
*
*
Kedua bocah itu nampak diam sesaat nampaknya kedua bocah itu sedang bingung yang mana daddy mereka, tapi tidak lama keduanya saling berpandangan dengan pikiran yang sama dan kegembiraan nampak terlihat di wajah mungil keduanya.
" Hole kita punya dua Daddy yang hebat!" Pekik keduanya sembari berpelukan.
" Kak cekalang bagaimana calanya agar kedua Daddy bica menemukan kita" Tanya Fio.
" Itu gampang kakak tinggal melacak Nomel nya dan menghubungi meleka langsung" Ucap Lio.
" Kalau begitu tunggu apalagi cepat lacak cekalang kak!" Ucap Fio
" Kau itu celewet cekali cih" Celetuk Lio yang membuat Fio mencebik lucu.
Filio dengan lincah memakai pelacaknya untu mendapatkan nomer pribadi kedua pria yang di capnya sebagai Daddy-nya itu dengan sangat mudah, Lio hanya membutuhkan waktu selama sepuluh menit dan berhasil mendapatkan yang Dia mau.
" Yes! Dapat!" Ucap Lio senang.
" Kak kita akan memakai panggilan vidio atau Cuala ?" Tanya Fio saat Lio akan melakukan panggilan.
" Tentu saja Vidio bial meleka tahu wajah kita milip denganya!" Jawab Lio cepat.
" Kak aku cudah cantik kan? Aku ingin tellihat cantik Dimata daddy" Ucap Fio sembari membenahi kuncir duanya.
" Kau Cantik, Adiku jelas yang telcantik" Jawab Lio menyenangkan sang adik
Mereka pu sepakat melakukan panggilan vidio untuk Hansel terlebih dahulu.
Dering pertama tak di angkat, kedua bocah itu terus mencoba Tanpa menyerah sedikit pun.
*
*
Sedangkan itu di kantor RODRIGUEZ Hansel yang tak bisa konsentrasi karena Daren tak mau pergi walaupun sudah di usirnya pun dengan terpaksa membiarkan kakak iparnya itu bersantai ria di ruangan hingga dering Ponselnya mendapatkan panggilan vidio dari nomer tak di kenal-nya.
Hansel terus mengabaikan panggilan itu sampai 10 kali panggilan, hingga Daren yang terganggu akan dering ponsel Hansel dan menyarankan untuk mengangkat nya.
" Angkat aja siapa tahu penting!" Ucap Daren.
" Tapi Nomer gak di kenal Daren, Pasti nomer Wanita yang ingin menggodaku!" Jawab Hansel.
'' Jawab aja dulu!" Pinta Daren yang sudah sangat terganggu.
Hansel dengan tidak semangatnya mengangkat panggilan vidio itu tanpa melihat layar ponselnya hingga teriakan dari seberang telepon mengagetkan Hansel sekaligus Daren yang tadinya ingin tidur langsung menghampiri Hansel saat mendengar anak kecil memanggil Hansel Daddy.
" Daddy apa kau mendengal cuala kita" Ucap Fio dengan suara khas anak kecil.
" What?! Siapa yang kalian psnggi daddy aku bukan daddymu!" Ketus Hansel dan ingin mematikan panggilan tapi di hentikan oleh Daren.
" Heh siapa yang kau bohongi hah! Lihat wajah anak itu sangat mirip denganmu brother!" Ucap Daren.
" Banyak sekali orang mirip di dunia ini Daren dan bukan berarti anak dan ayah, dengar aku hanya melakukan hal itu pada istriku jadi tidak mungkin aku memiliki anak dari Wanita lain!" Ucap Hansel.
" Papi?!" Teriak kedua bocah itu tak menghiraukan ucapan Hansel saat melihat Daren muncul di layar ponselnya.
" Papi? Siapa yang kalian panggil papi?" tanya Daren memicingkan matanya.
" Tentu caja papi Dalen adalah papi kami!" Ucap Fio polos.
" What! Aku belum menikah mana mungkin bisa memiliki anak sebesar kalian berdua dan bagaimana kau mengenalku?" Tanya Daren.
" Dali intelnet Nama Papi kan Dalen Johnson Nama Belakang kita juga Johnson loh" Ucap Fio
Daren memijit pelipisnya Karena merasa di kerjai oleh dua bocil yang mengaku sebagai anaknya dan anak Hansel, sedangkan Hansel menahan tawanya agar tidak meledak saat itu juga.
