First Sight

First Sight
Part 9 Seseon 2



*


*


*


" Ll-Lio? Kau kah itu?" Agatha pelahan bangkit dari duduknya dan memandang wajah tampan yang sangat dirindukanya, tidak ada yang berubah dari pria itu, masih sangat tampan bahkan lebih tampan Hanya saja sekarang banyak tato yang melekat pada tubuh pria itu.


" Kau terlihat bahagia setelah apa yang kau lakukan padaku dulu, Agatha!


Deg...


Agatha tak bisa berkata-kata, menyadari kesalahan yang telah dibuatnya membuat wanita cantik itu tak berhak membela diri.


" Maaf!" Hanya itu yang keluar dari bibirnya dengan mata berkaca-kaca.


" Maaf,? Setelah semua yang telah terjadi hanya kata maaf yang kau ucapkan,?


" Bagaimana dengan hidupku yang hancur setelah kau pergi,? Bahkan sampai sekarang aku tak bisa tidur dengan nyenyak! sedangkan kau? Dengan tangan yang nenunjuk ke arah Agatha, dengan mudahnya Tertawa dengan bahagianya dengan pria lain! Dari apa hatimu itu terbuat?!" Lio meluapkan apa yang dirasakannya.


Mendengar Luapan dari Pria yang masih sangat dicintainya membuat hati Agatha sakit, bukan karena perkataan yang menyindirnya, hatinya sakit karena pria itu begitu terluka dengan ulahnya di masalu.


" Tuan, tolong Bersikap baik dengan wanita!" Vano angkat bicara karena melihat Agatha yang tertekan karena pria yang dikenalinya sebagai pemilik rumah sakit tempatnya bekerja.


Lio mengalihkan tatapannya pada Dr muda itu dengan tatapan tak suka.


" Jangan ikut campur masalah kita berdua, kau hanya orang luar yang tak tahu apa-apa!" Ucap Lio dingin.


" Memang benar saya tidak tahu ada masalah apa diantara anda dan Dr Agatha, tapi Tuan, setidaknya bicarakan masalah kalian dengan baik-baik." Vano berucap dengan nada Sopan agar tak menyinggung pria berkuasa itu.


Bukannya bersikap kalem dan berbicara baik-baik pada Agatha, Lio justru menarik paksa tangan wanitanya dengan kasar dan membuat Agatha sedikit mendesis.


Melihat kejadian itu tepat di depannya Vsno berusaha menolong Agatha dengan cara menahan tangan kiri Agatha.


" Tuan, tolong lepaskan tangan teman saya, Anda tidak bisa melakukan hal ini pada Wanita!


" BERANINYA KAU!!!


Melihat Filio yang terlihat akan marah, dengan segera Agatha berkata pada Vano Agar tak perlu Khawatir dengan dirinya, Agatha sangat tau jika terlanjur marah seorang Lio akan sangat menyeramkan.


" Vano, kau kembalilah ke RS terlebih dahulu! Aku masih ingin berbicara dengan Tuan Lio,!


" Tapi---


" It's okey! Tuan Lio tak akan menyakitiku !" Jelas Agatha.


Vano terpaksa mengaguk dan kembali ke RS tak Lupa Vano juga menunduk pada Lio sebagai bentuk Hormat pada atasannya.


Sedangkan Lio hanya berekspresi datar saat Mendapatkan salam dari pria yang dianggap Rivalnya, Mendengar percakapan Wanita yang masih dicintainya dengan pria lain yang sangat akrab dan Vano yang terkesan khawatir dengan Agatha saja Membuat emosi Lio Tambah naik ke ubun-ubun.


" Maaf, Maafkan aku Lio, Aku tahu sebanyak apapun kata itu keluar dari mulutku tak akan menyembuhkan Luka yang kau teroleh karenaku, Sungguh aku juga sangat berat menjalani hidupku pada saat itu tapi aku tak berhak mengeluh karena itu akibat dari keputusan yang aku ambil dulu!" Agatha menunduk dengan air mata yang terus mengalir dan tangan yang saling meremas.


Lio Menatap sendu Wanita itu, ada kerinduan, kebencian dan cinta dalam tatapanya,


Selalu seperti ini dari dulu dirinya tak tega jika Agatha menangis, hatinya pasti luluh dan ingin memeluknya untuk menenangkannya tapi kali ini dirinya akan menahan keinginannya agar tak memeluk Agatha.


...****...


...Badan aja yang penuh tato lu! Nyatanya liat cwe mewek aja udah luluh bang!...