First Sight

First Sight
Part 62



*


*


Davina saat ini tengah berada Di Mansion Rodriguez, Belakangan ini Davina Selalu berusaha Mendekati Mom Mirna seperti saat ini Davina Datang dengan membawa bunga untuk wanita paruh baya itu dan Mom Mirna menyambut kedatangan Davina Dengan Hangat,


Dimata Mom Mirna Davina adalah gadis baik dan lembut selama beberapa hari ini Dirinya selalu ditemani Davina dan merasa sedikit Tersentuh.


" Tante Bagaimana kabar Hansel? Apakah sudah membaik" Tanya Davina lembut


" Hansel, Mentalnya sudah mulai membaik mungkin beberapa hari lagi akan pulang, Terimakasih Sudah mau menemani Tante Beberapa hari ini" Ucap Mom Mirna Tulus.


" Tidak masalah Tan, Davina juga tidak lagi sibuk dan senang bisa menemani Tante," Jawab Davina Lembut Sambil terseyum Manis.


Di tengah pembicaraan keduanya tiba-tiba Terdengar derap langkah beberapa pria tegap berjas Hitam dan juga terlihat Jimmy berjalan di depan dengan ekspresi dinginya..


" Jim ada apa ini kenapa banyak anak buah Hansel disini?" Tanya Mom Mirna.


" Maaf Nyonya, Saya di perintahkan Tuan Daren Untuk membawa Wanita itu!" Ucap Jimmy Sembari menunjuk Davina yang duduk dengan wajah bingung.


" Aku? Aku Tak mengenal Daren jadi untuk apa dia menyuruhmu membawaku?" Tanya Davina.


" Anda Akan Tahu Setelah Ikut bersama saya" Jawab Jimmy.


Dan menyuruh Anak buahnya Membawa paksa Davina.


" Lepas! Aku tak mau pergi bersama kalian!" Teriak Davina sembari Meronta Dari Cekalan para pria bertubuh besar itu.


Mom Mirna yang melihat itu berusaha membantu Davina.


" Jim ada apa sebenarnya! Bicarakan ini dengan baik-baik" Ucap Mom Mirna.


Jimmy menatap ibu dari Tuanya itu dengan pandangan sulit diartikan.


" Apa Anda masih bisa berbicara baik-baik setelah mengetahui wanita yang anda bela ini adalah penyebab Kecelakaan Menantu Keluarga Rodriguez?!" Ucap Jimmy Dingin.


Deg.......


Mom Mirna Membeku jadi selama ini dirinya telah membawa masuk seorang Pembunuh di Mansionya dan yang dibunuh adalah menantunya Sendiri.


Mom Mirna dengan wajah penuh amarah mendekati Davina yang Terkejut dengan wajah pucat pasi di tangan dua Bodyguard yang mencekalnya.


Plakkkk........ Plakkkk.....plakk...plakkk


Mom Mirna menampar Davina berkali-kali untuk meluapkan Rasa marah dan Kecewa terlebih lagi merasa bersalah karena Membuat seorang pembunuh menantunya berkeliaran di Mansionya.


" Tante ini Tidak benar aku di Jebak! Tolong percaya padaku tan!" Ucap Davina Sembari meringis menahan sakit yang teramat di kedua pipinya.


" Cepat Bawa wanita Jahat Ini dan Berikan hukuman setimpal karena Membuat menantuku meninggal!!" Teriak Mom Mirna Histeris. Dirinya lebih percaya pada perkataan Jimmy karena Dirinya sangat tahu Sifat Jimmy yang tak akan bicarakan sembarangan tanpa ada bukti.


Dengan cepat Davina di seret pergi dari mansion Rodriguez dan di bawa di ruang bawah Tanah dimana terdapat Daren yang menunggu.


Jimmy memanggil pelayan untuk menenangkan sang Nyonya yang tanpak Shock dan berpamitan undur diri untuk menyusul para bawahannya.


*


*


" Arghhh Sial Brengsek!!! Prang!!! Prang!! " Teriak Aditama sembari membanting Guci guci kesayangan Vita.


" Pa! Apa-apaan ini!! Astaga guciku!" Teriak Mama Vita.


" Apa Guci ini lebih penting sekarang? Kita jatuh miskin! Miskin!" Bentak Aditama.


" Apa maksut Papa Berbicara seperti itu?" Tanya Vita.


"Para investor menarik Dana secara tiba-tiba dan membuat perusahaan bangkrut!" Ucap Aditama lesu.


" APa?? Bagaimana bisa itu terjadi? Aku tak mau miskin pa!!" Teriak Mom Vita


" Kau pikir aku mau menjadi miskin hah? Padahal selama ini aku sama sekali tak pernah menyinggung orang-orang berkuasa agar hidup aman! Tapi sekarang apa? semua sia-sia!" Ucap Aditama


" Pa cobalah meminta bantuan Regan dia pasti mau membantu!" Ucap Vita memberikan saran.


" Benar Regan pasti mau membantu ku" Ucap Aditama dan dengan segera menghubungi Regan.


Setelah beberapa Dering panggilan itu di jawab oleh Regan.


" Ya Hallo?" Ucap Dad Regan dari seberang telepon.


" Regan Aku membutuhkan bantuan mu, para investor perusahaanku menarik dana secara tiba-tiba dan sekarang perusahaanku di ujung tanduk" Jelas papa Adi.


Terdengar helaan nafas dari Dad Regan Sebelum menjawab.


" Itu pantas kau dapatkan Adi bahkan itu tak sebanding dengan apa yang telah puterimu lakukan pada menantuku!" Jawab Regan Tanpa belas kasih.


" Aa-apa maksudmu Regan Aku tak mengerti?" Tanya Papa Adi terbata.


" Puterimu itu yang menyebabkan Jesslyn kecelakaan jadi ini balasan tak seberapa dariku untukmu!" Ucap Regan dan memutuskan sambungan teleponnya.


Aditama langsung membanting Ponselnya dengan marah, jadi ini adalah perbuatan Regan yang menyuruh para investor menarik dana.


" Brengsek!! Dasar anak tak tau diri!!" Maki Adi yang ditujukan untuk Davina.


" Mana anakmu akan ku beri dia pelajaran karena telah membuatku jatuh miskin?!" Teriak Adi pada Vita dengan ekspresi yang menyeramkan.


" Aa-aku Ti-tidak tahu pah" Jawab Vita yang saat ini terduduk dengan Lemas mendengar pembicaraan Suaminya dan Regan. Sungguh dirinya tidak kuat jika harus hidup miskin, Semua ini karena Putrinya yang bertindak nekat tanpa berfikir dan menghiraukan peringatan dari sang papa.


*


*


*