First Sight

First Sight
Part 50



*


*


Di Mansion Rodriguez saat ini tengah ramai dua keluarga yang tengah berkumpul untuk merayakan pernikahan Hansel dan Jesslyn .


" Yak ampun akhirnya keponakan tampanku ini menikah juga!" Ucap Marry dengan Heboh.


" Akhirnya aku akan segera mendapatkan cucu" Ucap Mom Mirna menimpali.


" Hansel! dengarkan Mommy mu ingin cepat punya cucu, jadi Aunty sarankan nanti malam langsung di cetak" Ucap Marry menggoda pengantin baru itu.


Hansel tak menanggapi perkataan Absurd Aunty itu dan lebih memilih sibuk mengambilkan makanan yang akan di makan Jesslyn.


" Oh Sayang aku sangat iri lihatlah Hansel sangat romantis sekali kepada istrinya" Keluh Marry pada sang suami saat melihat perhatian Hansel pada Jesslyn.


" Sudah diam jangan menggoda keponakan mu terus!" Jawab Suami Marry yang bernama Kevin.


Marry mengerucutkan bibirnya kesal dan memilih menyuapi sang putri yang bernama Kayla sedangkan Putranya yang bernama Devan sudah bisa makan sendiri karena sudah berumur 8thun.


Semua orang hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah marry yang menurutnya sangat kekanakan di umurnya yang hampir kepala empat itu..


" Hansel kau tak berniat bulan madu" Tanya Dad Regan


" Aku dan Jesslyn berencana bulan madu setelah Resepsi Dad," Ucap Hansel yang di angguki oleh Jesslyn.


" Apa kau tak ingin bulan madu sebelum resepsi saja Jesslyn Karena resepsinya kan masih satu bulan lagi, Daddy ingin cepat punya cucu" Tanya Dad David yang membuat wajah Jesslyn merah merona,


" Dad bagaimana mungkin Daddy bicara hal itu saat semua keluarga berkumpul" batin Jesslyn meringis.


" Tidak Dad aku dan Hansel Harus menyelesaikan kerjaan dulu karena tidak mungkin jika kita meninggalkan pekerjaan begitu saja" Jawab Jesslyn menjelaskan.


" itu tidak masalah, terserah mereka mau berangkat kapan kalau soal memberikan kita cucu mereka kan juga bisa membuatnya di dalam negeri" Ucap Mom Mirna menimpali.


" Betul berikan Mommy Cucu Double biar, Mom Mirna dan aku tak berebut" Ucap Mom Silvie yang disambut sorakan semua orang.


Jesslyn semakin malu dan canggung akan arah pembicaraan yang menurutnya memalukan ini sedangkan Hansel tak berhenti tersenyum bayangan akan memiliki anak sudah berputar-putar di kepalanya.


" Bro! Jangan terlalu kasar saat melakukan-nya kasian adiku yang berharga dan aku juga menunggu keponakan ku jadi" bisik Daren yang duduk di sebelah Hansel.


Hansel mengangkat jempolnya sembari tersenyum penuh arti semakin tak sabar ingin segera belah duren..😅


Makan malam keluarga itu berjalan dengan baik hingga Hansel perpamitan pada semua orang untuk membawa Jesslyn ke kamar untuk istirahat dan mereka semua mengerti apa yang dimaksud Hansel dan membiarkan pengantin baru itu pergi telebih dahulu dan tak akan menggangu proses pembuatan Baby calon pewaris RODRIGUEZ dan JOHNSON itu.


Sesampainya di kamar Jesslyn melihat-lihat kamar berdekorasi Elegan milik suaminya itu,"


" Apa kau suka warna Grey sayang?" Tanya Jesslyn karena hanya ruangan ini yang berwarna Grey.


" Tidak juga, apa kau tak suka? Kau boleh mendekorasi ulang sesuai kemauanmu sayang" Jawab Hansel sembari melepaskan Jam tangan serta jass-nya.


Hansel berjalan mendekati Jesslyn yang berbaring di ranjang.


" Baby, mandilah terlebih dahulu sebelum tidur" Ucap Hansel Lembut.


" Sayang kau dulu saja aku masih sangat malas" Jawab Jesslyn.


" Baiklah aku mandi dulu" Ucap hansel mengecup kening Jesslyn dan segera beranjak ke kamar mandi.


Setelah memakan waktu sekitar lima belas menit Hansel pun keluar dengan hanya memakai Handuk untuk menutupi bagian bawahnya.


Jesslyn yang saat itu tengah membaca novel di ponselnya tanpa sadar melihat ke arah Hansel yang hanya mengenakan Handuk sebatas pinggang, perut sixpack dan air yang menetes dari rambut basahnya Terlibat sangat Sexy di mata Jesslyn.


" Oh My God!! My Husband is so hot!" batinya serasa menelan Salivanya dengan susah payah.


Jesslyn tanpa sadar terus menatap Hansel tanpa berkedip mengaggumi keindahan ciptaan Tuhan di depannya itu.


" Sayang sudah cukup mengagumi tubuh Suamimu ini Sekarang mandilah terlebih dahulu, setelah itu kau boleh bermain sepuasnya terhadap tubuhku ini" Ucap Hansel dengan senyum Smirk.


Blushh...


Jesslyn kehilangan kata-kata Tamat sudah, dirinya sudah ketahuan dan tak bisa mengelak, jangan di tanya bagaimana wajahnya saat ini pasti sudah sangat merah dan panas..


Jesslyn tanpa berkata langsung berlari ke arah kamar mandi karena sangat malu akan perilakunya yang tak bisa di kontrol itu.


Hansel Hanya melihat istrinya itu dengan gemas..


Jesslyn bersandar di pintu serasa memegang dadanya yang berdebar kencang.


" This is so crazy! My husband is very sexy and domineering!” Guman Jesslyn.


Jesslyn dengan segera membersihkan tubuhnya setelah memakan waktu duapuluh menit Jesslyn keluar Bathroom dengan memakai bathrobe, Jesslyn melihat sekeliling dan tak melihat Hansel di sana.


" Kemana Suamiku? Ah mungkin di ruang kerjanya" batin Jesslyn


Jesslyn Berjalan ke Walk-in Closet Dan mencari koper mini-nya yang tadi dibawanya dari Apartemen, Jesslyn Membuka koper dan mencari piyama yang nyaman untuk di kenakan tapi apa yang di lihatnya saat ini membuatnya tercengang, Baju yang dibawanya Hilang dan di ganti dengan lingerie Sexy, ahh pasti ini kerjaan Mom Silvie dan Mom Mirna.


"Pantas saja tadi mereka berbisik Padaku bahwa mereka telah memberikan hadiah yang akan membuat Hansel senang jadi ini maksudnya" Guman Jesslyn lirih sembari memegang baju Haram berwarna Hitam itu.


" Haruskah aku memakai-nya tapi ini terlalu berlebihan bahkan seperti tak memakai baju saja" Ucap Jesslyn yang bingung sendiri.


" Hufff tak apa Jesslyn kau itu sudah jadi istri jadi tak masalah bersikap berani, Kemarin-kemarin bahkan kau sudah bercumbu dengan panasnya kau tak malu dan justru menikmatinya Bukan?" Gumanya lagi pada dirinya sendiri.


*


*


*