First Sight

First Sight
Part 63



*


*


*


*


Di sebuah Ruangan yang suram terdengar Jeritan kesakitan seorang perempuan disertai suara Cambukan yang menyayat Hati siapapun Yang mendengarnya tapi itu tidak berlaku bagi mereka yang berada di ruangan itu, seakan itu adalah tontonan yang mengasyikkan bagi mereka.


" Beraninya kau membuatku Kehilangan Jesslyn!!! Matilah kau Bit*h" Murka Hansel.


" Kau benar-benar tak berperasaan Hansel!" Teriak Davina Karena sedari tadi Hansel terus menyiksanya


" Semua ini pantas kau dapatkan Bit*h!!" Bentak Hansel.


" Hansel' aku melakukan itu untuk kita, karena aku begitu mencintaimu," lirih Davina Karena sudah tak berdaya akibat siksaan yang diberikan Hansel.


" Cinta? Cih Aku bahkan tak sudi dicintai wanita seperti mu!" Maki Hansel.


" Apa sih kelebihan Wanita ****** itu? Aku bahkan Jauh lebih baik darinya dan aku mencintaimu dengan tulus!" Ucap Davina.


Hansel Terkekeh sinis kearah Davina dan mencengkeram dagu Davina dengan kasar hingga membuat Davina meringis kesakitan


" *Dengar Bit*h! Bahkan kau tak pantas dibandingkan dengan istriku!" Bisik Hansel tajam dan menghempas Cengkeraman di wajah Davina dengan kasar*.


" kau akan menyesal telah membuatku seperti ini Hansel! Teriak Davina di sisa tenaganya.


.Hansel terseyum Smirk mendengar teriakan Davina yang tak tahu diri itu' Hansel terus menyiksa Davina sampai puas hingga Davina tak berdaya dan tak sadarkan diri


" Jim urus sisanya dan jebloskan ke penjara!" Titah Hansel.


Jimmy hanya mengangguk paham' atas perintah Tuanya.


Seberapa berpengaruhnya Keluarga Rodriguez Hansel juga masih menaati hukum dirinya tak berniat membunuh Davina tapi Hanya menyiksanya saja dan selebihnya dirinya akan membuat Wanita itu menebus tindakannya dengan membuatnya mendekam di penjara.


*


Setelah penangkapan dan penyiksaan yang diterimanya Dua hari yang Lalu Davina sekarang telah menjadi tersangka atas tuntutan pembunuhan berencana, saat ini Papa Adi dan Mama Vita sedang mengunjungi Davina di Tahanan, kedua orangtua itu cukup prihatin dengan keadaan Davina yang menggenaskan dengan banyak luka di tubuhnya tapi juga Merasa kesal karena telah membuat hidup keluarganya seperti ini.


" Pa, Ma Tolong Davin, Aku gak mau di penjara pa!" Pinta Davina.


Aditama mengeraskan rahangnya kalau bukan karena kelakuan putrinya, Semua ini tidak akan pernah terjadi.


" Inilah Akibatnya karena kau mengabaikan peringatan ku! Dan karena ulahmu itu membuat keluarga kita bangkrut! Jangankan untuk menolongmu keluar dari penjara untuk hidup saja sekarang kita susah!" Kesal Aditama.


" Maaf pa, Aku pikir Semua rencanaku berjalan dengan lancar tapi kedua Asisten Hansel itu begitu pintar hingga berakhir seperti ini" Lirih Davina penuh penyesalan.


" Simpan maaf mu itu menyesal pun sudah tak ada gunanya apa dengan kata maaf dan penyesalan mu bisa membuat ku bangun dari kebangkrutan!" Bentak Aditama.


Davina semakin terisak Dirinya sangat menyesal karena tidak mendengarkan papanya agar tak mengusik Keluarga itu tapi Dirinya malah nekat menyelakai Jesslyn dan membuat keluarganya yang dulu damai menjadi hancur seperti ini..


" Setelah ini mama dan papamu akan pindah ke kota kecil untuk memulai bisnis disana, jadi kita tak akan bisa menjenguk mu Karena kita tak bisa terus tinggal di kota ini karena ulahmu Davina, Mama kecewa karena kau hidup kita jadi seperti ini" Ucap Mama Vita Yang Kecewa .


Davina semakin menunduk sedih bahkan sang mama yang selalu membelanya kini tak perduli lagi padanya, Sungguh ini adalah penderitaan bagi Davina.


