First Sight

First Sight
Part 14 Seseon 2



*


*


Cup....


Kecupan singkat diberikan Agatha dibibir Lio, tentu saja Lio tak puas dengan hanya sebuah kecupan saja, dengan gerakan cepat Lio menarik Agatha yang akan keluar dari mobilnya dan lansung ******* bibir tipis yang sedari tadi ingin dilahapnya.


Lio terus menggerakkan kepalanya kekanan dan kekiri tanganya menahan tengkuk Agatha, Agatha yang awalnya kaget pun juga ikut membalas Ciuman Lio bahkan tangan Agatha meremas kuat jas Lio, mereka berciuman saling berbelit lidah dan bertukar Saliva meluapkan kerinduan akan ciuman bibir yang memabukkan sejak tiga tahun berlalu.


Ehmmmm Agatha mendesah disela ciumanya. Dirasa pasokan udara dalam rongganya yang habis Agatha dengan perlahan menyudahi ciuman panas berdurasi dua menit itu.


Nafas keduanya memburu dengan kening yang saling menempel, Dengan lembut Lio mengusap bibir merah cerry milik Agatha. " Rasanya masih sama seperti dulu, Begitu manis dan memabukan." Ucap Lio tepat di depan bibir Agatha.


Cup.. cup..


Lio mengecup dua kali bibir Wanitanya Sebelum benar-benar membiarkan wanitanya kembali bekerja.


" Aku akan pergi sekarang. Lio mengaguk dan Setelah merapikan penampilanya Agatha segera keluar dari mobil Lio.


Lio masih memandang wanitanya hingga tak terlihat, dengan senyum yang merekah di wajahnya Lio melajukan mobilnya ke Mansio orang tuanya karena dirinya begitu tak sabar ingin meminta orang tuanya melamarkan wanitanya.


*


*


Sementara di tempat Lain Devan dibuat kesal dan terbakar cemburu oleh Fio.


Tadi setelah asistennya membawakan pesanan yang diminta oleh Fio, tiba-tiba keponakan nakalnya itu tidak jadi menginginkan pasta dan meminta masakan Seafood dan disinilah Akhirnya mereka berada di sebuah restoran Seafood mewah di Paris, tapi yang membuat Devan begitu kesal adalah karena kini dirinya di abaikan oleh Fio, Sedangkan gadis itu tengah menikmati makanan di depannya sembari mengobrol dengan seorang laki-laki, mereka tampak sangat dekat dan seperti sudah lama saling mengenal.


" Apa kau akan menetap di Paris, Frans?" Tanya Fio pada pria tampan yang teryata bernama Frans itu.


" Tidak, aku akan kembali ke Indonesia satu bulan lagi setelah aku menyelesaikan pekerjaan ku disini.


" Oh Really,? Aku juga akan kembali Bulan depan karena dua Minggu lagi aku akan lulus S2 ku.


" Kita bisa Hang out bareng ketika sudah di Indonesia. Frans berkata dengan mimik yang sangat senang.


" Tentu, Kita bisa mengajak teman yang lain juga.


Frans mengaguk. " Aku tak menyangka bisa bertemu denganmu disini, Sudah Lama kita tak bertemu semenjak kita putus Dua tahun yang lalu." Ucap Frans.


" What? Jadi cecenguk ini mantan pacar Gadisku?" Batin Devan menahan kesal dihatinya.


" Fio, Siapa pria yang berwajah datar itu?. Frans bertanya dengan sangat lirih agar tak terdengar pria yang dimaksud saat baru menyadari ada Pria tampan berwajah dingin di antara mereka.


Melihat pemandangan yang terlihat intim antara mantan kekasih itu membuat Devan semakin kebakaran jenggot.


Brakk....


Dengan kasar Devan meletakkan gelas minumnya di meja .


Fio dan Frans terberanjat kaget dan menatap Devan dengan penuh tanya.


" Aku sudah selesai! Fio ingin ikut Uncle kembali atau masih betah disini?!" Ucap Devan dengan dingin matanya menatap tajam kearah Frans yang membuat pemuda tampan itu bergidik ngeri.


" Siapa pria itu, Fio? Dia terlihat menyeramkan. Bisik Frans


" Husstt Dia Uncle ku!


Frans kaget ternyata pria yang menatapnya dengan tajam itu adalah Uncle dari Fio, Frans tersenyum kikuk Kepada Devan.


" Fio, Ayo pulang!


Fio yang takut akan tatapan Devan yang sangat menyeramkan pun bangkit dari duduknya.


" Frans, aku duluan yah.


" Okey, Sampai ketemu di Indonesia!


FIO hanya mengacungkan jempolnya karena tangannya yang sudah di tarik oleh Devan.


Fio bertanya-tanya kenapa Uncle-nya tiba-tiba bersikap aneh dan terlihat sangat badmood bahkan ekspresi wajahnya sangat menyeramkan.


Sedangkan Frans memandang kepergian keduanya dengan bergidik ngeri.



" Ishh Kenapa Uncle Fio sangat menyeramkan dan Terlihat posesif gini sih? Jika kayak ginjibakal berat buat CLBK dong!" Jerit Frans dalam hati.*



..."******...