First Sight

First Sight
Part 26



*


*


*


Di sebuah apartemen mewah di tengah kota seorang gadis cantik masih belum terbangun dari tidurnya...


Ceklekk...


Vanya yang keluar dari kamar mandi melihat sahabatnya itu yang belum juga bangun Merasa gemas sendiri..


" Jesslyn Kebakaran!!!!!!! Terikaknya


Jesslyn yang kaget Karena Vanya pun langsung berdiri dengan mata melebar.


" Haahhh kebakaran dimana?!!! Ucapnya panikk


"Hehehehe Gak ada kebakaran, Habis dari tadi aku bangunin kau tak bangun-bangun" Ucap Vanya dengan wajah tanpa dosa.


" Lagian kenapa bangunin aku pagi-pagi,? Aku kan hari ini gak ada jadwal," Jawab Jesslyn kesal


" Pagi apanya lihat noh jam udah jam berapa sekarang jam 10 siang Jesslyn," Ucap Vanya dengan menunjukkan kesepuluh jarinya.


" Oh ternyata udah siang ya " Ucap Jesslyn menggaruk tengkuknya yang tak gatal


Vanya mencebik dan keluar kamar meninggalkan Jesslyn di kamar sendiri.


Jesslyn mengambil ponselnya dan menyalakan ponselnya yang sejak kemarin tak sempat dirinya gunakan sama sekali,. Begitu ponsel menyala Jesslyn membelalakan matanya terdapat puluhan panggilan dan pesan dari Hansel, Bagaimana dirinya sampai melupakan makhluk menyeramkan itu, Jesslyn membuka pesan satu demi satu dari Hansel dan membuatnya menahan nafas untuk sementara..


Dan satu pesan dari Hansel yang membuatnya bergidik ngeri adalah,". Baby berani sekali kau menghilang dan tak mengabariku,!!! Ingat kau harus mendapatkan hukuman yang takkan pernah kau lupakan,!!! Bunyi pesan Hansel


Jesslyn mondar-mandir seperti setrika di depan Vanya, saat ini Mereka ada di meja makan dan Vanya sedang memakan sereal-nya.


" Kau kenapa sih bikin pusing tau," Ucap Vanya yang heran dengan Jesslyn yang mondar-mandir tak jelas itu


" Vanya apa yang harus kulakukan,? Aku dari Kemarin lupa tak mengabari Hansel sama sekali dan kau tau ada puluhan pesan dan panggilan darinya, kurasa dia begitu marah padaku dan aku begitu takut," Ucap Jesslyn..


" Kalau begitu kenapa tak kau hubungi saja dia sekarang, lagian kenapa kau bisa melupakan kekasihmu,?" Ucap Vanya


" Kemarin aku terlalu sibuk kau kan juga tau, dan aku terlalu takut untuk menghubungi-nya sekarang." Ucap Jesslyn menunduk


" maksudmu kau menyuruhku menyogoknya,?


" that’s right!!! Kau bisa membuat makan siang untuknya dan bersikaplah sedikit manja untuk merayunya ku jamin dia tak akan jadi marah padamu," Ucap Vanya


" Kalau memasak untuknya sih gk masalah bagiku tapi kalo bersikap manja padanya itu sedikit berlebihan menurutku," Ucap Jesslyn Merasa sedikit ragu


" Kau mau dia tidak marah padamu kan,?


"Jesslyn mengangguk


" Dan hanya itu cara yang paling efektif," Ucap Vanya yakin


" Baiklah akan aku coba." Ucap Jesslyn


Jesslyn dengan segera memasak nasi goreng spesial untuk Hansel,. Bersiap-siap dan bergegas ke kantor hansel,.


Beberapa saat kemudian...


Jesslyn memasuki kantor Hansel dengan gembira sambil memegang kotak makan di tangannya, Jesslyn begitu cantik dengan pakaian yang di kenakan-nya atasan pink dan Rok berbahan Jeans sangat cocok untuknya para karyawan menyapa dengan sopan karena mereka sudah tahu bahwa wanita cantik ini adalah kekasih sang atasan, Jesslyn menanggapi sapaan karyawan dengan tersenyum ramah dan bergegas ke lantai 35 untuk bertemu Hansel.



Di sisi lain diruang meeting..


Ruangan itu begitu mencekam para jajaran petinggi di perusahaan itu menunduk takut akan kemarahan Hansel,. Hansel marah karena kinerja para bawahannya yang kurang memuaskan menurutnya,. Perusahaan tidaklah merugi hanya saja keuntungan sedikit meleset dari target yang di tetapkan Hansel, Sebenarnya itu bukanlah sebuah masalah toh Perusahaan masih mendapatkan untung tapi tidak tahu kenapa Presedir Begitu marah akan hal ini ..


" KALIAN SEMUA MEMANG TAK BECUS , SIA SIA AKU MEMPERTAHANKAN KALIAN JIKA KINERJA KALIAN SANGAT NEMBUATKU KECEWA!!!! BENTAK HANSEL


para jajaran petinggi itu berkeringat dingin, bagaimana jika dirinya di pecat apa yang harus dilakukannya? Bagaimana dirinya membiayai anak dan istrinya pikir mereka..


Jack diam-diam menyelinap keluar dari ruangan meeting, Jack begitu frustasi menghadapi Tuanya yang menggila itu.


" Ayo berpikir Jack bagaimana menghentikan kegilaan Tuan muda," Batin Jack sambil memukul kepalanya..


"Jack,? .


*


*