
*
*
" Sayang kau yakin ingin memberikan makanan yang kita beli di pinggir jalan ini untuk kedua anak kita?" Tanya Hansel yang sedikit tak Rela jika sang anak memakan makanan yang tak higenis menurutnya.
" Iya! Memang ada masalah? Martabak ini kesukaan mereka!" Jawab Jesslyn sedikit ketus.
" Sayang makanan ini tidak higenis kita beli di restoran aja ya? Biar yang ini dimakan Jimmy," Bujuk Hansel dengan lembut.
" Kau itu cerewet sekali, Ini bersih rasanya enak murah lagi! Ayo anak-anak ku pasti sudah kelaparan!" Ketus Jesslyn melenggang pergi menuju mobil.
" Huhhhh Sabar-sabar! Ingat Hansel binimu lagi hilang ingatan," Lirih Hansel sembari mengelus dadanya..
Mobil yang ditumpangi Hansel pun melaju dengan kecepatan sedang menuju Mansion Johnson menyusul kedua anaknya yang sudah dibawa oleh Daren terlebih dahulu, awalnya Jesslyn tak setuju karena takut anaknya dibawa lari oleh Daren tapi Daren menyakinkan Jesslyn Bahwa dia akn menjaga si kembar dan tak akan menculiknya, lagi pula hari sudah larut angin malam tidak baik bagi kedua anaknya, Akhirnya Jesslyn terpaksa mengizinkan dengan satu sarat yaitu mereka terus melakukan panggilan vidio di sepanjang Jalan sampai Daren dan anaknya sampai ke sebuah Mansion barulah Jesslyn mematikan panggilaanya.
Lima belas menit kemudian Hansel dan Jesslyn sampai di Mansion Johnson.
Jesslyn memandang mansion yang tampak familiar baginya dan tiba-tiba sekelebat bayangan seorang gadis kecil tengah duduk di bahu seorang pria dengan tertawa riang dan diikuti anak laki-laki yang lebih tua dari gadis kecil itu merengek dan seorang Wanita tengah menenangkan-nya.
Jesslyn memegang kepalanya yang terasa sakit.
" Kau tak apa sayang? Apa kau sakit?" Tanya Hansel khawatir saat melihat Jesslyn memegang kepalanya sambil mendesis.
Jesslyn menggeleng pelan
" Aku Tampak Familiar dengan Mansion ini dan aku baru saja mendapatkan Bayangan gadis kecil tengah bermain bersama keluarganya dengan bahagia, Apa itu Aku dan Kak Daren bersama kedua orang tuaku?" Lirih Jesslyn.
" Iya Itu pasti ingatan tentang masa kecilmu, ayo masuk kau akan mendapatkan jawaban tentang kebingungan mu itu sayang, pasti kau akan mengenali wajah kedua orang tuamu" Ucap Hansel Lembut dan menggandeng tangan Jesslyn untuk masuk kedalam Mansion.
Begitu sampai di ruang keluarga Jesslyn melihat kedua anaknya tengah tertawa bahagia tawa yang baru pertama Jesslyn lihat. Fio yang sedang naik ke punggung seorang pria paruh baya dan Lio yang naik ke punggung Daren dan Wanita paruh baya tengah terseyum melihat tingkah mereka. Sungguh pemandangan yang indah bagi Jesslyn.
" Mommy!" Teriak Lio yang melihat sang mommy sudah datang, bocah tampan itu segera turun dari punggung Daren dan berlari memeluk Jesslyn begitupun dengan Fio juga segera memeluk Jesslyn begitu mendengar sang kakak memanggil Mommy.
Dad David dan Mom Silvie segera melihat kearah Jesslyn dengan tatapan penuh kerinduan mereka berdua berjalan mendekati Jesslyn yang sedang menatap kearahnya dengan mata berkaca-kaca.
" Mom Dad?" Panggil Jesslyn sepertinya Jesslyn Mengingat kedua orangtuanya itu.
