First Sight

First Sight
Part 23



*


*


*


Seorang pria berumur 40thn-an sedang berdiri menundukkan kepalanya badannya bergetar ketakutan akibat kemarahan sang atasan, Pria yang menjabat sebagai Manager Departemen pemasaran itu Hanya bia pasrah apa yang akan terjadi selanjutnya.


" Apa Kau Pikir Aku Menggajimu Tinggi Hanya Untuk Melihat Proposal mu yang tak berguna ini !!!! Bentak Hansel Melemparkan Berkas Kewajah sang bawahan.


"Sa-ssaya akan segera membuat yang ba-baru Tuan," Ucap Manager itu Gugub bahkan keringat sudah menetes di pelepisnya


" Apa membuat yang baru kau bilang,?!!! Berapa banyak waktu yang kau buang sia-sia Hanya untuk sebuah proposal Sampah seperti ini dan kau ingin meminta sedikit waktu untuk membuat yang baru?!!!! Kau benar-benar tak berguna!!! ," Bentak Hansel sambil menggebrak meja.


" Maafkan saya Tuan, tolong beri saya satu kali kesempatan dan saya akan melakukan yang terbaik," Mohon Manager tangannya terkatup membuat gerakan memohon


Jack merasakan iba pada Manager yang tak sepenuhnya salah itu, Memang sedari tadi boss-nya itu sudah uring-uringan dan semua yang dilakukan orang lain selalu salah di matanya dan berakhir dengan kemarahan-nya yang tak terkendali.. dan yang bisa menghentikan Tindakan Gila itu Hanya Nona Jesslyn dan Sialnya Kegilaan Tuan Muda juga di sebabkan Oleh Nona Jesslyn.


Ya Hansel Sangat kesal karena tak mendapatkan kabar dari kekasihnya itu dan hal itulah yang membuat Hansel Marah-marah tak jelas dan sangat sensitif dan mudah tersinggung..


" Tuan berikan kesempatan untuknya satu kali ini saja," Ucap Jack karena iba pada Manager itu."


"Ucapan tersebut sontak membuat Jack mendapatkan Tatapan mematikan dari sang Tuan Muda.


" Begini Tuan, Selama ini Dia bekerja dengan sangat baik dan saya rasa tidak ada salahnya memberikan Satu kali kesempatan hanya kali ini saja," Ucap Jack sampil menjentikkan jari telunjuknya.


" Baiklah aku kasih waktu 1 hari kau harus menyerahkan Proposal itu dan ingat aku tak mau ada kesalahan sedikitpun,!! Bentak Hansel


Mendengar hal itu sang manager merasa lega dan juga Cemas bagaimana dia bisa menyelesaikan Proposal itu dalam waktu satu hari sementara proposal yang di tolak Tuanya itu dia butuh satu minggu untuk membuatnya. Tapi apa boleh buat dirinya harus berusaha dan menghargai kesempatan ini dengan baik.


" Baik Tuan Muda, Saya tidak akan mengecewakan anda,. Terima kasih Tuan," Ucap Manager


Hansel mengibaskan tangannya untuk mengusir Manager itu, Sang manager menunduk hormat dan tak lupa mengucapkan terimakasih Pada Jack karena sudah membantunya..


Brakkkk Hansel menendang Meja kerjanya "Kenapa semua orang hari ini membuatku Kesal!!!!!Bentak Hansel


" Bukan semua orang yang membuat kesal tapi anda yang membuat semua orang kesal, Hanya Karena tak mendapat panggilan dari nona Jesslyn anda menjadi serigala dan sangat sensitif hari ini, ini benar-benar membuatku gila Tuan Muda," Jeritan Jack Dalam hati


Tok..tokk.tok


" Jack apa Tuan Masih sangat sensitif.?


" Sebelum Tuan mendapatkan kabar dari pawang, hidup kita masih di ujung tanduk.


Mereka berdua berbicara lewat tatapan batin


"Tuan muda....


**"Ada Apa lagi,?!!!Potong Hansel **


" Tuan Nona Davina dari ADITAMA GRUB Sudah ada di luar. Ucap Jimmy Sambil menelan Salivanya


" Kenapa hari ini orang yang menemuiku orang-orang Tak berguna yang membuatku kesal!!, dan ini aku harus mengahadapi Ulet Bulu yang berkedok membahas bisnis'!!! Gerutu Hansel serasa mengendorkan dasinya..



" Omongan anda samgat pedas tapi benar adanya Tuan, bagaimana bisa seseorang yang akan membahas bisnis berpakaian Sexy seperti Nona Davina , Mataku yang Suci ini telah ternodai oleh separuh belahan gunung, Batin Jimmy menangis*



"Cepat Suruh Dia Masuk!!!! Aku tak ingin mebuang waktu dan Usir dia pergi setelah itu...!!! Ucap Hansel


Jimmy segera Keluar untuk Mempersilahkan Davina masuk, Sementara Jack memungut berkas-berkas yang berserakan di lantai karena kemarahan Hansel tadi.


Cklekk.


Davina berjalan di belakang Jimmy dan Jimmy Mempersilahkan Davina untuk Duduk, Davina mengabaikan Ucapan Jimmy dan malah berjalan mendekati meja kerja Hansel,,


*


*


*


*