First Sight

First Sight
S2.21



*


*


*


Lio ambruk diatas tubuh Agatha nafas keduanya terengah-engah akibat bergulatan panas barusan.


“ I love you .” Lio mengecup kening Agatha dengan sayang.


Agatha tersenyum dan mengecup bibir Lio. “ Kita benar-benar sudah gila bercinta disamping Clare, kurasa tidak ada orang lain yang segila kita Lio!


Lio terkekeh geli ini adalah hal tergila yang pernah dirinya lakukan “ itu salahmu karena kau begitu menggoda untuk ku biarkan baby.” Ucap Lio yang kini sudah berbaring sambil memeluk tubuh polos Agatha.


“ Ck kau saja yang terlalu mesum!


“ Tapi kau suka kan? Lio mengerlingkan matanya menggoda Agatha.


Agatha tak menjawab, wajahnya semakin di tenggelamkan di dada basah Lio karena merasa malu.


Lio hanya terkekeh sesekali mengecup puncak kepala wanitanya sungguh wanitanya sangat menggemaskan sekali.


*


*


** Dua Minggu Berlalu.**


Sejak Ciuman dan pengakuan Devan pada Fio waktu itu, Gadis itu sengaja menjaga jarak bahkan terkesan menghindari interaksi bersama Devan.


Walaupun keduanya tinggal di atap yang sama keduanya jarang bertatap muka itu karena Fio sebisa mungkin berangkat kuliah saat Devan sudah berangkat ke kantor dan pulang kuliah saat Devan masih bekerja dan selama Devan di Rumah, Fio akan terus berada di dalam kamarnya dan hal itu cukup membuat Devan frustasi dan berimbas pada pekerjaanya karena fokusnya hanya terarah pada Fio saja dan tentu saja para bawahanya juga terkena getah oleh mood sang boss yang memburuk dan berujung pada kemarahan.


Hari ini adalah hari dimana Fio akan Wisuda dengan Gelar Magister untuk Desain Aksesoris. Hansel dan Jesslyn sudah berada diparis sejak Dua Hari yang lalu dan hal itu dimanfaatkan Fio untuk tinggal bersama kedua orangtuanya di Mansion Daddy-nya yang ada di Paris guna untuk menghindari Devan.


" Congratulation Sayang, Mom bangga padamu!" Jesslyn memeluk putrinya dengan bangga dengan kegigihan putrinya untuk mengejar impiannya.


" Thanks Mom, Ini berkat kalian juga yang selalu mendukung ku." Membalas pelukan Jesslyn.


Fio melepaskan pelukan sang Mommy dan beralih memeluk Daddy kebanggaan-nya. " Dad aku berhasil mendapatkan Gelar yang aku impikan!"


" Good Job Girl,! Daddy bangga padamu!" Hansel Menepuk pelan punggung putrinya.


Fio memeluk ketiga adiknya secara bersamaan " Thanks sudah datang menemani kakak Wisuda."


" Tidak masalah kak, Sebenernya kita kesini ingin liburan bukan untuk menemani kakak Wisuda." Ucap Marvel si bungsu yang paling tengil dari ketiga adiknya.


Fio melotot tak percaya disaat suasana sedang mengharu biru bisa-bisanya adiknya begitu terus terang seperti itu.


" Jaga bicaramu Marvel!" Tegur Marchel.


" Memang-nya Kenapa? yang ku katakan kan benar kak" Jawab Marvel dengan polosnya.


" Ck, yang dikatakan kak Marchel itu benar kau itu merusak suasana saja!" Decih Michelle yang ikut menyalakan Marvel.


Marvel hanya mengedikkan bahunya acuh menaggapi tingkah Saudara kembarnya yang tak dirinya pahami, Dirinya hanya berkata jujur bukan? Lalu dimana salah nya?


Saat sesi foto bersama Fio merasa ada yang kurang matanya mencari-cari kesekeliling untuk mencari keberadaan Devan.


" Apa Uncle tak akan datang? Hah apa sikapku terlalu berlebihan akhir-akhir ini?" Batin Fio.


Jesslyn sadar bahwa putrinya sedang mencari sosok Devan " Uncle mu akan datang sedikit terlambat karena harus menyelesaikan meeting yang sangat penting."


" Oh begitu Fio kira Uncle tak akan datang." Jawabnya


" Mana mungkin Uncle mu itu akan melewatkan hal terpenting dalam hidupmu, Lihat itu Devan sudah datang." Ucap Jesslyn saat melihat Devan yang berjalan dengan gagah menghampiri mereka.


Fio segera menoleh kearah mata Mom Jesslyn melihat.


*


*


*


*****


Si Marvel kayaknya bakal jadi bibit tengil di masa depan. Ops🤭


*** Hadehh kesel banget Dari kemaren ni chapter gak lulus jadi emosi Sendiri udah capek-capek ngetik malam2 lagi, dan akhirnya adegan pemersatuan aku Skip ..