First Sight

First Sight
S2.24



*


*


Di dalam kamar Devan masih setia memeluk Fio sembari mengelus punggung gadis itu dengan lembut meski masih ada sisa-sisa isakan tapi Fio jauh lebih tenang mengendalikan emosinya.


" Sudah merasa lebih baik?" Kata Devan mengurai pelukannya beralih menangkup wajah mungil Fio.


Fio mengaguk tanpa bersuara.


" I Love You." Kata Devan pelan dan mengecup bibir gadisnya sekilas.


Fio tak menjawab matanya Hanya menatap Devan dengan sendu tanpa berucap satu katapun dari bibir mungilnya.


" Aku berkata I Love You. Kau tak berniat membalas nya baby,?" Tanya Devan menyatukan keningnya dengan kening Fio.


" Kau pasti sudah tahu tanpa aku menjawabnya." Ucap Fio pada akhirnya.


" No!! Aku tak tahu jika kau tak menjawabnya secara gamblang." Ucap Devan.


Cup...


Fio mengecup bibir Devan dengan cepat dan menyembunyikan wajahnya di dada kekar pria itu.


Devan terpaku tapi sudut bibirnya sedikit terangkat menandakan adanya kepuasaan.


" Jadi apa kau juga mencintai ku?" Tanya Devan lagi.


Fio semakin menekan wajahnya ke dada Devan sungguh sangat memalukan " Kau Sudah tahu pasti jawabannya Uncle!! Jangan bertanya terus kau membuatku malu!!"


Devan terseyum lebar, tiba juga dimana hari perasaan cintanya terbalas untuk gadis yang dari kecil sudah di cap sebagai miliknya ini.


" Aku akan segera berbicara dengan Daddymu mengenai hubungan kita!" Kata Devan.


Fio melepaskan pelukannya dan menatap tak setuju dengan keputusan Devan.


" Tidak!! Itu terlalu cepat dan aku takut jika daddy marah padaku!" Tolak Fio.


" Ini sudah keputusan akhir baby, lebih cepat mereka tahu lebih baik dan aku pastikan Daddy-mu tak marah. Orang tua kita? akan kubuat mereka merestui hubungan kita!" Kata Devan .


" Bagaimana jika mereka tak setuju dengan hubungan kita?" Tanya fio sendu.


" Itu tidak akan terjadi! Ralat Aku tidak akan membiarkan itu terjadi!" Tegas Devan.


Mereka larut dalam obrolan hingga tak terasa Fio terlelap di pelukan Devan mungkin gadis itu kecapekan karena mengeluarkan segala emosinya tadi.


Di pandang nya wajah gadis itu mata sembab yang terpejam akibat terlalu lama menangis. Dalam keadaaan Seperti ini pun gadisnya masih sangat cantik.


Cup. Cup.cup.


Devan mengecup kedua mata Fio dan terakhir bibir tipis Fio. " Good Night sayang. Aku sangat-sangat mencintaimu." Bisik Devan.


Devan dengan pelan merebahkan tubuhnya disamping Fio dan membawa Fio kedalam dekapannya. Fio yang merasa nyaman melingkarkan kedua tangannya pada tubuh kekar Devan dan Devan mengecup puncak kepala Fio dan ikut memejamkan matanya menyusul gadisnya berselancar di alam mimpi.


*


*


Keesokan paginya.


Terdengar suara ricuh di depan pintu kamar sepasang manusia yang tengah terlelap dengan saling berpelukan.


Tokk!!!! Tok!! Suara pintu terus di ketok dari luar berharap sang empu yang ada di dalam mendengarnya.


" Kak! Buka pintunya!!" Teriak Marvel dengan keras. Memang si bontot ini biangnya rusuh.


Merasa terusik dengan suara bisik dan gedoran pintu Devan dengan pelan membuka matanya dan melihat jika hari sudah begitu terang.


Fio yang terganggu dengan pergerakan Devan juga membuka matanya dan hal pertama yang dilihatnya yaitu wajah Devan yang tersenyum kearahnya. Sungguh pemandangan bagus di pagi hari. Pikirnya.


" Good Morning? Apa tidur mu nyenyak baby?" Tanya Devan dengan suara serak khas bangun tidur.


Fio menganguk seraya tersenyum " Apa tidur mu juga nyenyak Uncle?"


" Hem Berkatmu baby,." Kata Devan semabari memajukan wajahnya ingin mendapatkan morning kiss.


Disaat bibir keduanya akan menyatu terdengar Teriakan Marvel yang membuat keduanya terpaksa menghentikan niatnya itu.


" Kak!! kau mendengarku?!" Teriak Marvel.


" Ck. Adikmu itu mengganggu Sekali!" Gerutu Devan kesal karena kesenangan-nya di ganggu si tengil dari Gen Rodriguez.


" Ingat!! Dia juga akan menjadi adik iparmu Uncle!!" Kata Fio.


Devan terseyum Smirk " Ahh begitu kah? Jadi gadisku ini sudah tak sabar ingin kunikahi ya?" Goda Devan dengan senyum jenakan di wajah tampannya.


Fio yang sadar dengan apa yang baru diucapkannya segera lari ke dalam kamar mandi untuk menyembunyikan diri dari Devan. Satu kata MALU!!


Devan Tertawa karena tingkah Fio yang menurutnya sangat unik. eh kok unik sih? Menggemaskan maksudnya.