" Dengar memiliki nama belakang itu hal yang lumrah jadi bukan berarti aku ini papi mu!" Ucap Daren Memberi penjelasan.
Deg...
Hansel mematung entah kenapa kata terakhir bocah laki-laki itu membuat jantungnya berdebar.
" Siapa Nama Mommy mu?" Tanya Hansel Cepat.
" Jesslyn Johnson" Lirih Keduanya.
Deg... Deg... Deg...
Kedua pria dewasa yang sama-sama Tampan itu terkejut dan tak bisa berkata-kata melihat dari wajah bocah laki-laki itu yang mirip dengan Hansel dan bocah perempuan itu mirip dengan Jesslyn di tambah dengan perkataan kedua bocah itu bahwa sang Mommy bernama Jesslyn Johnson hal itu membuat kedua pria itu berharap bahwa wanita itu benar-benar Jesslyn Johnson princess mereka.
" A-apa ka-kalian memiliki Foto Mommy mu?" Tanya Hansel gugup.
" Tentu saja, tunggu sebental ya daddy dan papi Fio cali dulu foto mommy" Ucap Fio.
Dan beberapa saat Fio kembali menghampiri sang kakak dengan membawa foto Jesslyn yang menggendong dua bayi munggil dengan terseyum ke arah kamera.
Deg...
Dunia seakan berhenti bagi Hansel sampai tak terasa air matanya menetes melihat jika wanita itu benar-benar Jesslyn, Istrinya yang dikiranya sudah meninggal teryata masih hidup dan memberinya sepasang bayi kembar tampan dan cantik .
" Daddy? Papi? Ale you oke kenapa kalian menangis" Tanya Lio yang melihat kedua pria itu hanya diam dan meneteskan air mata.
" Daren! Jesslyn masih hidup dan memberiku sepasang anak yang pintar!" Teriak Hansel pada Daren sembari menangis haru yang membuat kedua bocah itu bingung.
" Hansel tahan tangismu itu lebih baik sekarang kita Tanya Dimana mereka tinggal agar kita bisa Menjemputnya!" Ucap Daren yang menyadarkan Hansel.
" Baby Sekarang Kalian tinggal dimana Daddy dan Papi akan menjemput mu?" Tanya Hansel Lembut.
" Kami tinggal di kota J, daddy dan Papi halus cegela datang menjemput kami kacian Mom halus telus kelja untuk beli cucu kita" Ucap Lio.
" Te-tentu Bsby, daddy dsn papi akan segera datang dan tunggu kami yah anakku!" Ucap Hansel menahan sesak di dadanya Ucapan putranya sungguh membuat dadanya sesak.
" Ciap kami menunggu kalian! Bye Daddy dan papi" Ucap keduanya dan mematikan panggilaanya.
Tubuh Hansel langsung luruh kelantai sungguh dirinya bahagia saat ini, Istrinya masih hidup dan dirinya juga memiliki anak sungguh ini adalah kebahagiaan bagi Hansel.
Daren menepuk bahu Hansel, Daren juga sangat bahagia Adiknya masih hidup dan memberikan dua keponakan untuknya
" Ayo jemput mereka sekarang Hansel!" Ajak Daren.
Hansel mendongak menatap Daren dengan mata berkaca-kaca,
" Daren, ini beneran kan aku tidak mimpi bukan?" Tanya Hansel.
" Tidak! Ini nyata kau tidak bermimpi anakmu baru saja menelpon dan meminta kita menjemputnya, Selamat adik ipar" Ucap Daren.
Senyum hansel merekah dan memeluk Daren dengan erat.
" Aku bersyukur dan terima kasih pada Tuhan telah mengembalikan Jesslyn pada kita" Lirih Hansel.
Daren mengaguk sembari menepuk punggung Hansel pelan..
" Ayo kita berangkat sekarang untuk menjemput pewaris RODRIGUEZ dan JOHNSON, kita rahasiakan ini pada mom and dad untuk kejutan" Ucap Daren.
" Aku setuju!" Ucap Hansel.
Mereka pun berangkat saat itu juga menggunakan pesawat Jet milik keluarga Rodriguez mereka juga membawa Jack serta Jimmy untuk membantu mereka saat disana.
Jack dan Jimmy sangat terkejut mendengar cerita Tuanya tapi juga Merasa bahagia karena Tuanya akan memiliki Keluarga kecil yang lengkap bersama orang yang dicintainya yaitu istri yang dianggapnya telah meninggal enam tahun yang lalu.
*
*
*