
*
*
*
" Srrruppss!!!!!!
" iyuhh Jess jijik tau!! kenapa harus nangis sih? seharusnya kamu itu seneng jingkrak-jingkrak lah ini malah mewekk." Ucap Vanya yang risih karena Jesslyn menyedot ingusnya karena terlalu lama menangis.
Vanya merasa bingung melihat sahabatnya menangis tersedu-sedu karena melihat pres., bukankah seharusnya sahabatnya itu merasa senang karena perkataan Hansel di press itu?' pikir Vanya.
"Aa-Akku terharu,Vanya! huuuuwaaaa!" Jawab Jesslyn sesegukan sambil menangis.
" Udah jangan nangis lagi nanti wajahmu bengkak!! Kau lupa kalau nanti ada pemotretan ini akan jadi masalah besar jika wajahmu itu bengkak karena banyak menangis!" Omel Vanya
" Ishh kau ini di saat seperti ini masih saja membicarakan tentang pemotretan!!" Protes Jesslyn.
" Karena itu penting buatku jika kerjaanmu lancar gajiku juga lancar!" Jawab Vanya cengengesan.
Jesselyn mendengus kesal sahabatnya ini sangat Ajaib sekali,
" Kau Sudah Lumayan kaya Vanya!," Ucap Jesslyn Kesal.
" Tapi aku lebih suka menerima Gaji apalagi Bonus," Celetuk Vanya
" Dasar mata duitan" Cebik Jesslyn yang mendapat cengiran dari Vanya.
" Jess? Kau benar-benar ingin menikah? setelah menikah kau tak akan lupa padaku kan?" Tanya Vanya.
" Kau itu bicara apa?! Tentu saja aku akan menikah dan tak akan pernah melupakan sahabat terbaikku'!" Ucap Jesslyn.
" Apa kau sudah mencintai Tuan Hansel,?" Tanya Vanya
" hemmm I Love Him, Tak butuh waktu lama untuk-ku jatuh cinta padanya' Dia Pria terbaik yang pernah kutemui' dia seperti Daddy David yang penuh kasih sayang!" Ucap Jesslyn terasa tersenyum.
" Aku harap kau selalu bahagia Jess," Ucap Vanya serasa memeluk Jesslyn.
" Thanks Vanya' Ku harap Kau juga harus mencari pasangan secepatnya," Ucap Jesslyn membalas pelukan sahabatnya.
" Kau ini aku masih ada sesuatu yang ingin kulakukan!"Ucap Vanya mencebik
" hahahaha Yah aku akan mencari yang seperti kau bilang!" Ucap Vanya dengan tertawa.
Kedua Sahabat itu akhirnya memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama dan membatalkan Jadwal kerja hari ini..
*
*
*
Sementara itu suasana di Mansion keluarga Aditama sedang tidak baik-baik saja, Davina seakan menggila setelah menonton berita Eklusif tentang pernikahan Hansel dengan Wanita yang ternyata Putri dari Keluarga Johnson, Davina seakan tertampar oleh sebuah kenyataan yang membutnya kesal marah kecewa karena Wanita yang di anggap JaL**g olehnya teryata seorang kolongmerat yang jauh di atasnya.
" Pa, Ma Apa ini masuk akal?! Bagaimana bisa Hansel mengumumkan pernikahan dengan wanita lain dan bukan aku? kalian harus melakukan sesuatu untuk menyingkirkan wanita sialan itu agar aku bisa bersama Hansel!!" Ucap Davina dengan murka.
" Davin! Keluarga Johnson adalah keluarga yang tidak bisa kita sentuh apalagi sekarang keluarga Rodriguez juga ada dipihaknya, Lebih baik lupakan tentang mendapatkan Hansel dan carilah laki-laki lain'" Ucap papa Adi menjelaskan.
" Aku hanya menginginkan Hansel untuk menjadi pendamping-ku dan sampai kapanpun aku tak pernah merelakan Hansel Bersanding dengan wanita lain selain diriku!!" Ucap Davina.
Papa adi merasa Frustasi dengan tingkah keras kepala davina .
" Lupakan tentang ambisimu itu karena kita tak akan pernah mampu melawan Johnson dan Rodriguez jangan membuat masalah yang akan membuat ADITAMA GRUB gulung tikar akibat ambisimu itu!!" Bentak Papa Adi.
" Bukankah papa seharusnya membantuku untuk mewujudkan keinginanku? pada awalnya papa mendukung-ku dan sekarang bahkan papa menyuruhku untuk melepaskan Hansel?! itu tidak akan pernah terjadi!" Bentak Davina.
" Itu sebelum Papa mengetahui Hansel merajut kasih dengan keturunan Johnson!!! jika kau melakukan sesuatu yang akan membuat keluarga kita menderita kau akan tahu akibatnya Davina!!" Ancam papa Davina dan bergegas meninggalkan ibu dan anak itu .
Sebagai seseorang yang takut akan kemiskinan Aditama tak ingin gegabah berurusan dengan keluarga-keluarga kaya untuk hal yang beresiko seperti ini' dirinya bisa mencarikan pria lain untuk Davina walaupun tak se hebat Hansel paling tidak harus setara dengan Aditama Grub, itu jauh lebih baik dari pada harus jatuh miskin.
" *kau pikir aku akan menyerah? Aku tidak takut walaupun kau keturunan kolongmerat sekalipun," Batin Davina menyeringai bak iblis.
Mama Vita yang melihat senyum iblis Davina mersa khawatir jika putrinya itu mengabaikan peringatan papanya dan bertindak gegabah.
"Davin mama harap kau tidak bertindak gegabah! yang dibilang papamu itu benar kedua keluarga besar itu bukan tandingan kita," Ucap mama Vita kemudian menyusul sang suami dan meninggalkan Davina yang saat ini mengepalkan kedua tangannya dengan pikiran jahat memenuhi kepalanya*...
*
*
*