" Sayang kau Mengingat Mom dan Dad?" Tanya Mom Silvie.
Jesslyn mengaguk pelan. " bagaimana bisa aku melupakan kalian, Sorry Mom, Dad Jesslyn terlalu lama meninggalkan Kalian," Lirih Jesslyn.
"don't say sorry dear, seeing you are fine already makes mommy and daddy happy." Ucap Mom Silvie sembari mengusap air mata Jesslyn.
Jesslyn menyerahkan si kembar yang sedang memeluknya pada Hansel dan berhamburan memeluk Daddy dan Mommy-nya.
" I Miss you So Much" Lirih Jesslyn.
" We miss you too my daughter!" Ucap Mom Silvie dan Dad David.
Mereka bertiga saling berpelukan melepaskan rindu yan selama enam tahun terpendam.
Mereka semua akhirnya duduk di sofa dengan si kembar yang berada di pangkuan sang Daddy.
" Jadi kau sudah menginggat semuanya sayang? Berarti kau sudah mengingat ku kan?" Tanya Hansel antusias.
Jesslyn memandang Hansel sekilas Kemudian melihat si kembar yang nampak bermanja-manja di dada kekar sang daddy.
" Aku Hanya menginggat kedua orang tuaku dan Kak Daren saja, Aku belum menginggat tentang mu sama sekali" Jawab Jesslyn Cuek.
" What?!! Bagaimana bisa kau malah tidak mengingat Suami Sendiri dan malah menginggat pria tengil itu" Ucap Hansel sembari menunjuk Daren yang tersenyum Smirk kearahnya.
" Mana kutahu aku kan tidak bisa memaksa ingatanku untuk memilih siapa yang harus aku ingat terlebih dahulu" Jawab Jesslyn sembari mengedikkan bahunya.
" Oh god! Ini sungguh tak adil buatku, aku sudah terlalu lama berpuasa!" Gerutu Hansel yang tak tahu malu.
Buk... Daren Melempar bantal sofa dan mengenai lengan Hansel.
" Adikku baru saja pulang dan kau! Yang kau pikirkan hanya tentang begituan saja!" Kesal Daren
" Punyaku butuh buka puasa setelah enam tahun tak berbuka, pejaka tua sepertimu tahu apa," Jawab Hansel yang berhasil membungkam mulut Daren.
" Stop it!! Kalian itu berbicara apa dihadapan cucuku!" Bentak Dad David tak habis pikir dengan kedua putranya itu.
Kedua pria itu mendengus dan saling membuang muka.
" Mom mana makanan buat kita," Ucap Fio menanyakan makanan pesanannya.
" Oh iya ini sayang, Ayo kita kebelakang untuk memindahkan-nya di piring" Ucap Jesslyn memperlihatkan paper bag di atas meja.
Kedua bocah itu mengangguk setuju.
Jesslyn dan mom mirna beserta si kembar berjalan menuju ke meja makan meninggalkan para pria di ruang keluarga yang sedang berdebat itu.
Tiba-tiba ada Teriakan yang membuat ketiga pria itu menoleh ke sumber suara.
" Hansel mana hadiah yang kau bilang itu!" Tanya Regan yang baru saja datang mengagetkan tiga pria yang sedang berdebat itu kaget.
" Kau itu tidak sopan sekali!" Cetus Dad David
" Dua anak kurang ajar itu menyuruhku datang kemari di tengah malam begini katanya ada hadiah spesial untuk! Mana hadiah nya!" Ucap Dad Regan kepalanya menoleh ke segala arah tapi tak menemukan Sesuatu.
" Hadiah nya lagi dibelakang Dad!" Ucap Hansel sontak saja Dad Regan langsung naik pitam karena merasa di kerjai oleh Hansel
" Kau mengerjai ku ya! Dasar anak tidak sopan! Kalian benar-benar harus ku beri hukuman" Murka Dad Regan tanganya terulur untuk menjewer telinga Daren dan Hansel tapi di hentikan oleh suara teriakan dibelakangnya.
*
*