First Sight

First Sight
Part 53



*


*


*


Sementara itu di sebuah kamar hotel mewah seorang wanita tengah bergerak erotis di atas seorang pria berumur empat puluhan sembari mendesah Menikmati setiap hentakanya.


" Ahhh yess Sayang" Erang Davina dengan terus bergerak di atas pria itu.


" Ahh yess baby!! Yeahh kau selalu memabukkan ahhh" Erang pria itu sembari membantu menggerakkan pinggang Davina dengan kedua tangannya.


Hingga beberapa menit telah berlalu keduanya sudah menyudahi kegiatan panas itu.


" Kau memang yang terbaik Baby" Ucap Pria itu yang kini sudah kembali rapi mengecup bibir Davina sekilas dan Keluar dari kamar itu meninggalkan Davina setelah memberi sebuah kartu..


Yah ini adalah kesenangan bagi Davina Mendapatkan kepuasaan dan mendapatkan Uang karena Davina Hanya tidur dengan Pria Kaya yang kebanyakan adalah seorang boss, tidak peduli sudah beristri atau belum yang terpenting dirinya mendapatkan kepuasan hasrat, Bagi Davina Pria-pria yang tidur dengannya Hanyalah sebuah alat mendapatkan kepuasan, Uang dan koneksi, Hanya Hansel-lah laki-laki yang dirinya inginkan untuk dijadikan miliknya selamanya..


Drettt .... drettt ...


Ponsel Davina Bergetar tanda ada sebuah panggilan masuk, Dengan malas Davina Meraih ponselnya di atas meja dan segera mengangkatnya setelah melihat ID panggilan teryata adalah Orang suruhannya yang dirinya tugaskan untuk mengintai Jesslyn.


" Ya! apa kau sudah menyingkirkan J** ang Sialan itu!" Ucap Davina saat panggilan sudah terhubung.


" Maaf boss kami tak punya cela melakukannya karena sedari kemarin Wanita itu selalu bersama Tuan Hansel dan satu hal penting yang harus anda ketahui Mereka telah mendaftarkan pernikahan dan telah resmi menikah!" Ucap pria di seberang sana.


" Apa?! Sialan berani sekali mereka menikah di atas penderitaan ku!!! Dan kau dasar tidak pecus!!! Cari celah untuk menyelakai J**ang itu!! Dan ingat buat Hal itu seakan Adalah murni kecelakaan!! Suruh seseorang yang membutuhkan uang untuk Menjalankan Rencana ini! Jika seandainya Ketahuan setidaknya kita bisa mengkambing hitamkan orang itu kita tinggal menyongkong kehidupan keluarganya!" Titah Davina.


" Baik Boss!" Jawab pria itu tegass.


Davina memutuskan panggilaanya dan terseyum jahat .


" Lihatlah kali ini aku pastikan kau tak bisa lolos J**ang!" Gumanya dengan api membara di dadanya karena merasa terhianati atas pernikahan mereka.


*


*


" Sayang kau ikut kekantor denganku yah?" Pinta Hansel.


Mereka kini sedang berada di meja makan untuk makan pagi lebih tepatnya makan siang karena sudah hampir pukul 12;00 tapi ini santapan pertama bagi keduanya.


" Nggak ah yang, aku berasa capek," Tolak Jesslyn.


Hansel Cemberut mendapat penolakan dari sang istri padahal Dirinya hanya tak ingin jauh dari Istrinya itu tapi lihat sekarang bahkan istri cantiknya itu tidak peka sama sekali.


" Sayang aku ingin ketemu Vanya, Bisa tidak kau menyuruh Jimmy untuk menjemputnya" Pinta Jesslyn dengan tatapan memohon.


Hansel melihat ke arah Jesslyn tentu saja dirinya tidak akan menolak untuk permintaan kecil seperti itu.


" Sayang aku mau tanya sesuatu" Ucap Jesslyn menyangga dagunya menggunakan kedua tangannya dengan siku diletakkan dimeja sembari melihat kearah hansel dengan serius.


" Hem mau tanya apa Baby?" Ucap Hansel menatap Jesslyn penasaran.


" Apa Jimmy sudah mempunyai kekasih?" Tanya Jesslyn.


" What!! Kenapa kau menanyakan hal itu apa kau tertarik dengan Si Jimmy?!" Ucap Hansel dengan kesal.


" Sayang kau itu sembarangan saja!! Aku hanya berniat menjodohkannya dengan Vanya," Ucap Jesslyn menjelaskan karena Suaminya itu sudah salah paham.


" Ahh kupikir kau tertarik padanya, jika itu terjadi aku akan membunuh Jimmy meskipun dia adalah pengikut setiaku!" Ucap Hansel Sungguh-sungguh.


Glekk... Jesslyn menelan Salivanya susah payah, Dirinya bersumpah tidak akan pernah mengkhianati hansel ! Suaminya ini benar-benar menakutkan. Pikirnya.


" Tentu sayang, Aku sangat mencintai suamiku ini, bagaimana mungkin aku tertarik dengan pria lain saat suamiku sudah begitu sempurna" Rayu Jesslyn.


Hansel terseyum mendengar penuturan Jesslyn, Dirinya begitu berbunga-bunga hingga seperti ada kupu-kupu di dalam perutnya..


" Sayang Jawab dulu pertanyaan-ku apa Jimmy sudah punya kekasih?!" Tanya Jesslyn yang membuat Hansel tersadar dari lamunan Bahagia-nya.


" Tidak! dia jomblo sejak lahir." Jawab Hansel datar.


" What! Yang benar dia tak pernah menjalin kasih sama sekali?" Tanya Jesslyn sedikit tak percaya.


Hansel mengangguk mengiyakan " Yah dia berpikir bahwa wanita merepotkan sama sepertiku sebelum menemukan dirimu" Jawab Hansel.


" Good! Dia laki-laki yang cocok untuk Vanya kalu begitu." Ucap Jesslyn sembari tersenyum penuh arti.


" Sayang jangan aneh-aneh biarkan mereka mencari pasangan sendiri." Ucap Hansel saat melihat senyum mencurigakan istrinya.


" ishh kau itu cerewet sekali! tugasmu itu hanya membantuku untuk menyatukan dua Jomblo karatan itu! Jika kau tak mau membantu Siap-siap tidur diluar selama seminggu dan jangan harap mendapatkan jatah!" Ancam Jesslyn tidak mau di bantah.


" Baby jangan dong kau tega sekali, Baiklah aku akan membantumu ," Jawab Hansel pasrah.


Jesslyn terseyum bahagia karena akan memberikan jodoh pada sahabatnya, karena Menurutnya Jimmy adalah sosok laki-laki baik yang tepat untuk sahabat baiknya itu.


Sedangkan Hansel, nyalinya seketika menciut kalau sudah menyangkut sang istri. Tentu saja dirinya takut istrinya itu akan ngambek dan tak memberikan jatah, Hansel tak mau bahwa kenikmatan yang baru saja dirinya rasakan itu tidak terulang kembali akibat masalah sepele ini.


*


*


*


*


*