
*
*
*
Di kantor RODRIGUEZ COMPANY tidak tahu kenapa perasaan Hansel merasa tak nyaman bayangan wajah istrinya selalu terlintas dipikiran.
" Apa mungkin aku sangat merindukannya? Kenapa aku mersa tak tenang?" Batin Hansel.
Hansel merah bingkai di meja kerjanya, yah foto istrinya yang cantik terpampang disana,. Hansel melihat lekat-lekat foto itu tidak tahu kenapa dadanya terasa sangat sakit, Hansel berniat meletakkan bingkai itu tapi..
Prang.......
Bingkai itu jatuh dan hancur berkeping-keping.
Deg....
Jantung Hansel seakan berhenti perasaannya mulai tak karuan, dengan segera Hansel menelpon istrinya tapi tak terhubung Hansel terus mencoba menelpon tapi tetap tak terhubung.
" Ada apa ini Jesslyn? Kenapa perasaanku tak enak" Guman Hansel.
BRAK!!!!!!
Suara pintu ruangan Hansel di buka dengan kasar terlihat Jack dan Jimmy masuk dengan wajah yang sangat tegang.
" Kalian? Ada Apa?" Tanya Hansel.
" Tuan? No-Nona Jesslyn Kecelakaan!" Ucap Jimmy dengan terbata-bata .
Deg....
Hansel diam membatu nafasnya seakan berhenti, Apa yang barusan dirinya dengar tidak bisa dirinya percayai, Jesslynya kecelakaan? Itu tidak mungkin baru beberapa jam yang lalu istrinya tersenyum kepadanya.
Melihat Tuan mudanya yang hanya diam tak merespon Jimmy segera menyadarkan Tuanya.
" Tuan kita Harus segera kelokasi sepertinya kecelakaan itu sangatlah parah!" Ucap Jimmy keras.
Hansel dengan tergesa-gesa berlari dengan mata merah Menuju TKP,. Dalam pikirannya dirinya berharap sang istri baik-baik saja.
*
*
Setibanya Mereka bertiga di tempat kecelakaan disana sudah terdapat banyak orang, Terlihat Mom Silvie yang menangis sejadinya dan pingsan di pelukan Dad David yang juga sedang menangis dan Daren Pria itu terlihat berantakan dan sedih. Melihat Hal itu Hansel seketika tak bisa menahan beban tubuhnya ekspresi mertua dan kakak iparnya menunjukkan bahwa Jesslyn sedang tidak baik-baik saja.
Hansel berjalan dengan tertatih menuju Daren.
" Daren Bagaimana dengan istriku?" Tanya Hansel dengan air mata yang tak terbendung.
Daren menggeleng pelan dengan wajah sedihnya..
"TIDAK!! ISTRIKU PASTI BAIK-BAIK SAJA KAN DAREN?!" BENTAK HANSEL SEMBARI MENANGIS MERAUNG.
" Tim SAR telah melakukan pencarian Jesslyn tidak ada di dalam mobil, kemungkinan Jesslyn terbawa arus apalagi arus laut sangat kencang Mereka bilang sangat kecil Jesslyn bisa bertahan!" Lirih Daren.
" TIDAK!! MEREKA PASTI BERBICARA OMONG KOSONG! AKU AKAN MENCARI ISTRIKU SENDIRI" UCAP HANSEL SEMBARI BERLARI KE ARAH TEBING.
Jack yang melihat Tuanya akan bertindak gegabah pun segera berlari dan menarik tangan Hansel.
" Tuan sadarlah biarkan Tim penyelamat yang mencari Nona Jesslyn!" Bentak Jack.
" Aku Harus mencari istriku! Jesslyn pasti sangat kedinginan, Di-dia pasti sedang menunggu ku datang untuk menyelamatkan!" Hansel berteriak sambil meronta dari pegangan Jack dan jimmy.
" Tuan Arus laut sangat kencang itu sangatlah berbahaya" Ucap Jimmy.
Pasalnya Arus Laut itu benar-benar kencang dan sangat berbahaya jika menyelam..
Daren menghampiri Hansel dan menepuk bahu Hansel yang bergetar karena tangis.
" kita berdoa saja semoga Jesslyn baik-baik saja" Ucap Daren.
Daren tahu adik iparnya itu sangat terpukul, Dirinya pun sama merasakan kesedihan, bagaimana tidak adik yang sangat dirinya sayangi hilang di laut dan belum di temukan, Tapi dirinya berusaha kuat.
Daren sangat tahu kemungkinan Jesslyn bertahan sangatlah kecil karena sudah hampir dua jam paska mobil yang ditumpangi Jesslyn jatuh kelaut dan sampai sekarang Jesslyn belum di temukan.
Daren tak menjawab dan hanya menepuk bahu Hansel.
