
*
*
*
Enam Tahun Kemudian.
*
Sesuai Janjinya Enam tahun yang lalu Hansel masih melajang semenjak kejadian Tragis yang merenggut Istri Tercintanya. Hansel menjadi Pribadi yang jauh lebih dingin apalagi terhadap yang namanya wanita dan hidupnya hanya di curahan untuk Kerja dan kerja,
Tentu saja sifat dingin Hansel tak menyurutkan para wanita kelas kakap untuk berusaha menggaet si hot duda itu seperti Halnya Bela Shafira seorang model Sexy yang juga Saudara Jauh dari Mom Mirna juga berusaha menggoda Hansel tapi Pertahanan Hansel begitu Kuat, Bagaimana tidak Jack dan Jimmy selalu menjadi garda terdepan dan menghempaskan para wanita itu sebelum sempat menyentuh Hansel.
Mengesampingkan kondisi Hansel selama Enam tahun terakhir yang membosankan penuh dengan hal kerja, Sedangkan Jack Hubungannya dengan Jessica Sudah baik seperti pasangan pada umumnya bahkan pasangan itu sudah di karuniai seorang putri yang kini berusia Satu Tahun yang di beri nama Jenny George.
Sedangkan Jimmy? Jimmy tentu saja masih Lajang Hanya bedanya sekarang Jimmy sudah mempunyai kekasih,. Yah Vanya adalah Kekasihnya selama Lima Bulan terakhir, Setelah perjuangan gadis itu selama Lima tahun lebih untuk menaklukkan hati dingin seorang Jimmy Akhirnya Pria dingin itu luluh dan menerima Vanya sebagai Kekasihnya dan menjadi pemilik hatinya saat ini..
" Apa Kau sudah di pecat Daddy sehingga kau berada di kantor ku sepanjang hari!" Sindir Hansel pada Daren yang sedari pagi Tidurran disofa Ruangan Hansel
" Mana ada Daddy memecat ku! Aku ini sudah jadi boss di kantor jadi terserah aku mau kerja atau tidak!" Jawab Daren Cuek sembari Fokus pada ponselnya..
" Kalau kau sedang ingin bersantai pergilah ke hotel jangan datang ke kantor ku! Kau mengganggu Konsentrasi ku Sialan" Ucap Hansel dengan Kesal.
" Cih kalau begitu jangan menghiraukan ku Anggap saja aku tak ada!" Jawab Daren.
" Bagaimana mana bisa begitu! Pergi sana kau!" Usir Hansel.
" Kau itu pelit sekali!! Aku sedang menghindari Daddy dan Mommy karena mereka terus menyuruhku untuk menikah!!" Ucap Daren mengungkapkan alasannya kenapa sedari tadi memilih berada di sana.
" Itu masalah gampang tinggal nikah kan beres" Ucap Hansel dengan entengnya.
" Masalahnya aku tak berminat menikah!" Jawab Daren.
" Jangan bilang jika kau suka Terong?" Selidik Hansel.
" Sialan, aku ini pria Normal Hanya saja Aku tak akan menikah!" Ucap Daren tak terima jika dituduh penyuka terong.
" Ohh kukira kau main serong hingga umur 37 thn tetap melajang!" Celetuk Hansel tanpa dosa.
" Heh kau ngaca dong umurmu juga 37thn tapi juga lajang!" Jawab Daren.
" Itu berbeda Brother, Aku ini Duda dan kau pejaka!" Ejek Hansel.
Skakmat! Daren langsung bungkam seribu bahasa apa yang di katakan Hansel memang benar adanya dan dirinya sama sekali tak bisa membantah.
*
*
Sementara itu Di Kota berdeda tapi masih di negara yang sama.
Seorang Wanita Cantik berambut pendek sebahu Sedang Membuat sarapan untuk para Jagoannya.
" Mom! Cudah Belum Lio cangat lapar!" Keluhnya sembari mengelus perutnya.
" Iya Mom, kenapa lama cekali cihh!" Ucap gadis kecil dengan Kuncir dua itu dengan imutnya.
Wanita yang di panggil mom itu melihat kedua anaknya yang menggemaskan .
" Tunggu sebentar Baby makanan akan segera siap!" Jawab Wanita itu.
Kedua bocah itu menunggu dengan tenang menopang dagu dengan kedua tangan mungil sembari melihat sang mommy yang mondar-mandir Membuat sarapan.