" Jagalah Dirimu dengan baik di tahanan, Kita harus segera pindah dari kota ini" Ucap Mama Vita dan pergi bersama Aditama meninggalkan Davina yang menangis histeris menyesali perbuatannya.


*


*


" Sudahlah Mom dan Aunty jangan menagis lagi Jesslyn juga tak ingin kalian terus menangisinya, Sekarang kebenaran telah terungkap dan Wanita Yang menyelakai Jesslyn sudah mendapatkan Hukuman yang pantas," Ucap Daren karena melihat Mommy dan Aunty Mirna sudah sangat lama menangis.


" Jesslyn, Putriku yang malang, hiks" Isak Mom Silvie.


Kedua wanita paruh baya itu terus menangis dan butuh waktu cukup lama untuk keduanya mengendalikan emosinya agar meredakan tangisannya..


" Mom, Dad,? Bolehkah Hansel tetap manggil kalian seperti ini? " Ucap Hansel melihat dad David dan Mom Silvie yang sudah berhenti menagis.


Mom Silvie dan Dad David saling menatap dan terseyum hangat ke pada Hansel.


" Tentu kau akan tetap menjadi Anak mantuku" Ucap Dad David.


" Kau akan menjadi saudara Daren mulai sekarang" Mom mirna menimpali.


" What! Aku tidak sudi memiliki saudara seperti dia" Gurau Daren dengan berpura-pura bergidik Geli.


" Apa salahnya aku menjadi Saudaramu? Lihatlah aku lebih tampan, lebih kaya dan lebih pintar darimu!" Protes Hansel.


" Ck, Karena kau terlalu lembek dan Bucin aku tidak suka itu!" Cibir Hansel.


" Kau bicara seperti itu karena belum bertemu denga cinta mu saja! Dasar Jomblo karatan!" Ejek Hansel.


" Kau!" Tunjuk Daren.


" Sudah cukup kalian ini kekanakan sekali!!" Bentak Regan dan membuat dua pria dewasa itu langsung kicep.


Hal itu mengundang gelak tawa para Mommy.


" Hansel kau harus bekerja mulai besok aku sudah sangat stres mengurus dua perusahaan sekaligus" Ucap Daren.


" Aku, aku masih butuh waktu Daren wajah Jesslyn masih terbayang-bayang di kepalaku pasti aku tak akan konsentrasi untuk bekerja" Ucap Hansel.


" Ayolah Bro ikhlaskan, dan segeralah move on dari adiku!" Pancing Daren.


Hansel langsung berdiri dari duduknya dan menatap sengit ke arah daren karena berani sekali dia menyuruhnya melupakan Jesslyn.


" Tidak! Sampai kapanpun aku tak akan mau Move on dari Jesslyn!" Bentak Hansel.


" Ahhh Come On Bro!! Kau tak mungkin akan terus melajang seumur hidup bukan?" Ucap Daren.


" Yah aku akan melajang seumur hidupku! Dan akan setia pada Istriku Jesslyn!" Ucap Hansel.


Hal itu tentu saja mengejutkan para orang tua terutama Regan Dan Mirna Jelas sekali ada sedikit keberatan atas ucapan Hansel Karena Keluarga Mereka butuh penerus dan Hansel masih cukup muda untuk melanjutkan Hidupnya dengan wanita lain di kehidupan mendatang. Pikirnya.


" Kau harus melanjutkan hidupmu, Hansel Keluarga mu juga butuh penerus dan Jika kau menikah di masa depan Mom dan Dad David akan merestui dan iklas, Jesslyn pun juga pasti akan memahami hal ini karena bagaimanapun hidupmu harus berlanjut walau Tanpa Jesslyn." Ucap Mom Silvie Menasehati bagaimana pun Hansel masih berumur 31thn dan memiliki masa depan yang masih panjang.


" Tidak! Ini adalah hidupku dan inilah pilihanku, Hansel Rodriguez akan setia pada satu wanita yaitu Jesslyn Johnson!" Ucap Hansel dan segera meninggalkan tempat itu ...


Semua orang terdiam melihat betapa besar cinta Hansel untuk Jesslyn dan hal itu membuat Mom Silvie Begitu terharu.


" Benar itulah yang aku harapkan! Kau akan setia selamanya pada adikku Karena bagaimana pun tubuh Jesslyn tidak ditemukan dan bukankah masih ada harapan bahwa Jesslyn masih hidup" batin Daren.


*


*


Maaf baru update gak lulus Review karena adegan pinyaksaan, bikin pusingg Author aje!!


Tadinya sih mau nyiksa si Davina ampe puass tapi gak di ijinin ama mak NT....