Semua orang yang melihat kejadian itu Merasa iba, Hansel pria kuat dan kejam itu sekarang sedang menangis dan terlihat tak berdaya karena gadis yang mereka kenal sebagai tunangannya mengalami kecelakaan tragis dan mereka bisa memastikan bahwa sangat kecil Jesslyn bisa di temukan.
Sedangkan Mom Silvie yang baru tersadar dari pingsannya langsung menagis sejadi-jadinya.
" Dad putri ki-kita dad? Ohh Jesslyn!" Ucap mom Silvie sambil menagis tanganya menekan dadanya yang terasa sesak.
Dad David tak bisa berkata-kata dirinya juga sangat terpukul akan Takdir yang menimpa putrinya.
Putrinya yang sangat dirinya cintai bagaimana mungkin tega meninggalkannya? Dirinya sungguh tak ingin mempercayai hal ini..
*
*
Hingga tengah malam pencarian juga belum membuahkan Hasil, Hansel dan Daren Bahkan ikut menyelam dengan mengenakan alat bantu tapi hasilnya nihil Hansel Hanya menemukan sebuah Jaket yang di yakini nya adalah milik Jesslyn.
*
Vanya yang mendengar kecelakaan yang menimpa Jesslyn segera Menuju ke tempat kecelakaan dengan derai air mata dirinya berlari ke arah Tebing yang terdapat Mom Silvie Dad David serta Jack dan Jimmy.
Vanya menangis meraung sambil meneriakkan nama sahabatnya itu.
" Jesslyn kau tega sekali meninggalkan ku!!
" Kau Jahat aku tak punya teman selain dirimu!!
" Please jangan tinggalkan aku!
Teriakkan Vanya sembari menagis seakan menyayat orang yang mendengarnya tangis kesedihan seorang sahabat yang di tinggalkan sahabatnya untuk selamanya..
Jimmy yang melihat Vanya menangis merasa tak tega dan memeluk wanita itu untuk memberikan ketenangan.
Setelah tigajam menyelam Hansell dan Daren kembali ke daratan tanpa membawa Jesslyn bersamanya,
Hansel tak bisa menahan sesak di dadanya rasanya dirinya ingin mati saja Jesslynnya sumber kehidupannya tak lagi bersamanya.
" Kenapa kau meninggalkan ku Jesslyn!! Apa kau tak mau bersamaku lagi hingga kau meninggalkanku sendiri?! Teriak Hansel.
" Please! Kembalilah sayang kumohon jangan tinggalkan aku!
" Bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku tanpamu Baby" Lirih Hansel dan pandangannya seketika gelap.
*
* Satu Minggu Telah Berlalu.
Satu Minggu sudah Tim penyelamat telah menyusuri lautan tapi tak menemukan tubuh Jesslyn, Daren dan Dad David memutuskan untuk menghentikan pencarian walaupun Hansel dan Mom Silvie tak setuju karena mereka yakin Jesslyn menunggu untuk di selamatkan. Daren dan Dad David berusaha mengiklaskan takdir yang menimpa Jesslyn walaupun berat tapi mereka harus mengiklaskan tapi tidak dengan Mom Silvie, bahkan wanita paruhh baya itu terus menangis dan tak mau makan dan mengabaikan kesehatannya dirinya, itu yang membuat Daren Sangat khawatir pada sang Mommy.
*
Sementara itu di Mansion Rodriguez, Dad Regan dan Mom Mirna yang mendengar kecelakaan yang di alami sang mantu segera pulang hari itu juga, Mereka sangat terpukul dengan apa yang menimpa menantunya dan Merasa Khawatir dengan Hansel bagaimana putranya bisa melewati hidupnya tanpa Jesslyn?, Saat ini mereka telah berada di depan pintu kamar hansel bersama Jack dan Jimmy, Mereka semua sangat khawatir pada Hansel.
Saat ini Hansel tengah memeluk baju Jesslyn sembari terus menangis memangil nama sang istri.
" Baby kau pasti capek dan mengantuk? Tidurlah sayang aku tidak akan mengganggu mu untuk malam ini" Ucap Hansel yang mulai ngelantur berbicara dengan baju Jesslyn di pelukannya.
Mom Mirna yang melihat Mental Putranya sedang terguncang tak tahan dan menangis dalam pelukan sang Suami.
" Kurasa kita Harus membawanya ke Psikiater Dad?!" Lirih Mom Mirna.
" Ya aku akan mencari Psikiater Terbaik, Dan Apa yang kita takutkan terjadi Jesslyn sudah memenuhi Sendi kehidupan Hansel, Pasti Hansel sangat terguncang." Ucap Dad Regan.
Sedangkan Jimmy dan Jack merasakan nyeri di hatinya melihat Tuanya menjadi seperti ini bahkan keduanya tak menyangka mental Tuanya sampai terganggu.
*
*
*