First Sight

First Sight
Part 58



*


*


*


" Sayang Nanti aku akan ke Apartemen, Aku sangat merindukan Buffy" Ucap Jesslyn.


" Buffy lagi Buffy lagi! Membuatku Cemburu saja" Kesal Hansel.


Saat ini Jesslyn sedang di Halaman Mansion mengantar Hansel sampai ke mobil untuk berangkat kerja.


" Buffy kan lucu sayang, tak perlu cemburu karena aku lebih mencintaimu" Ucap Jesslyn.


" Ck lucuan juga aku!" Cibir Hansel.


" What? Sayang kau mabuk ya? Lihatlah dirimu dilihat dari mananya yang lucu" Ucap Jesslyn.


Hansel langsung cemberut, " Pokoknya aku yang terlucu terganteng dan terkaya kau tak boleh memuji siapun sekalipun dia hewan kau hanya boleh memujiku! Kau mengerti" Hardik Hansell.


Jesslyn merasa mumet dengan tingkah tak biasa suaminya ini, yang benar saja cemburu tak kira-kira Buffy kok di cemburui.


" Baik Suamiku ini segala-galanya" Ucap Jesslyn mengalah.


" Hati-hati saat pergi ke Apartemen, Aku akan menyuruh bodyguard mengikuti mu dari belakang" Ucap Hansel.


" Yer Sir" Ucap Jesslyn sembari memberi Hormat.


Hansel Terkekeh gemas sembari mengacak rambut istrinya.


" Aku berangkat dulu, ingat berhati-hatilah jangan menyetir sendiri" Ucap Hansel memperingati dan Jesslyn mengangguk tanda mengerti.


Cup...


Hansel mengecup sekilas bibir Jesslyn dan masuk ke mobil dan meninggalkan Mansion menuju Perusahaan.


Jesslyn melihat mobil suaminya yang menghilang di balik pagar sembari melambaikan tangannya. Saat dirasa Mobil suaminya sudah menghilang jauh dirinya baru masuk kembali dan bersiap-siap untuk pergi ke Apartemen selain ingin mengambil Buffy yang selama ini di rawat oleh pembantu yang di perintahkan Hansel dari Mansion Utama, Jesslyn juga ingin pergi ke mansion Johnson.


Beberapa Saat kemudian Jesslyn sudah siap, Jesslyn akan mengendarai mobil sendiri hari ini yang berarti dirinya telah melanggar perintah Hansel yang menyuruhnya menggunakan supir.


" Tidak apa bukan? Biasanya aku juga menyetir sendiri Hansel saja yang terlalu berlebihan," batin Jesslyn.


Bib!!


Jesslyn pun membuka salah satu mobil sport Hansel.


" Nona biar saya yang mengantar" Ucap salah satu sopir dengan sopan.


Jesslyn melihat sopir itu dengan terseyum


" Tidak pak, Hari ini saya akan mengemudi sendiri," Jawab Jesslyn.


" Tidak apa pak, Hansel biar jadi urusan ku, sekarang lanjutkan saja pekerjaan bapak" Ucap Jesslyn dan masuk kedalam mobil dan melajukanya dengan kencang dan di ikuti para bodyguard.


Sopir itu tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa melihat kepergian Nonanya dengan perasaan cemas.


Sementara itu di kejauhan seseorang pria di dalam mobil van nya telah melihat gerak gerik Jesslyn dan inilah saatnya dirinya beraksi. Kemudian pria itu menelfon seseorang.


" Lakukan sekarang! Ingat kalau seandainya kau tertangkap kau harus menanggungnya jangan menyebutkan apapun dan hidup keluarga mu akan terjamin! Kau mengerti?! Ucap Pria itu.


" Baik Tuan, Saya mengerti" Jawabnya mantap dari seberang tlpn.


Bagaimana pun juga dirinya tak ada pilihan lain jadi tak masalah jika dirinya harus di penjara seumur hidup asalkan hidup keluarganya terjamin pikir seseorang di seberang tlpn. Dengan pikiranya yang dangkal.


" Bagus! Lakukan sekarang sesuai rencana!" Titahnya dan mematikan panggilaanya.


*


Saat ini Jesslyn tengah mengendarai mobilnya dengan kencang melewati Jalanan yang terdapat lautan disisi kanan dan kirinya sembari mendengarkan musik dan sesekali Jesslyn bergerak mengikuti alunan musik itu, Jesslyn Begitu Menikmati mengemudinya hingga ada sebuah Truk dari arah berlawanan yang melaju sangat kencang kearahnya Jesslyn yang Reflek segera membanting setir kearah kiri bermaksud menghindari Truk tersebut.


Brakkkk... Bryurrr!!


tapi naas Mobilnya terpelanting dan menabrak pembatas Jalan dengan kerass dan mengakibatkan Mobil yang ditumpangi Jesslyn terjun kedalam laut..


Sementara truk tadi terus melaju dengan kencang meninggalkan tempat kejadian dengan tanpa rasa iba dan menolong Jesslyn terlebih dahulu.


Para Bodyguard terdiam mematung melihat kejadian Naas yang dialami Nonanya tepat di depan matanya, kejadian itu sangatlah cepat dan tak terprediksi bibir mereka kelu tubuhnya tak bisa di gerakan saking Shock-nya tapi salah satu Bodyguard segera menyadarkan diri dan menelpon Tim penyelamat untuk menyelamatkan Nonanya yang jatuh kedalam laut beserta dengan mobilnya.


*


Sementara itu di kamar Davina tampak menerima telpon dari bawahannya.


" Bagaimana apa kau sudah menyingkirkan ****** itu?" Tanya Davina.


" Semua berjalan sesuai Rencana dan wanita itu di pastikan sudah mati! Mobilnya terjun kedalam laut karena menghindari truk suruhan kita Boss!" Jawab Orang di seberang telepon.


" Bagus! Ingat jangan melibatkan ku dalam hal ini!" Ucap Davina.


" Boss tenang saja semua sudah saya rencanakan dengan matang!" Jawabnya yakin.


Davina mematikan sambungan teleponnya sembari menyeringai, inilah keinginannya menyingkirkan wanita itu dan mendekati Hansel dengan cara halus.


" Tunggu aku sayang, My Hansel, aku akan menghiburmu dan menggantikan wanita itu" batin davina.


*


*


*