First Sight

First Sight
S2.25



*


*


Devan berjalan kearah pintu dengan rambut acak-acakan kahs bangun tidur.


Devan mebuka pintu dan terlihatlah wajah anak remaja yang tampan tapi memiliki sifat tengil berlebihan siapa lagi kalo buka Marvel Calon adik iparnya.


Marvel tampak bingung kenapa yang membuka pintu malah Uncle Devan bukankah ini kamar kak Fiona.


" Kenapa Uncle ada di kamar kakak?" Tanya Marvel mata pria itu menyiratkan kecurigaan.


" Memang nya tidak boleh jika seorang Uncle mengunjungi keponakannya?" Tanya balik Devan.


" Tentu saja boleh tapi kalo Uncle sampai menyelinap ke kamar kak Fio tentu saja itu tidak boleh! Apalagi sampai tidur bersama itu sangat dilarang apalagi kalian sudah sama-sama dewasa!" Cerocos Marvel sok bijak.


" Teryata keponakan tengil ku ini cukup dewasa juga yah?" Kata Devan menggoda Marvel.


" Uncle, Aku sedang serius apa yang Uncle lakukan di kamar kak Fio?" Tanya Marvel.


" Tentu saja tidur, Apa kau tak melihat penampilan ku yang masih bau Bantal ini?" Kata Devan dengan santai seakan apa yang dilakukan nya itu adalah sebuah keharusan.


" But Why? Why Uncle tidur di kamarnya?" Tanya Marvel yang tidak puas dengan jawaban Devan.


" Oh Kamarku ada kecoak jadi aku tidur di kamar Fio," bohong Devan.


Marvel yang sangat jijik dengan kecoak cukup memaklumi dengan tingkah Devan yang memilih pindah dari kamar itu. tapi kenapa harus kamar kak Fio, pikir Marvel.


" Kenapa tak tidur di kamar Lain kan masih banyak kamr kosong di Mansion ini?"


" Kamr yang lain belum di bersihkan aku takut jika ada kecoak lagi!


" Lalu kenapa tak tidur di kamar ku atau di kamar Marchel?.


" Kalian sudah pada terlelap Uncle tak tega membangunkannya." Sahut Devan.


Devan mengangguk " Tentu saja, Memangnya aku harus melakukan apa selain tidur?" Kata Devan sok polos


" Tentu saja kita berciuman panas dan berpelukan sampai pagi." Lanjut Devan dalam hati.


" Baiklah, Aku percaya pada Uncle. Aku hanya ingin mengembalikan laptop kak Fio yang ku pinjam tadi malam." Menyerahkan laptop yang dibawanya ke tangan Devan dan Devan menerima laptop itu.


" Aku nitip kasihkan ke kak Fio, Aku pergi dulu Uncle." Kara Marvel berlalu dari depan pintu kamar Fio.


" Hufft !! Si tengil ini sudah kayak pak hakim yang menanyai tersangka saja" Gerutunya. Devan membawa Laptop milik Fio dan Kembali masuk kedalam kamar.


" Apa yang dikatakan Marvel, Uncle?" Tanya Fio yang baru selesai keluar dari kamar mandi.


" Tidak ada dia hanya mengembalikan Laptop mu." Kata Devan mendekat kearah Fio dan memeluknya.


" Kau tak mandi sekalian sqyang?" Tanya Devan.


" Tidak aku hanya mencuci wajah ku saja tadi." Sahut Fio.


" Kau tetap harum Strawberry walaupun belum mandi aku suka." Kata Devan menghirup aroma Strawberry di tengkuk Fio.


" Apa kau selalu begini saat sedang bersama wanita Uncle?" Tanya Fio tiba-tiba.


" Hanya kau satu-satunya wanita yang ku miliki tidak ada wanita Lain yang dekat dengan ku. Apa kau pernah melihatku bersama wanita?" Kata Devan.


Fio menggeleng " Tidak! Tapi aku pikir Uncle pernah berkencan secara diam-diam." Sahut Fio.


" Bagaimana bisa aku berkencan dengan wanita lain sedangkan hati dan pikiran ku di penuhi olehmu sayang?" Devan menangkup wajah Fio Sembari mengelus tengkuk gadisnya.


" Kurasa Uncle benar-benar sudah tergila-gila padaku sejak dulu?" Kata Fio Sembari terseyum manis.


" Hems aku memang sudah terjerat olehmu sampai gila rasanya." Devan memanggut lembut bibir Fio dan Fio menyambut dengan senang mereka menikmati Ciuman pagi yang menggelora saling memanggut membelit lidah menyalurkan semua rasa cinta di pagi hari yang teras panas membakar keduanya.


...********...