First Sight

First Sight
Part 28



*


*


*


Hansel menatap Jesslyn yang juga sedang menatap, Hansel begitu merindukan gadisnya itu, Gadis yang membuatnya kalang kabut seperti orang gila hanya karena tak memberinya kabar,. Hansel mengelus pipi Jesslyn dengan penuh kelembutan.


" Sayang kenapa kau tak menghubungiku sama sekali,? Apa kau tahu aku sangat merindukanmu seperti gila rasanya," Ucap Hansel dengan wajah sendu


Jesslyn merasa bersalah akan hal itu, "apa segitu sayangnya Hansel padaku hingga membuatnya menggila,?, apa dia memang benar-benar mencintaiku,? Jujur Saja setelah Satu hari bersama Hansel aku merasa nyaman bersamanya, Haruskah aku menjalani hubungan ini dengan sungguh-sungguh,? Menolok Jesslyn dalam hati.


" Sayang," panggil Hansel yang menyadarkan Jesslyn dari Lamunannya


" Iya,?


" Kau belum menjawab pertanyaan-ku" Ucap Hansel


" Sorry, aku kemaren begitu sibuk sehingga tak sempat menghubungi-mu, Maaf ya lain kali aku tak akan begitu lagi," Ucap Jesslyn dengan mata puppy eyes-nya


" Lain kali jangan seperti itu lagi, Jangan membuatku gila seperti ini," Ucap Hansel


" Apa segitu berartinya aku hingga membuatmu gila,?" Tanya Jesslyn memandang lekat mata Hansel


" Ya kau sangat berarti buatku jadi jangan coba-coba meninggalkan-ku!" Ucap Hansel Tegas


" Apa kau mencintaiku,? Tanya Jesslyn to the point.


"yes, I Love You So Much Baby," Jawab Hansel tanpa keraguan


" Why,? Kita tak saling mengenal sebelumnya sangat mustahil jika kau mencintaiku hanya dalam waktu 2 hari Hansel," Ucap Jesslyn


" Why Not,? Itulah yang aku rasakan aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama tak ada alasan lain, karena aku mencintaimu Jesslyn Johnson. So can you be a lover and accept my love baby?," Ucap Hansel serasa memegang tangan Jesslyn


Jesslyn menghembuskan nafas perlahan "Aku sudah menerimamu Hansel dan Aku Merasa Nyaman bersamamu ku akui itu, tapi untuk Cinta Kurasa aku masih belajar mencintaimu," Ucap Jesslyn Jujur


" It's Okey, dengan kau menerimaku itu sudah cukup untuk ku dan aku akan membuatmu jatuh cinta padaku secepatnya" Ucap Hansel mencium Bibir Jesslyn sekilas.


Hansel mengelus bibir merah cerry Jesslyn yang baru dia kecup. matanya memandang mata Jesslyn dengan penuh Kelembutan dan memuja, Wajah mereka sangat dekat bahkan hembusan nafas dapat mereka rasakan, entah siapa yang memulai terlebih dahulu bibir mereka sudah bersentuhan bahkan Hansel mulai meng*lum bibir tipis Jesslyn dengan lembut, Jesslyn yang merasakan kelembutan dari Ciuman Hansel mulai membalas ciuman itu Jesslyn membuka sedikit mulutnya untuk memberi akses Hansel Untuk menciumnya lebih dalam, Hansel memasukkan lidahnya kedalam mulut Jesslyn lidah mereka saling membelit mereka berdua sangat menikmati ciuman itu,. Hansel mengangkat Tubuh Jesslyn dan di dudukannya di meja Ruang Meeting dengan masih saling memagut mereka seakan lupa jika berada di kantor, Hasr*t Sudah membelenggu keduanya Suara decapan memenuhi ruangan Sunyi itu.


"Ehmmmtt Jesslyn mendesah dalam ciumannya


Hansel yang mendengar des*han Jesslyn-pun seakan menggila tangannya tanpa sadar mengelus Paha Jesslyn bibirnya tak henti-hentinya Melum*at bibir manis itu,. Jesslyn seakan terbuai akan ciuman Hansel tak munafik dirinya juga menginginkan hal ini dan ingin lebih dari sekedar ciuman saja bukankah ini negara bebas,? Jesslyn mengalungkan tangannya pada leher Hansel dan merapatkan tubuh mereka Ciuman keduanya begitu memabukan hinga keduanya melepaskan Ciumannya saat sudah kehabisan nafas, Nafas keduanya memburu Hansel menempel keningnya pada kening Jesslyn dan mengusap bibir basah bekas ciumanya barusan.


" Baby, I want you, " bisik Hansel


" Hansel mengangguk polos


" Are you crazy we are in the office.! Lebih baik kita makan sekarang aku sudah membuat nasi goreng spesial untukmu," Ucap Jesslyn


" Sayang aku tak mau makan nasi goreng, Aku ingin makan kamu, " Ucap Hansel mencium leher Jesslyn


" Not Here Hansel!!!! Bentak Jesslyn tangannya mendorong tubuh Hansel


" Sayang kalau begini itu sangat menyiksaku. Rengek Hansel


" Menyiksa bagaimana,?


" Lihat Juniorku udah tegang karenamu," Ucap Hansel serasa menunduk melihat Area pangkal pahanya yang sudah mengembang.


Jesslyn reflek melihat apa yang Hansel lihat dan wajahnya langsung merah malu,


" Sayang tak usah malu dia akan segera menjadi milikmu," Ucap Hansel Meraih tangan Jesslyn dan meletakkan-nya di atas benda tersebut


Jesslyn melotot dan bukkkkkk " Dasar mesummmm," Teriak Jesslyn sambil meninju perut Berotot Hansel


" Ishhhhh sayang kau melakukan KDRT lagi padaku," Ucap Hansel serasa memegang perutnya


" Ayo kita makan aku sudah capek masak untukmu ," Ucap Jesslyn


" Hemm pergilah keruanganku, aku harus menyelesaikan sesuatu terlebih dahulu nanti aku menyusul," Ucap Hansel mengecup kening Jesslyn.


" Urusan apa sih,? ayo makan dulu saja,!!


" Sayang tidak mungkin aku keluar ruangan ini dalam keadaan Juniorku tegangkan? Aku harus menuntaskan-nya terlebih dahulu," Ucap Hansel dengan seringai di wajah tampannya


Bukkkk dasar mesum," Ucap Jesslyn meninju perut Hansel, kemudian berlari keluar sambil membawa kotak makan menuju ruangan CEO..


Hansel menggelengkan kepalanya melihat Gadisnya melarikan diri


" Shiiiittt!!! Terpaksa main solo dan membuang bibit unggul calon anak-anaku," Umpat Hansel serasa berjalan menuju kamar mandi yang ada di ruangan itu...


*


*


*