
*
*
*
Seperginya Hansel keperusahaan, Jesslyn segera menelepon Vanya sembari menonton Drama di ruang keluarga karena sang mertua tidak ada dirumah jadi Jesslyn dengan nyaman bersantai ria, Ya kalaupun sang mertua ada pasti akan tetap menyuruh Jesslyn istirahat tapi pasti Jesslyn akan merasa sungkan dan Canggung.
Tuttt..tut...
" Halo? Jesslyn bagaimana malam pertamanya apakah sakit seperti yang di novel yang kita baca?" Cerocos Vanya setelah mengangkat panggilan di ponselnya.
" Sabar Bestie! Nanti kita mengobrol langsung saja, asisten suamiku akan menjemput-mu Untuk menemani ku di Mansion Rodriguez karena aku dirumah sendiri dengan para pelayan, mertuaku sedang ada urusan di luar negeri" Ucap Jesslyn.
" Dengan senang hati, Siapa Asisten Suamimu biar aku tak salah orang siapa tahu ada orang yang mau menculik ku" Tanya Vanya.
" Namanya Jimmy, Dia sangat tampan loh tapi masih tampanan suamiku!" Ucap Jesslyn.
" Benarkah? Apa dia tampan? Sudah punya istri atau belum?" Tanya Vanya dengan semangat.
" Dia Jomblo sejak lahir kata suamiku wanita sangat merepotkan bagi Jimmy" Ucap Jesslyn.
" Wahh aku suka pria seperti itu sangat menantang, bagaimana jika aku mendekatinya?" Ucap Vanya.
" Yah aku juga berencana menjodohkan dirimu dengan Jimmy, karena menurut ku Jimmy pria baik dan bertanggung jawab aku akan setuju jika kau bersamanya" Ucap Jesslyn.
" Melihat kau berbicara seperti ini aku jadi tambah penasaran seperti apa di Jimmy itu," Ucap Vanya.
" Kurasa kau akan langsung menyukainya tapi mungkin sangat susah untuk mendekatinya" Ucap Jesslyn.
" No problem! Aku lebih suka yang seperti itu dari pada yang gampangan " Ucap Vanya.
" Berjuanglah sudah waktunya kau mencari pendamping" Ucap Jesslyn.
" Ya, Aku akan bersiap-siap dulu, yah siapa tahu sebentar lagi asisten suamimu itu datang." Ucap Vanya.
" Okey aku tunggu!" Jawab Jessy.
Kemudian Keduanya mengahiri panggilaanya.
" Ah ku jamin mereka akan sangat cocok, Jimmy adalah tipe idaman Vanya, pastilah Vanya akan klepek-klepek saat nanti melihat Jimmy" Guman Jesslyn memakan keripik sembari menonton drama business proposal.
" Oh my! kang taemo benar-benar sweet beruntung sekali Shin Hari!" Celetuknya yang di dengar para pelayan..
" Nyonya muda apa tidak sadar jika Suaminya sendiri juga terlalu sweet, kurang apa coba ganteng banget kaya juga banget, cinta? Bukan lagi bucin akut malah " batin pelayan geleng geleng kepala melihat kelakuan nyonya mudanya yang menurutnya sangat lucu.
*
*
*
Sementara itu di kantor RODRIGUEZ COMPANY Hansel yang baru saja sampai kantor langsung menuju keruanganya mengabaikan para karyawan yang terlihat bingung, karena tak biasanya bossnya itu datang kekantor Siang begini karena selama ini boss besarnya itu slalu tepat waktu bahkan slalu datang kekantor kalau tak ada kerjaan ke luar negeri dan belakangan ini sifat gila kerja sang boss mulai berubah bagaimana seringnya bossnya tak masuk kerja atau pulang saat jam kerja masih berjalan.
Brakk...
" Hei kau! ada apa kau berdiri disitu dan ada apa dengan tampang menyedihkan itu?" Tanya Hansel yang sudah duduk elegan di kursinya.
" Saya menunggu anda untuk meminta tanda tangan, Kenapa anda datang begitu siang tuan ini berkas yang sangat penting" Jawab Jack.
" Ohh aku kesingan! Maklum aku kan baru saja menikah jadi harus puas-puasin menggagahi istriku" Jawab Hansel Vulgar tanpa memperdulikan wajah Jack yang semakin masam.
" Ada apa? Bukankah kau juga pengantin baru? Jangan bilang wajah masam-mu itu karena tak mendapatkan jatah dari istrimu yah?" Ucapan Hansel yang menghunus tepat di jantung Jack.
Jack terseyum Getir mendapat ejekan dari Tuanya yang sialnya benar adanya. Dirinya tak mendapatkan jatah, jangankan mendapatkan jatah Jack harus tidur di Sofa karena Jessica belum bisa menerimanya.
" Tuan jangan mengejek saya itu memang Harga yang harus saya bayar karena telah menyakitinya" Ucap Jack lesu.
" Ya aku mendukung Jessica untuk hal ini karena kau sangat keterlaluan dulu dan lagi aku tak menyangka jika Jessica desainer yang Jesslyn bicarakan adalah Jessica yang selalu mengikutimu dulu" Jawab Hansel.
Yah Hansel sedikit tahu tentang cerita keduanya karena dulu mereka satu kampus sebelum dirinya pindah ke Amerika.
" Ya saya juga kaget saat Nyonya Muda mengenal Jessica, mungkin mereka memang di takdirkan menjadi jodoh kita" Celetuk Jack dan di angguki hansel tanda setuju..
" Suruh Jimmy keruanganku segera aku ada tugas untuknya dari istriku!" Titah Hansel pada Jack.
Jack kemudian keluar sesudah mendapatkan tanda tangan dari Hansel, sekaligus ingin memanggil Jimmy atas perintah Tuanya.
Beberapa saat kemudian Jimmy sudah menghadap Hansel, Menunggu tugas penting apa yang di berikan oleh Tuanya tapi setelah mendengar tugas apa yang dijalankan-nya membuat rahangnya jatuh seketika.
" Apa Tuan anda menyuruh saya Menjemput sahabat Nyonya Muda? Apa saya tidak salah?" Tanya Jimmy Shock biasanya dirinya akan mendapatkan tugas yang menantang, Tapi apa ini? Jimmy Kehilangan kata-katanya.
" Yah benar jemput Vanya untuk menemani istriku, itu tugas untukmu!" Titah Hansel.
" Tapi Tuan, Itu bisa dilakukan oleh seorang supir kenapa harus saya? Tugas saya banyak tidak ada waktu untuk mengurus hal-hal seperti ini" Protes Jimmy.
" Ini perintah istriku, jadi kau harus terima apapun itu karena perintah istriku segalanya buatku!" Ucap Hansel tak mau dibantah karena takut dengan istrinya dirumah.
"Aku akan mengirimkan alamatnya padamu" Ucap Hansel, ya tadi Jesslyn sudah mengirim alamat Vanya pada Hansel
" Baiklah Tuan" Jawab Jimmy singkat.
Jimmy dengan terpaksa menjemput Vanya karena perintah Tuanya yang mengatas namakan Nyonya Muda
" Aku lebih senang mendapatkan perintah yang menantang bukan jadi supir seperti ini" batin Jack.
" Lagian Nyonya muda kenapa harus menyuruhku dari banyak-nya supir yang dimiliki keluarga Rodriguez!"
" Ah Tuan muda juga begitu, kenapa harus takut istri dan berakhir menyusahkan ku saja!
Di sepanjang perjalanan Jimmy terus menggerutu tiada henti karena merasa kesal dengan tugas yang diterimanya ..
*
*
*