First Sight

First Sight
Part 44



*


*


*


Keesokan paginya..


Jesslyn mengerjapkan matanya dan melihat kesamping seorang pria tampan sedang tertidur serasa memeluknya.


"Bukankah kemarin dirinya tertidur di sofa ruang tamu? Mungkin Hansel yang membawanya ke kamar, Siapa lagi yang masuk ke Apartemen ini kan cuman dirinya dan Hansel," pikirnya.


Jesslyn memiringkan tubuhnya menghadap Hansel di lihatnya lekat wajah tampan Hansel, Hidungnya mancung, Bulu mata yang lentik, bibir Sexy yang memberinya sensasi yang luar biasa saat menciumnya.


" Ahhh bagaimana seorang pria bisa sesempurna ini? Bahkan bulu mataku tak sepanjang milikmu," Guman Jesslyn Tanganya terulur menyentuh pelan bulu mata Hansel.


" Kenapa Calon suamiku bisa setampan ini,?" Jesslyn melanjutkan Ucapannya dengan tangan yang mengelus Hidung Runcing Hansel.


Grebb....


Hansel memegang tangan Jesslyn yang sedang mengelus Hidungnya, Pria itu sudah bangun sedari tadi hanya saja saat merasakan Gerakan Jesslyn Hansel berpura-pura masih tertidur karena ingin tahu apa yang akan dilakukan gadis itu.


" Sudah puaskah mengagumi ketampanan calon suamimu ini Baby?" Tanya Hansel dengan mata yang masih terpejam.


" Ka-Kau Sudah bangun teryata?" Tanya Jesslyn Gugup.


Hansel membuka matanya dan membawa tubuh Jesslyn kepelukanya.


" Why? Kau baru sadar jika calon suamimu ini sangat sempurna?" Ucap Hansel Narsis.


" Kau Percaya diri sekali!" Jawab Jesslyn yang berusaha terlepas dari dekapan Hansel.


" Aku mendengar semua ucapanmu yang mengagumi ketampanan-ku sayang,." Ucap Hansel.


" Kau!!! Dasar Curang!" Ucap Jesslyn dengan wajah merah.


Hahahaha " Tidak apa aku ini memang tampan kau tak perlu malu!," Ucap Hansel serasa menatap wajah merah Jesslyn.


" Ishhh dasar menyebalkan! Cepat lepaskan aku!" Pinta Jesslyn serasa bergerak ingin di lepaskan.


" No!! Biarkan aku memeluk-mu lebih lama lagi, sayang!" Bisik Hansel serasa mengencangkan belitan tanganya di perut rata Jesslyn.


" Please Let me go! Aku sudah tak tahan Hansel!" Ucap Jesslyn Ambigu.


" Benarkah? Kita bisa melakukan-nya sekarang jika kau sudah tak tahan!" Ucap Hansel Menatap Jesslyn dengan mata berbinar.


Jesslyn bingung dengan apa yang di bicarakan Hansel, Hingga tiba-tiba Hansel memajukan wajahnya dan semakin dekat yang membuat Jesslyn sadar arah pembicaraan itu.


Plakkk...


Jesslyn menepuk pelan dahi Hansel.


" Pikiranmu itu selalu saja mengarah ke hal-hal yang sesat!! Aku Sudah tak tahan karena perutku mulas ingin Bab," Ucap Jesslyn tanpa malu karena terlalu kesal.


" Oh ku pikir ingin Bercinta denganku? dengan senang hati aku akan melayanimu sayang, Lagian kenapa kau berbicara sangat ambigu?" Ucap Hansel Serasa menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


" Dasar Laki tidak peka!" Jesslyn mencebik dan berlari ke Bathroom untuk menuntaskan panggilan alamnya yang sudah hampir di ujung.,


Hansel menatap kepergian Jesslyn dengan bingung.


"Bukankah aku ini sangat peka? Salah sendiri berbicara tak tahan ketika kita sedang berpelukan di atas ranjang, bukankah tandanya ingin bercinta? Dasar perempuan susah untuk di mengerti, Untung aku cinta," Guman Hansel dan kembali menarik selimut untuk melanjutkan tidurnya karena hari weekend.


Setelah selesai dengan bisnisnya Jesslyn keluar dari Bathroom dan mendapati Hansel yang kembali tertidur dengan menggulung tubuhnya dengan selimut, Jesslyn membiarkan Hansel agar tertidur lebih lama, Jesslyn menggulung rambutnya dan berjalan menuju dapur untuk membuat sarapan untuk Hansel dan Dirinya.


Jesslyn membuka Kulkas dan mengambil bahan-bahan Untuk membuat Soup dan mengambil ikan yang kemarin sudah di turunkan dari freezer.


Jesslyn dengan cekatan memotong sayur bak Chef profesional hingga beberapa saat kemudian Jesslyn sudah selesai menggoreng ikan dan saat ini tengah memindahkan soup ke dalam mangkok, Jesslyn merasakan ada sepasang tangan yang melingkar di perutnya yang Jesslyn yakini adalah Hansel yang memiliki aroma maskulin yang dirinya sukai satu bulan belakangan ini..


" Baby? aroma masakan mu sangat enak Membuat-ku semakin lapar," Ucap Hansel masih dengan posisi memeluk Jesslyn dari belakang meletakkan kepalanya di bahu Jesslyn dan sesekali mengecup leher jenjang Jesslyn yang terekspose.


" Wait a moment sayang! Kau bisa duduk terlebih dulu selagi aku menyelesaikan ini," Ucap Jesslyn membalikkan tubuhnya untuk menghadap Hansel,


" Aku ingin memeluk-mu seperti ini," Ucap Hansel manyun.


" Aku tak leluasa bergerak kalau kau terus menempel padaku," Ucap Jesslyn.


" Kalau begitu, give me a good morning kiss,!" Pinta Hansel dengan jari telunjuk yang mengetuk-ngetuk pelan bibirnya.


Jesslyn tersenyum dan menangkup kedua pipi Hansel," Dengan senang hati sayang." Ucap Jesslyn dan mel**at pelan bibir hansel.


" That's enough for this morning! Sekarang tunggu dan duduklah dengan patuh,! Ucap Jesslyn setelah melepaskan tautan bibir mereka.


Cup.. cup..


Hansel memberi dua kecupan singkat di bibir Jesslyn Sebelum mengiyakan permintaan Gadisnya itu.


" Baiklah aku tunggu di meja makan Baby, Jangan lama-lama," Ucap Hansel dan bergegas Menuju meja makan untuk menunggu Jesslyn..


Jesslyn melihat punggung Hansel dan menggeleng pelan.


" Aku bingung harus berekspresi seperti apa? Harus senang atau sedih kenapa dia begitu lengket padaku," Guman Jesslyn.


*


*


...******...


...Nanti kalo babang Hansel nya Nita goda baru tahu rasa lo jess🙄...