
*
*
*
Disinilah Jimmy sekarang di depan pintu sebuah Apartemen, Sudah lima menit Jimmy memencet bell tapi belum juga ada tanda-tanda pintu akan terbuka, Jimmy yang kesal jadi semakin kesal lagi atas hal ini tapi disaat dirinya akan pergi pintu apartemen itu terbuka dan memperlihatkan seorang wanita yang lumayan cantik menurut Jimmy tapi kekesalan membuatnya tak begitu respect pada wanita di depannya ini.
" Saya Jimmy, di utus oleh Nona Jesslyn untuk menjemput Nona Vanya" Ucap Jimmy Datar.
Vanya bukan-nya merespon ucapan Jimmy tapi malah terbengong di tempat dengan mulut terbuka melihat pria gagah di depannya.
" Astaga naga! inimah pangeran, gila ganteng dan gagah banget, kalo model begini sih walaupun susah di deketin pasti akan aku perjuangin" Batin Vanya menjerit.
" Nona?" Panggil Jimmy tapi tak mendapat Respon dari Vanya.
" Nona?
" NONA APA ANDA MENDENGAR SAYA!!" Geram Jimmy Karena Vanya hanya terbengong menatapnya.
" Ah ya saya mendengar anda, saya Vanya sahabat Jesslyn" Ucap Vanya salah tingkah Karena dengan terang-terangan terkagum pada Penampilan Jimmy.
" Kalau begitu ikutlah dengan saya, saya akan mengantar anda ke Mansion Rodriguez." Ucap Jimmy Cepat Karena tak ingin membuang waktunya.
Jimmy pun berjalan cepat menuju parkiran yang di ikuti oleh Vanya di belakangnya.
" Buset dingin bener nih cowok, melebihi kutup utara tapi gimana dong ganteng banget gak nahan aku makk!" Batin Vanya.
Mereka berdua pun masuk ke mobil dengan Vanya duduk di jok belakang di sepanjang perjalanan hanya keheningan dan kecanggungan yang di rasakan Vanya. Tak tahan dengan suasana canggung ini Vanya berinisiatif untuk memulai pembicaraan.
" Tuan siapa nama anda?" Tanya Vanya.
" Anda bisa memanggil saya Jimmy" Jawab Jimmy datar.
" Saya Vanya anda bisa memanggil tanpa Embel-embel Nona!" Ucap Vanya.
" Baik!" Jawab Jimmy Singkat.
" Tuh kan cuman gini doang astaga pelit banget ngomong sih nih cowok!" Gerutu Vanya dalam hati.
" Apa kamu sudah lama bekerja dengan Tuan Hansel, Jimmy?" Tanya Vanya yang sudah menggunakan bahasa Santai.
" Lumayan!" Jawab Jimmy singkat.
" Astaga! apa kau selalu irit bicara seperti ini Jimmy?" Tanya Vanya menahan sedikit kesal di hatinya.
" Tidak! Aku akan bersikap seperti ini hanya pada orang asing" Jawab Jimmy Jujur.
" Tapi aku sahabat Nonamu dan kita baru saja kenalan jadi kita bukan orang asing" Protes Vanya.
" Tapi bagi saya kau adalah orang asing!" Jawab Jimmy cuek,
" Kita sudah sampai, Silahkan turun!" Ucap Jimmy tanpa menanggapi perkataan Absurd Vanya.
" Ck! " Decih Vanya kemudian turun dari mobil.
Vanya mengetok kaca mobil pengemudi dan Jimmy Membukanya sedikit.
" Thank you calon pacar udah di anterin bye!" Ucap Vanya memberikan ciuman udara dan berlalu pergi tanpa melihat ekspresi dari Jimmy..
" Dasar Cewek gila! Bagaimana Nona Jesslyn bisa memiliki teman model gitu sih!" Guman Jimmy sambil bergidik dan melanjutkan mobilnya meninggalkan halaman mansion Rodriguez menuju Perusahaan.
*
Vanya memasuki Mansio mewah itu dan disambut baik oleh pelayan kemudian pelayanan itu membawa Vanya ke ruang keluarga dimana ada Jesslyn yang sedang menonton drama.
" Wah Wah wah! Enak sekali yah sekarang sudah jadi boss terus bisa bersantai riya begini?" Sindir Vanya yang sudah berdiri di samping Jesslyn.
" Sialan kau!! Baru juga libur dua hari udah di protes mulu!" Jawab Jesslyn menarik tangan Vanya agar duduk di sebelahnya.
" Gimana? Apa menurutmu Jimmy Okey?" Tanya Jesslyn penasaran.
" Bukan main ganteng banget apalagi badannya beh bikin aku klepek-klepek Jess, Tapi sayang banget datar orangnya" Jawab Vanya dengan Menggebu-gebu.
Jesslyn Terkekeh mendengar cerita Vanya sesuai dengan apa yang Dirinya bilang bahwa Jimmy akan membuat Vanya Klepek-klepek.
" Berjuanglah! Itu wajar karena Jimmy belum mengenal cinta sama sekali, kurasa jika kau berhasil membuka hatinya untukmu dia akan bucin seperti Hansel. Ingat novel yang sering kita baca bukan? Cowok dingin akan berubah bucin saat menemukan cintanya," Ucap Jesslyn memberi motivasi pada Vanya.
" Pasti mana mungkin aku membiarkan pria langka seperti Jimmy lepas dari genggaman ku" Jawab Vanya yakin.
" Sekarang bicarakan tentang dirimu! Apa sangat sakit saat melakukan itu untuk pertama kalinya?" Tanya Vanya dengan wajah penasaran.
" Gimana ya, Awalnya sih memang sakit banget tapi lama kelamaan enak bikin nagih" Jawab Jesslyn sambil Senyum-senyum gak jelas.
Vanya mencebikan bibirnya melihat Jesslyn yang seakan membayangkan adegan bercintanya dengan sang suami.
" Sialan! Kau berpikiran mesum yah saat ada aku disini?!" Tanya Vanya sedikit kesal.
" Bagaimana sih tadi kan kau yang tanya padaku!" Jawab Jesslyn.
" Ishh menyebalkan! Jess bagaimana kalau kita ke Mall? Sudah lama loh kita tidak shoping!" Ajak Vanya.
Jesslyn tampak berfikir sejenak, benar juga sudah lama dirinya tak shoping dan ke salon' pikirnya.
" Okey, aku telpon Hansel dulu!" Ucap Jesslyn sembari mencari nomer sang suami.
*
*
*