
*
*
* Satu hari telah berlalu.
Malam ini malam yang menegangkan bagi Jesslyn di sepanjang hidupnya, Hari ini sang kekasih beserta kedua orangtuanya akan datang untuk melamarnya,
Jesslyn berdiri di depan cermin dan melihat penampilan-nya.
" Aku tak menyangka jika akan tiba waktunya aku di lamar oleh seorang pria," Guman Jesslyn Lirih.
Ceklek..
Pintu kamar di buka dan terlihat Mom Silvie yang memasuki kamar sang putri yang sebentar lagi akan menjadi milik keluarga lain..
" Kau sudah siap sayang? Hansel dan orang tuanya sudah datang dan menunggumu di bawah,"Ucap Mom Silvie
Jesslyn melihat sang Mommy dan terseyum kemudian mengangguk pelan.
" Kau sangat cantik sayang," Puji Mom Silvie Serasa mengelus pipi sang putri dengan Sayang.
" Thank you Mom, Ini berkat Gaun yang di Rancang Kak Jessica Khusus untuk-ku." Ucap Jesslyn tersenyum bahagia.
Yah malam ini Jesslyn mengenakan Gaun berwarna Lilac Rancangan Jessica khusus untuk Jesslyn, Gaun itu terlihat indah dan sangat kontras dengan kulit putih milik Jesslyn. Gaun itu memiliki panjang di bawah lutut dengan tali spagheti yang memperlihatkan keindahan bahu Jesslyn...
" Ayo kita turun sayang Calon Suamimu sudah terlalu lama menunggu Princess ini Turun" Ucap Mom Silvie serasa mencolek dagu Jesslyn.
Jesslyn terseyum malu dan menganggukkan kepalanya.
Kedua ibu dan anak itu bergandengan tangan menuruni tangga menuju Ruang tamu di mana disana terdapat Keluarga Rodriguez, Daddy David dan Daren..
Hansel yang merasakan ada langkah kaki yang menuruni tangga segera menoleh ke arah tangga dan melihat dua wanita beda generasi yang sama-sama cantik itu sedang berjalan mendekat.
Hansel tak berkedip melihat betapa Cantiknya Jesslyn malam ini dirinya seakan tak pernah bosan untuk memandang makluk indah yang akan segera di jadikan istrinya itu. Hingga Jesslyn Sudah duduk di sebelah-nya Hansel masih belum tersadar dari keterpesonaanya pada Jesslyn Hingga.
" Ehemmmm" Deheman Keras dari Dad David seketika menyadarkan Hansel.
Hansel Terseyum dengan kikuk serasa menggaruk telinganya yang sama sekali tak gatal..
" Sepertinya Putramu sangat menyukai putriku, Regan?" Tanya Dad David memecah kecanggungan di ruangan itu.
" Yah dia begitu menggila kemarin malam memintaku untuk melamar Jesslyn untuk dijadikan istrinya," Ucap Dad Regan.
" Pantas saja dia terlihat terburu-buru sekali padahal yang ku tahu mereka baru satu bulan menjalin kasih," Ucap Dad David.
" Sh*** melihatnya malu-malu seperti itu sungguh ingin membawanya ke ranjang saja," umpat Hansel dalam hati..
" Jadi bagaimana apa kau menerima lamaran Putraku untuk menikahi Jesslyn, David?," Tanya Dad Regan setelah mengutarakan tujuannya datang ke Mansion Johnson.
" Untuk itu aku akan serahkan ke Jesslyn, Karena Jesslyn yang menjalankan pernikahan dan aku sebagai orang tua hanya ingin mendukung kebahagiaan putriku," Ucap Dad David.
" Bagaimana sayang, Apa kau menerima lamaran Hansel,?" Tanya Mom Mirna Dengan menatap lembut calon menantunya itu.
Jesslyn melihat ke arah Mommy Kakak dan Daddy-nya yang tersenyun ke arahnya dan terakhir menatap Hansel yang menatapnya dengan gugub dan penuh harap.
" Aku Bersedia menerima lamaran Hansel dan bersedia menjadi istrinya." Ucap Jesslyn dengan yakin..
Hansel yang senang karena lamarannya di terima dengan segera memeluk Jesslyn dan mencium seluruh wajah sang gadis dengan sayang tanpa memperdulikan seluruh anggota keluarga yang menatap tajam ke arahnya..
" Thank You Baby Sudah menerima ku, I Love You So Much,!" Ucap Hansel setelah Mencium seluruh wajah cantik Jesslyn..
Takkk...
" Sh***!!,"Umpat Hansel memang kepalanya yang Terkena lemparan kunci mobil dari Daren..
" Rasain dasar calon ipar laknat!!" Ucap Daren tersenyum puas..
" Kau punya masalah apasih padaku?,"Tanya Hansel kesal karena tiba-tiba mendapatkan timpukan Kunci mobil dari Daren.
" Matamu Buta ya?! Disini masih ada orang tua kau dengan tak tahu malunya main nyosor aja,!!" Ucap Daren sedikit kesal karena melihat pemandangan yang membuatnya iri saja..
" Apa masalahnya toh aku mencium calon istriku sendiri! Mangkanya segera cari pasangan kakak ipar,! biar tahu rasanya berciuman," Ejek Hansel serasa mengecup Bibir Jesslyn menggoda Daren,
" Hansel!!! Dasar Calon adik ipar Laknatt!!" Bentak Daren kesal..
Dan perdebatan dua pria tampan itu mengundang gelak tawa kedua keluarga itu, Melihat bagaimana kesalnya Daren yang di ejek oleh Hansel, karena tak punya pasangan, bagaimana mau punya pasangan Daren saja terlalu sibuk untuk belajar dan setelah lulus harus bekerja menggantikan sang Daddy untuk menjalankan perusahaan keluarga Johnson.. Bahkan Daren tak berniat menikah suatu saat nanti...
*
*
*
*
*