First Sight

First Sight
Part 8 Seseon 2



*


*


Saat ini Agatha baru saja selesai memeriksa pasien dan kebetulan sidah saatnya jam makan Siang, Saat Agatha ingin pergi Ke kantin tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya.


" Dr Agatha?!"


Agatha menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah suara yang memanggilnya dan teryata Dr Vano yang memanggilnya.


" Dr Apa anda akan pergi makan siang?" Tanya Vano.


" Ya, Sudah waktunya makan Siang jadi saya berniat pergi ke kantin.


" Bolehkah saya bergabung.?" Tanya Vano Sopan disertai senyuman manis yang memperlihatkan lesung pipinya.


" Tentu saja boleh jika anda berkenan!" Jawab Agatha tak kalah sopan.


" Bagaimana jika saya menraktir anda sebagai sambutan? Saya tahu restoran yang bagus di sekitar sini?" Tawar Vano.


Agatha tak mempersalahkan hal itu dan berniat menerima ajakan Dr tampan itu, Selain Tampan Dan Ramah Dr muda itu juga sangatlah Sopan sehingga Agatha sangat menghormati Rekan barunya itu.


" Baiklah, Saya tidak akan menolak niat baik anda!" Jawab Agatha disertai tawa kecil yang membuat jantung Vano berdisko ria.


" Astaga! Jantungku!" Batin Vano sembari memegang dadanya.


Mereka berduapun akhirnya pergi makan di restoran yang direkomendasikan Vano dan di sepanjang perjalanan mereka berbincang-bincang Kecil, Vano juga bertanya tentang pengalaman Agatha yang menjadi Dr di paris. Dan percakapan itu membuat keduanya semakin akrab bahkan keduanya sepakat menggunakan bahasa imformal.


Pembawaan Vano yang ramah membuat Agatha cepat akab dengan Dr itu.


Setelah tiba di restoran yang di maksud keduanya langsung masuk dan memesan Menu utama di tempat tersebut.


" Apa Rasa masakanya sesuai dengan selera mu?" Tanya Vano saat mereka sudah mencicipi makanannya.


Vano terkekeh melihat wajah Agatha yang menurutnya sangat imut dengan mulut penuh makanan seperti ini. " Pelan-pelan saja makanya aku tak akan merebut makananmu!" Ucap Vano.


Agatha sedikit malu saat menyadari cara makannya Seperti satu bulan tak makan itu. " Sorry, ini terlalu enak buatku, Sudah Lama aku tak makan masakan khas Indonesia seperti ini." Ucapnya malu-malu.


" Tidak apa, Aku malah senang jika kqu menikmati makanannya.


Agatha menganguk dan terseyum, Mereka nampak meneruskan makanya dengan sesekali tertawa bersama.


Tanpa mereka sadari sedari tadi ada mata tajam yang melihat interaksi keduanya.


Mata tajam itu milik Filio yang saat itu juga tengah makan di restoran itu dan tak sengaja melihat Wanita yang sangat dikenalinya sedang makan bersama Pria yang cukup tampan pemandangan itu sangat membuatnya tak nyaman dan panas di dadanya. Merasa tidak tahan lagi Lio bangkit dari duduknya bermaksud untuk menarik Agatha dari sana.. Bahkan Clive tak sempat menahan Tuanya itu lebih tepatnya takut untuk menahan Tuanya karena wajah lio yang saat ini nampak menyeramkan karena terbakar api cemburu.


" Kau tampak bahagia sekali setelah membuat ku hampir gila, Agatha!"


Mendengar Suara dingin yang sudah lama tak didengarnya membuat Agatha menegang dengan jantung yang berdebar.


" Lio kaukah itu?" Terka Agatha dalam hati.


" Kau bahkan bisa tertawa bersama pria lain setelah meninggalkan ku tanpa perasaan!" Sindir Lio dengan sengit.


" Ll-Lio? Kau kah itu?" Agatha pelahan bangkit dari duduknya dan memandang wajah tampan yang sangat dirindukanya, tidak ada yang berubah dari pria itu, masih sangat tampan bahkan lebih tampan Hanya saja sekarang banyak tato yang melekat pada tubuh pria itu.


...*****...


...Ini beneran bang Lio tetep mau sama agatha? Jadi beneran gak mau sama Author nih? 😢...


...Yo ndak mampu aku dudu spek idamanmu😆...