First Sight

First Sight
Part 24



*


*


*


" Davina berdiri di depan meja kerja Hansel dengan senyum yang menggoda, Dua kancing kemeja ketatnya di biarkan tak terkancing yang memperlihatkan dada besarnya yang mulus..


Hansel menatap tajam pada Davina . yang disalah artikan sebagai tatapan penuh minat oleh Davina.


"Dasar wanita tak tau diri!!! Cibir Hansel memaki dalam hati


" Lihatlah semua pria memang sama saja tidak ada yang mampu menahan godaan dari tubuhku," Batin Davin tersenyun puas


" Selamat Siang Tuan," Sapa Davin dengan suara mendayu.


"Tidak perlu berbasa-basi langsung ke intinya saja!!!" Ucap Hansel Tegas


Senyum Davina luntur seketika Harga dirinya begitu terluka Ucapan Hansel barusan seakan tak ingin berlama-lama bersama dirinya, Davina bertekat akan melakukan apapun untuk membuat Hansel bertekuk lutut padanya ...


Mereka pun Membahas kontrak kerja dengan masih ada Jack dan Jimmy bersama mereka, Ya karena Hansel tak mau berada dalam satu ruangan yang sama hanya bersama Davina saja .


Hansel Segera menyelesaikan Meeting itu karena sudah terlalu muak melihat Davina yang terang-terangan menggodanya bahkan wanita itu membuka pahanya dan sengaja menarik kemeja ketatnya, rasanya Hansel ingin muntah saja.


" Dasar J*lang Sialan,!!!" Umpat Hansel dalam hati


Sementara Jack dan Jimmy hanya bisa berharap bahwa Tuanya Bisa menahan Amarahnya Untuk Sebentar saja..


" Wanita ini benar-benar ingin mati." Batin Jack dan Jimmy


" Kau Boleh Pergi Sekarang,!" Ucap Hansel Dingin


" Tuan Apa Kau Bicara Padaku," Tanya Davina


" Siapa lagi kalau bukan kau cepat pergi dari ruanganku!! Ucap Hansel


" Tapi Tuan....


" Apa kau masih ada urusan lain denganku,?, Tanya Hansel Dingin


" Emh Apa anda punya waktu,? Kalau anda tidak keberatan bagaimana kalau kita pergi makan bersama," Tawar Davina


Hansel mengangkat Sebelah alisnya," Aku sibuk Kau bisa pergi sekarang,! Ucap Hansel


". Kalau begitu bisakah kita pergi bersama lain kali,? Tanya Davina tak menyerah sama sekali


" Aku tak ada waktu untuk meladeni semua wanita yang mengajaku untuk makan bersama, Jadi Sebelum Aku bertindak Kasar maka pergilah dari Hadapanku,!!! Bentak Hansel


Davina langsung Ciut dan segera Pergi dari ruangan Hansel dengan bersungut-sungut.


" Sialan!!! Dia bahkan lebih sulit di dekati dari yang aku bayangkan,. Aku terlalu meremehkan hal itu, batin Davina bersungut-sungut.


*


*


Sementara itu di kota S


Jesslyn sedang di rias dan akan menggenakan Gaun merah yang memperlihatkan bahu mulusnya, dia terpilih untuk memamerkan Gaun Rancangan dari Desainer ternama itu di panggung Runway..



Tepat pada pukul 19;00 Acara resmi di selenggarakan..


Jesslyn Bejalan di Runway Dengan berlengak lenggok khas seorang model, Flash Kamera terus menghujani Wajah dan tampilan Jesslyn yang begitu memukau malam ini, para penonton sangat terkesima atas penampilan Jesslyn.


" Woy Model itu sangat cantik, Bukankah itu Model yang sedang dekat Dengan CEO Perusahaan RODRIGUEZ,?


" Wahh Gaunya sangat indah,. Model yang memakainya juga sangat cantik..


" Aku harus membeli gaun ini !!!! Kecantikan yang sempurna....


Berbagai Pujian dari penonton yang terpukai akan penampilan dari Jesslyn Johnson.


Jesslyn Menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan mendapatkan banyak pujian karena berhasil membuat semua pengunjung Fashion Week terpukau.


Jesslyn masuk ke ruang tunggu miliknya kemudian mengganti bajunya di bantu oleh Vanya..


" JESS Kau yang terbaik semua orang terpukau denganmu dan pasti kau akan jadi berita Utama besok dan pastinya kali ini dengan berita yang baik," Ucap Vanya antusias


" Ya aku sangat puas dengan diriku hari ini," Jawab Jesslyn.


Tok...tokk.tokkk


" Siapa,? Tanya Vanya


"Saya Desainer yang merancang Gaun yang di kenakan Nona Jesslyn, apa saya boleh masuk,? Tanya orang dari balik pintu


Vanya menoleh ke arah Jesslyn untuk mendapatkan persetujuan dan di angguki oleh Jesslyn


" Ya Tentu saja, Silahkan masuk," Ucap Vanya membuka pintu


Seorang wanita cantik berusia tiga puluhan tersenyun lembut ke arah Jesslyn


" Hallo Nona Jesslyn, perkenalkan Saya Jessica saya Desainer dari baju yang anda pamerkan tadi ," Ucap Jessica


"Hallo Nona Jessica, Suatu kehormatan saya bisa menggenakan baju yang anda rancang, Saya adalah penggemar anda " Jawab Jesslyn dengan Antusias


" Saya juga penggemar anda Nona," Ucap Jessica Tertawa kecil


" Bisakah kita berbicara dengan santai saya baru berusia duapuluh lima tahun anda bisa memanggil saya Jesslyn dan Saya akan memanggil anda kakak , Apa boleh'? Tanya Jesslyn dengan Hati hati


" Tentu saja boleh Jesslyn aku justru merasa senang..


Jesslyn tersenyun bahagia," Oya kak ini Vanya sahabat ku,"Ucap Jesslyn menarik Vanya mendekat


" Hallo kak aku Vanya," Ucap Vanya


" Hallo Kau sangat manis Vanya," Ucap Jessica dan Vanya hanya tersenyum malu


"Jesslyn, kakak sangat terpukau dan puas sama penampilanmu malam ini, sebagai rasa terimakasih, kakak akan membuatkan Gaun Spesial untukmu," Ucap Jessica


" Wahhh Really,, Aku akan menantikanya," Jawab Jesslyn dengan mata berbinar


" Bagaimana Denganku kak," Tanya Vanya


" Tentu saja buat kamu juga ada," Ucap Jessica Dengan Senyuman di wajahnya


" Wahhh aku juga akan menantikanya kak ," Ucap Vanya


Setelah Berkenalan dan saling mengobrol Jesslyn dan Vanya langsung ke bandara untuk kembali ke kotanya, Mereka berdua merasa senang bisa dekat dengan Desainer Terkenal itu Mereka langsung akrap dan saling bertukar Nomer, Pukul 23;30 Pesawat yang di tumpangi Jesslyn dan Vanya mendarat Dengan selamat,. Mereka berdua begitu lelah dan memutuskan untuk pulang ke Apartemen Jesslyn yang jaraknya tak terlalu jauh dari bandara..


Ya Jesslyn memang memiliki Apartemen dan sesekali dia akan tinggal di sana.


*


*


*


*