
" Aku baru datang, tenang saja Uncle aku tak akan memberi tahu Grandpa Kevin kok tentang apa yang baru saja aku lihat, aku tahu perasaan menggebu saat sedang kasmaran lagian ini Zaman modern dan Uncle sudah dewasa untuk melakukan hal itu" Jelas Fio dengan santainya.
" Ini tak seperti yang kau lihat Fio, jangan salah paham dengan apa yang kau lihat barusan!" Devan berusaha menjelaskan karena tak ingin Fio berfikir yang tidak-tidak dan salah paham padanya.
" Hustt, Uncle tak perlu malu Fio sudah cukup tahu dengan hal semacam itu!
Devan sangat kesal dengan Jawaban Fio yang seakan sudah sangat paham dengan hal-hal yang berbau Vulgar. Devan bertanya-tanya apa gadisnya itu Dulu vmenjalani pacaran yang esktrim memikirkan saja membuat kepala Devan terasa panas.
Sedangkan wanita yang menggoda Devsn tadi tampak bersusah payah berdiri dan menatap wanita cantik bak dewi yang tidak lain adalah Fiona dengan pandangan heran.
" Who are you?" Tanyanya saat sudah berdiri.
" My name is Fiona Alexandria Johnson Rodriguez, daughter of uncle Devan's cousin." Ucap Fio .
Wanita itu membulatkan matanya jadi Wanita didepannya ini bisa dibilang adalah keponakan Devan, jadi ada baiknya Membuat kesan baik padanya.
" Ya Karena aku tak pernah datang kekantor Uncle, itu sebabnya tak banyak yang tahu jika seorang Devan memiliki keponakan yang cantik dan mempesona seperti ku!" Jawab Fio
" Kau bisa berbicara bahasa Indonesia?
" Tentu saja bisa! Karena aku warga Indonesia!" Jawab Fio.
" Perkenalkan aku Sonya, aku juga orang Indonesia dan sedang menggantikan papiku bekerja sama dengan Brown Company di paris.
" Hems!" Fio hanya berdehem yang terkesan angkuh di telinga Sonya.
" Uncle aku lapar!" Rengek Fio Manja.
" Aku akan menyuruh Ricky memesan makanan untuk mu!"
" Aku ingin makan pasta!"
Devan langsung menyuruh Asistennya memesan makanan yang di inginkan Fio bahkan Devan mengabaikan jika disitu masih ada Sonya.
" Uncle, kenapa hanya memesan dua porsi? Disini kan ada tiga orang." Ucap Fio.
" Aku tidak ingin makan dengan orang asing!" Jawabnya Cuek.
" Devan, kita bukan orang asing." Ucap Sonya yang tak terima dengan perkataan Devan.
Sedangkan Fio hanya mengangkat bahunya acuh, saat menyadari jika hanya sonyalah yang terlihat menyukai Devan dan Fio bisa menyimpulkan dengan cepat bahwa itu hanyalah cinta sepihak.
Sedangkan Devan tidak menanggapi Perkataan Sonya dan malah melihat Fio dengan intens dan pemandangan itu tertangkap jelas oleh Sonya.
" Bagaimana gadis ini nampak biasa saja melihat ada wanita yang menggoda ku? Apa aku tidak cukup menarik untuknya?" Batin Devan merasa kesal sendiri
*******