
*
*
Bukannya Kembali ke kantor untuk kembali bekerja Devan malah membawa Fio ke Apartemen miliknya, Selama perjalanan itu tak ada pembicaraan di antara keduanya Bahkan Devan tak melihat ke arah Fio sama sekali sehingga membuat wanita cantik itu bertanya-tanya Apa yang membuat Uncle nya seperti ini,
Devan begitu Cemburu melihat interaksi Fio dan Pria cecenguk itu dan tidak terima atas kenyataan bahwa mereka pernah pernah berkencan sebelumnya, membayangkan Gadisnya pernah bermanja-manja dengan pria lain Kembuat dadanya bergemuruh.
" Shitt!! Kenapa Dadaku terasa sesak!!" Umpatnya dalam hati.
Devan melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi dan itu membuat Fio Mengumpat Pria itu dalam hati, kenapa harus dalam hati? Tentu saja dalam keadaan yang mencengkam akibat mood Uncle-nya yang sangat buruk Membuat-nya tak bisa berkutik sama sekali.
Beberapa saat kemudian Mobil yang dikendarai Devan Sampai di Apartment Mewah miliknya, Dengan kasar Devan menggandeng tangan Fio membawanya masuk ke Apartemen-nya dengan langkah panjang, yang membuat Fio sedikit Tertatih tak bisa mengimbangi langkah panjang milik sang Uncle dan ditambah tanganya yang terasa sakit akibat Cengkeraman tangan Devan yang begitu kuat di pergelangan tangannya.
Dengan kasar Devan menghempaskan tubuh Fio di Sofa.
" Uncle! What are you doing to me!, Fio berkata dengan nada kesal karena sudah tak Tahan dengan Devan yang tiba-tiba berperilaku aneh dan kasar padanya padahal dirinya tak merasa berbuat salah sama sekali.
Devan tak menghiraukan ucapan Fio dan malah menindih Tubuh mungil Keponakan-nya, Hal itu membuat Fio semakin kesal dengan perbuatan Uncle-nya yang menurutnya tak sopan sama sekali.
Fio mendorong dada Devan dengan sekuat tenaga agar Pria itu Menyingkir dari atas tubuhnya tapi sayang Usahanya gagal karena tubuh pria itu bahkan tak bergeser sama sekali.
" Apa yang Uncle lakukan ini sungguh tak sopan! Aku ini keponakan mu yang sudah dewasa tak sepantasnya Uncle bertindak seperti ink padaku!,
Dirasa tak ada pergerakan dari Fio, Devan memberanikan diri untuk memperdalam Ciumannya, Ciumaan pertamanya Devan mengikuti instingnya, Devan ******* dan menggigit pelan bibir Fio agar bisa melesatkan lidahnya kedalam rongga mulut Fio, Sedangkan Fio yang teramat Shock dengan apa yang terjadi tanpa sadar membuka mulutnya, Devan tak menyia-nyiakan kesempatan itu dengan cepat Devan melesatkan Lidahnya dan Mengobrak abrik didalam sana, Fio terbuai akan hal itu karena lama tak pernah berciuman apalagi Devan menciumnya dengan sangat handal dan tanpa sadar apa yang dilakukannya itu salah, Fio membalas Ciuman Devan dan melingkarkan tangannya di leher pria itu.
Mendapatkan balasan dari Fio Devan Tersenyum samar dengan masih berciuman tangan Devan dengan lancangnya meraba dada Fio, keduanya seakan terhanyut dengan gairah masing-masing Devan dengan lembut Meremas dada milik Fio dan itu membuatnya semakin bergairah, sedangkan Fio yang merasakan Remasan di dadanya seakan sadar jika yang dilakukan-nya dengan sang Uncle sudah melewati batas, Dengan penuh tenaga Fio mendorong Devan yang masih fokus dengan aksinya itu, Devan yang tak Siaga karena meresapi kenikmatan yang baru baginya seketika terdorong dari atas tubuh Fio.
Fio segera bangkit dari Sofa begitupun dengan Devan.
" Fio----
" Uncle, Lupakan apa yang terjadi barusan dalam hal ini aku juga salah karena sempat terbuai, but uncle, you are the most wrong in this matter, I hope uncle does not act over the line again in the future!" Ucap Fio
" What? You're telling me to forget what just happened? are you kidding Fiona Alexandria Johnson Rodriguez? It's not something that's easy for me to forget!. Devan tertawa sumbang menyadari Ciuman panas barusan tak ada artinya bagi Fio.
" Anggap itu adalah kesalahan! Kau adalah Uncle ku dan aku adalah keponakan mu itu adalah sesuatu yang sangat salah Uncle, Mengertilah akan hal itu!
" Fuc*k!! Dengar Fio Mommy-ku Bukanlah saudara kandung Grandma mu Jadi tidak ada salahnya kita bersama!" Murka Devan.
Deg...
...*****...