First Sight

First Sight
Part 6 Seoson 2



*


*


Pagi ini adalah hari dimana Agatha akan memulai kerja sebagai Dr di Indonesia dan Agatha cukup menantikan hal ini.


" Clare, Mom akan mulai kerja hari ini jadi Clare akan bersama bibi murni jadilah baik dan jangan menyusahkan bibi oke sayang?"


" Yes Mom, Bekerja saja aku bisa menjaga diriku dan Akan bersikap baik!" Jawab bijak Clare.


" Good Girls!" Agatha mengelus lembut rambut Clare.


" Bi nitip Clare ya!" Ucap Agatha kepada bibi murni desertai senyuman.


" Tenang saja Non saya sudah menganggap Clare sebagai cucuku Sendiri jadi Nona fokus saja Bekerja!" Ucap bibi murni dengan tulus.


Setelah berpamitan dengan putrinya Agatha pun pergi ke tempat kerja barunya sebuah rumah sakit terbesar di Jakarta dan Tanpa sepengetahuan Agatha Rumah Sakit itu adalah milik Lio ayah dari putrinya sendiri.


Agatha memasuki rumah sakit dan langsung Menuju ruangan Kepala Rumah sakit yang merupakan seorang Professor.


Tok...tok....


Agatha mengetuk pintu ruangan atasannya setelah ada sahutan dari dalam Agatha dengan cepat membuka pintu ruangan itu dimana terdapat seorang pria paruh baya dan seorang pemuda tampan dengan jas putih sedang duduk membicarakan sesuatu.


" Selamat pagi, Prof?" Sapa Agatha dengan menunduk sopan.


" Selamat pagi, Kau sudah tiba rupanya Dr Agatha?" Ucap Profesor itu.


" Yah seperti yang prof Adnan ketahui saya akan ditugaskan dirumah sakit ini dibawah bimbingan anda!" Ucap Agatha pada atasannya yang bernama Adnan Wijaya itu.


" Woh aku sudah menantikan hal ini Dr Agatha karena kau adalah salah satu Dr terbaik di paris, aku sedikit kaget saat mendengar kabar bahwa kau meminta untuk di pindah tugaskan ke Indonesia karena yang ku tahu bekerja di paris jauh lebih menjanjikan!" Jelas Prof Adnan.


" Anda terlalu memujiku Prof!" Agatha terseyum malu.


" Itu kebenaran, Selamat bergabung aku berharap kau betah kerja disini!


" Senang bisa bergabung dengan anda Prof!


Sedangkan pria muda yang sedari tadi berada diruangan itu hanya memperhatikan Agatha dan prof Adnan dalam diam.


" Oh iya Dr Agatha ini Dr Vano kalian akan menjadi Rekan jadi tidak salah jika saling mengenal sekarang! Prof Adnan memperkenalkan pria muda tadi pada Agatha.


" Saya Vano, Selamat bergabung Sr Agatha!" Vano menerima uluran tangan Agatha.


Mereka melanjutkan dengan berbincang-bincang kecil seputar pasien-pasien yang akan ditangani Agatha..


*


*


Sementara di Paris Fiona yang saat ini tengah bosan akan menggangu sang Uncle dengan cara mendatangi Kantornya di Paris, ini adalah kali pertama Fiona mendatangi Kantor Devan Karena jujur saja Fiona sangatlah kesal dengan Devan karena sangat posesif terhadapnya tapi entah kenapa hari ini dirinya begitu ingin mengganggu Uncle-nya itu.


Dengan berpenampilan Sexy Fiona berjalan bak model memasuki kantor Devan melihat wanita cantik yang tak pernah dilihatnya sontak membuat para karyawan berpusat pada Fiona sedangkan Fiona yang jadi pusat perhatian tampak cuek dan dengan percaya diri menghampiri resepsionis.


" I want to meet the CEO of this company, Can you tell me where the CEO's office is? ( Saya ingin bertemu CEO perusahaan ini, Bisakah Anda memberi tahu saya di mana kantor CEO?)" Tanya Fio to the point.


Resepsionis Pria itu tampak masih terbengong melihat Fiona hingga resepsionis wanita yang menjawab dengan sopan sesuai prosedur.


" Have you made an appointment with our CEO before, Miss? ( Sudahkah Anda membuat janji dengan CEO kami sebelumnya, Nona?)" Jawab Resepsionis Wanita itu dengan sopan.


" ahhh actually I'm Devan's niece Davis Brown My name is Fiona Alexandria Johnson Rodriguez You can ask Uncle Devan's Assistant about this! , ( ahhh sebenarnya saya keponakan Devan Davis Brown Nama saya Fiona Alexandria Johnson Rodriguez Anda bisa bertanya hal ini pada Asisten Paman Devan ,)" Jelas Fiona menjelaskan dengan tenang.


Resepsionis itu nampak terkejut tapi dengan segera bersikap profesional kembali.


" please wait a moment miss, I will confirm this to Mr Devan's assistant, ( mohon ditunggu sebentar Nona, saya akan konfirmasi hal ini kepada Asisten Tuan Devan!." Ucap Resepsonis itu dengan sopan.


Fiona Hanya mengangguk mengiyakan. Setelah beberapa saat Resepsionis itu selesai menelfon Ricky asisten Devan dan menyuruh Resepsonis itu untuk memberikan akses untuk Fiona agar diperbolehkan keruangan CEO. Akhirnya resepsionis itu menyuruh salah satu Security untuk menujukan Jlan untuk Fiona menuju Ruang CEO yang berada dilantai 25, tapi Fiona menolak untuk diantar dan menuju keruangan Devan Sendiri.


*


*


...*****...