Ya Wanita cantik itu adalah Jesslyn, Enam Tahun yang lalu dirinya terdampar di sebuah pulau dengan luka parah di kepalanya dan beruntung ada seorang Nenek yang menolongnya dan merawatnya hingga pulih tapi sayang ketika dirinya tersadar Jesslyn melupakan siapa orang tuanya, Rumahnya bahkan namanya sendiripun Jesslyn tak tahu hingga dirinya melihat kalung yang ada di lehernya tertulis kan Jesslyn Johnson dari sanalah dirinya tahu itu adalah namanya dan sang nenek mengangkat dirinya menjadi cucu secara resmi dengan identitas baru menggunakan nama Jesslyn Johnson.
tapi kebahagiaan itu tak bertahan lama tepat lima bulan setelah dirinya melahirkan sang nenek meninggal dan Menyerahkan semua tabunganya padanya, saat itulah Jesslyn memboyong kedua anaknya ke kota dan membuka Sebuah Caffe kecil yang sekarang sudah lumayan sukses dengan uang tabungan peninggalan sang Nenek pada saat itu.
" Sekarang ayo Mom antar Kalian ke Tempat bermain!" Ucap Jesslyn setelah mereka menyelesaikan sarapannya.
Yah Jesslyn sengaja menitipkan anaknya ke penitipan anak agar sang anak bisa bermain bersama anak-anak lain yang seusianya.
" Lio tidak mau! Meleka terlalu kekanakan Lio lebih cuka belmain komputel!" Jawab Lio yang memiliki IQ tinggi itu.
" Fio juga gak mau! Meleka selalu mengejek Fio anak halam kalena gak punya daddy!" Ucap Fio.
Deg .....
Perkataan putrinya itu bagaikan hujaman belati menusuk jantung Jesslyn, Sungguh Dirinya merasa kasihan dan bersalah pada sang anak karena tak bisa memberi tahu siapa Daddy-nya, dirinya saja tidak tahu siapa yang menghamilinya bagaimana bisa memberi tahu anaknya.
Jesslyn berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Lio dan Fio dan menyentuh pundak kedua anaknya itu dengan tatapan lembut.
" Siapa bilang kalian tidak punya daddy? Daddy kalian sedang kerja jadi belum bisa menemui kalian dan lagi daddy kalian sangat hebat! Jadi jangan dengarkan ejekan mereka, mengerti Baby!" Ucap Jesslyn menenangkan anaknya.
" Leally Mom? We Have Daddy?" Pekik Girang keduanya..
Jesslyn terseyum " Of Course Baby, So jadilah baik dan ayo Mom antar ke tempat bermain!"Ucap Jesslyn.
Keduanya sontak menggelengkan kepala tanda tidak mau.
" Aku dan Fio akan di lumah saja Mom" Ucap Lio.
" Baiklah kalau begitu Mom pergi Kerja kalian baik-baik dirumah dan jangan nakal!" Ucap Jesslyn.
" Yes Mom" jawab keduanya serempak.
" Bye! Mom berangkat dulu" pamit Jesslyn mencium kedua pipi dang anak dan pergi meuju cafe miliknya.
Kedua bocah itu saling pandang dengan senyum penuh arti dan berlari menuju komputernya untuk mencari sesuatu.
" Kak cekalang apa yang halus kita lakukan?" Tanya Fio.
" Tentu saja mencali Daddy!" Jawab Lio cepat.
" Tapi kak gimana calanya kita tidak tahu namanya ataupun wajahnya? " Tanya Fio.
Lio terdiam sesaat, benar juga apa kata Fio, Mereka tak tahu rupa dan nama sang Daddy Gimana mau mencari tahu. Pikirnya
" Tadi Mom berkata bahwa Daddy cangat hebat jadi kita cali saja pria terhebat di Negala ini!" Ucap Lio sedikit ragu.
" But kak, apa mungkin Daddy kita bica cehebat itu campai bisa di cali di intelnet?" Tanya Fio.
" Kita coba caja dulu Fio!" Ucap Lio.
Tangan mungil itu dengan lincah menari di atas keyboard mencari informasi yang di inginkannya hingga munculah dua profil seorang pria tampan yang memenuhi kompernya yang membuat kedua mata Bocah itu berbinar-binar.
" Oh my god kak! Lihat olang ini cangat milip dengan mu!" Pekik Fio menunjuk Foto Hansel.
"Benal wajahnya milip sepertiku tapi Fio bukankah plia ini juga milip denganmu bahkan nama belakangnya cama dengan kita" Ucap Lio memandang foto Daren.
Kedua bocah itu nampak diam sesaat nampaknya kedua bocah itu sedang bingung yang mana daddy mereka, tapi tidak lama keduanya saling berpandangan dengan pikiran yang sama dan kegembiraan nampak terlihat di wajah mungil keduanya.
*
*
Yang Kecewa dengan alurnya, Jangan terlalu membenci Author ya takutnya ntar Benci jadi cinta loh ðŸ¤