First Sight

First Sight
S2.28



*


*


Pagi ini Devan berencana untuk berbicara kepada Orang tua Fiona dan orang tuanya tentang hubungannya dengan Fio.


Devan pikir saat inilah waktu yang tepat dimana semua anggota keluarga sedang berkumpul.


" Uncle, Fio takut." Rengek Fio saat Devan menggandeng tangannya menuju ruang keluarga dimana saat ini keluarga besarnya tengah berkumpul.


" Semua akan baik-baik saja, tidak perlu takut lebih baik memberi tahu hal ini sekarang dari pada mereka tahu saat memergoki kita sedang bermesraan." Sahut Devan terus berjalan dengan menggandeng tangan Fio erat.


Sesampainya di Ruang Keluarga semua nampak melihat keduanya dengan bingung. Kenapa harus bergandengan tangan memangnya Mereka mau menyebrang jalan?. Begitulah kira-kira isi pikiran mereka.


" Ehem!" Devan berdehem untuk menetralkan kegugupannya.


" Ada apa batuk?" Tanya Kevin sang daddy.


" Dad, aku ingin bicara serius dengan daddy dan Kak Hansel." Ucap Devan.


" Ada apa? Apakah tentang bisnis?" Kini Hansel yang bertanya.


" Ya. Tepatnya bisnis untuk masa depan ku Kak." Sahut Devan.


" Baiklah, ayo bicarakan hal itu di ruang kerja ku saja." Sahut Hansel. Meski bingung bisnis apa yang akan di bicarakan Devan tapi Hansel cukup penasaran juga.


" Aku juga mau Kak Jesslyn dan Mom Marry ikut dalam pembicaraan ini." Kata Devan.


" Sepenting apa sih hingga Aku juga di ajak." Jesslyn beranjak dari tempat duduknya kemudian mengikuti Hansel keruang kerja.


" Begini aku ingin jujur pada kalian semua." Kata Devan. Saat sudah berada fi ruqng kerja Hansel..


Fio meremas genggaman tangannya sembari menggeleng kearah Devan.


Fio begitu takut dengan respon orang tuanya Mereka pasti marah dan tak setuju dengan hubungan ini. Pikirnya.


Merasakan kegelisahan wanitanya Devan berusaha menenangkan dengan mengelus tangan Fio yang saat ini sudah terasa dingin. " It's Okey baby, tenangkan dirimu." Bisik Devan.


" Apa yang ingin kau bicarakan Devan,?" Tanya Hansel yang kini sudah berubah serius.


" Kak. Aku ingin menikahi Fio." Ucap Devan dengan lantang.


" What!" Pekik keempat orang secara bersamaan.


" Apa maksud mu Dev? Kakak tidak mengerti kalian itu Uncle dan keponakan bagaimana bisa kau Menikah dengan Fio!" Sebtak Hansel.


" Kita saling mencintai kak. Aku harap kalian bisa merustui Hubungan kami." Pinta Devan.


" Tapi itu tidak mungkin Dev!" Sahut Hansel.


Fio semakin menunduk yang ditakutinya terjadi juga .


" Kenapa tidak mungkin? Mereka bisa bersama asal saling mencintai, Hansel." Sahut Kevin. mata pria itu terus menatap kearah tangan putranya yang menggengam erat tangan Fio.


" Tapi Uncle apa kata orang jika----


“ Apa kau lupa Mereka tak ada ikatan darah jadi jangan egois dan biarkan Putrimu dan Putraku bahagia. Bukankah kau ingin Putrimu bahagia dengan mendapatkan pendamping yang baik?" Ucap Kevin.


" Semua ayah pasti ingin membuat bahagia putrinya dan berharap sang putri Mendapatkan pendamping yang baik Seperti aku selaku Daddy-nya." Sahut Hansel sempat-sempatnya masih menyempatkan pujian untuk dirinya sendiri.


" Dan letak kebahagiaan Putrimu ada pada Devan, Putraku pendamping yang tepat untuk Putri mu begitupun sebaliknya." Ucap Kevin.


Hansel menghela nafas kasar kemudian menatap Jesslyn.


Jesslyn mengaguk sembari tersenyum kearah Hansel.


Kemudian pandangan Hansel jatuh pada Marry sang Aunty. Wanita itu mengangkat Jempolnya sebagai tanda setuju.


Pria itu kemudian memusatkan pandangannya pada dua sejoli yang tengah berpegangan tangan dengan erat.


" Fio. Apa kau benar-benar serius dengan keputusan mu? Apa kau sungguh sangat mencintai Devan?" Tanya Hansel tegas kepada putrinya .


Fio perlahan mengangkat kepalanya sementara Devan dengan setia terus menggenggam tangan mungil Fio.


" Ya. I Love Him, Dad!" Jawab Fio.


" Daddy Harap kalian tak pernah mengecewakan kita." Kata Hansel.


" Jadi Kita mendapatkan restu?" Tanya Devan.


" Of course!! Kalian bisa menikah secepatnya." Sahut Marry ibu dari Devan.


" Jangan pernah sakiti putri ku Dev! Jika itu terjadi jangan harap aku akan membuat hidup mu tenang!" Kata Jesslyn.


" Tidak akan kak. Aku sangat mencintainya." Sahut Devan tegas.


Fio dan Devan saling melempar senyum. Teryata semudah ini untuk mendapatkan restu. Pikir keduanya.